Kompleksitas Perubahan Dunia dan Revolusi Belajar


Perubahan Dunia
Dunia terus berubah dengan laju yang tidak bisa dihempang. Dunia yang pernah bangga dengan revolusi industri, kini semakin menakjubkan lagi dengan era informasi dan inovasi, atau katakan saja revolusi komunikasi. Temuan-temuan ilmiah dan teknologi pun hampir terjadi setiap hari.
Bayangkanlah, bahwa hanya dengan menekan tombol dalam hitungan detik, e-mail akan berpindah dari satu komputer ke komputer lain di bagian dunia manapun. Sebuah chip komputer sanggup menjalankan 4 miliar operasi elektronik perdetik. Satu lembar serat optik setipis rambut mampu mentrans-misikan seluruh isi dari 29 jilid Encyclopedia Britannica dalam waktu kurang dari 1 detik. Belum lagi meng-hitung teknologi satelit, Sky TV, TV Kabel, dan lain-lain. “Seolah-olah waktu itu sendiri telah menjadi lebih cepat dari dahulu, tidak ada kesempatan untuk berhenti dan menarik napas sebentar,” demikian dikatakan Faith Popcorn, futurolog penulis buku terlaris The Popcorn Report.
Kekuatan perubahan telah menimbulkan ketidakamanan dan ketidak-pastian. Maka, Anda jangan mengharap dapat menuai sukses esok hari dengan cuma mengandalkan pengetahuan yang Anda miliki hari ini. Meningkatnya kompleksitas akibat perubahan dunia memperlihatkan kepada kita bahwa pekerjaan yang paling berharga di masa depan adalah pekerjaan otak atau pekerjaan yang memerlukan bakat yang besar dan terlatih. Para pakar berpendapat, bahwa masa depan adalah milik para pekerja otak, yang menguasai komputer pribadi, tahu banyak tentang serat optik dan e-mail, dan apapun yang menggantikannya.

Perubahan Dunia dan Pendidikan
Sungguh disayangkan apabila perubahan dunia yang kompleks itu akhirnya menggilas kita. Bill Gates dalam bukunya, The Road Ahead mengatakan bahwa modal utama untuk menyikapi perubahan tersebut adalah dengan pendidikan formal yang baik, itupun dengan catatan, harus terus belajar, dan belajar. Anda harus mendapatkan keterampilan dan kecakapan baru, sepanjang hayat. Begitu nasihat Bill Gates.
Gelombang dahsyat perubahan dunia memaksa para pakar memikirkan kembali segala sesuatu yang selama ini dipahami tentang pembelajaran. Perubahan dunia, dengan sendirinya memperbaharui pendekatan kita terhadap pendidikan. Kecepatan perubahan tersebut menuntut dan mensyaratkan kemampuan belajar kita yang lebih cepat, menuntut kemampuan untuk menganalisis setiap situasi secara logis dan memecahkan masalah secara kreatif. Perubahan yang dilakukan adalah perubahan yang bukan bersifat kosmetis dan mekanistis, melainkan bersifat sistemis dan organis.
Perubahan dunia, menggugah ide merevisi cara belajar tradisional. Metode belajar konvensional yang dilahirkan pada awal era ekonomi industri, memang cenderung menyerupai bentuk dan gaya pabrik mekanisasi, standarisasi, maupun fragmentasi yang menempatkan pembelajaran secara pasif. Sistem sekolah yang ada sekarang pun masih terfokus pada “bagaimana memutuskan apa yang harus dipelajari pelajar” dan “bagaimana pelajar harus berpikir”
Demikianlah, maka di seluruh dunia pendidikan telah mengalami krisis besar. Para guru, sering memperoleh kritik membabibuta, padahal sistem-nyalah yang sebenarnya salah besar. Bukan gurunya.

Revolusi dalam Belajar
Era baru --dunia baru dengan perubahannya itu-- menyuguhkan alternatif kontras. Bagi yang me-nguasai pengetahuan baru kepadanya akan terbuka kesempatan yang tidak menguasainya, akan berhadapan dengan ‘peluang’ pengangguran, kemiskinan dan keputusasaan ketika pekerjaan lama lenyap dan sistem lama telah runtuh.
Maka, sangatlah dibutuhkan meto-de belajar baru jika masyarakat luas ingin memetik manfaat di era baru ini. Paradigma lama “bagaimana memutuskan apa yang harus dipelajari” dan “bagaimana pembelajar harus berpikir”, yang disebut “keterampilan super”.
Hanya dengan “keterampilan super”-lah pembelajar dapat me-ngatasi perubahan dan kompleksitas serta menjadi manusia yang secara ekonomi tidak tergantung dan tidak akan menganggur pada abad ke-21 ini. Hanya dengan cara itulah pembelajar dapat memiliki keterampilan inti untuk mewujudkan kebahagiaan, hubungan kemanusiaan yang mantap dan pertumbuhan yang wajar.

Bagaimana untuk memperoleh “keterampilan super” itu?
Yang menjadi prioritas adalah :
- Belajar cara belajar
- Belajar cara berpikir
“Belajar Cara Belajar” akan me-nemukan kemampuan menyerap dan memahami informasi baru dengan cepat sekaligus menguasai informasi itu (Belajar Cepat). Teknik ini mempelajari cara otak bekerja, cara kita menyimpan informasi, mengambil-nya, menghubungkannya dengan konsep lain, dan mencari pengetahuan baru kapan pun diperlukan --dengan cepat.
“Belajar Cara Berpikir” juga dapat dipelajari dengan mudah, sangat sederhana, dan menyenangkan. Meto-de yang telah teruji, di antaranya Lateral Thinking (Edward de Bono), Brainstorming (Alex Oxborn), Creative Problem Solving (Donald Treffinger), dan lain-lain.
“Belajar Cara Belajar” mendapat perhatian yang besar. Asumsinya ada-lah bagaimana seseorang bisa belajar dengan baik atau efektif sementara ia sendiri tidak mengetahui bagaimana cara yang baik untuk belajar?
Adapun alasan mengapa “Belajar Cara Belajar” begitu vital dikaitkan dengan perubahan dunia yang mencengangkan adalah bahwa “Belajar Cara Belajar” memberi hasil :
- Kepercayaan dan keyakinan diri akan meningkat.
- Tidak hanya bisa mampu meng-hadap teknologi baru dan perubahan, melainkan juga sanggup me-nyambut teknologi dan perubahan tersebut.
- Memperoleh kemampuan dasar untuk menjadi pembelajar yang meningkatkan kemampuan pribadi.
- Memiliki kekuatan untuk berubah dari konsumen pendidikan yang pasif menjadi pengelola pembe-lajaran dan kehidupan aktif bagi diri sendiri.
Teknik Belajar Cara Belajar men-dapat sebutan nama yang beragam, yaitu :
- Belajar Cepat (Accelerated Learning)
- Belajar Super (Super Learning)
- Belajar dengan Seluruh Otak (Suggestopedia)
- Belajar Sejati (True Learning)

Untuk suatu alasan yang akan dike-mukakan di depan, teknik ini kami sebut Quantum Method (Metode Quantum)


Anda harus mendapatkan keterampilan dan kecakapan baru, sepanjang hayat.
Begitu nasihat Bill Gates.

“Seolah-olah waktu itu sendiri telah menjadi lebih cepat dari dahulu, tidak ada kesempatan untuk berhenti dan menarik napas sebentar,”

Tidak ada komentar: