<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052</id><updated>2012-02-16T03:44:13.513-08:00</updated><title type='text'>Mika Panjaitan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-927788796825196634</id><published>2010-12-16T02:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T02:50:38.870-08:00</updated><title type='text'>TOLIKARA.......Salam dari Jayapura!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnuNw7hGPI/AAAAAAAAAUc/cQTBndliamQ/s1600/tolikara-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnn0mDdM6I/AAAAAAAAAUY/GVLCvyrHlsI/s1600/tolikara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnn0mDdM6I/AAAAAAAAAUY/GVLCvyrHlsI/s320/tolikara.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hasilnya?P&lt;/b&gt;&lt;b&gt;elajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara,&lt;/b&gt; dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan, Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari&amp;nbsp;Tolikara, Indonesia belajar!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisahnya dimulai dengan seorang "gila" bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah&amp;nbsp;sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi Asia Pacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda di Indonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari ...&amp;nbsp;Yohanes Surya ketemu dengan seorang "gila" lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara, pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraan off-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpa penutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadi sponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia juga mendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun.&amp;nbsp;John Tabo membangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue&amp;nbsp;olimpiade ini. Orang yang berfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiade astronomi seperti ini? bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yang harus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai infrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja!&amp;nbsp;John Tabo melakukan terobosan "gila".&amp;nbsp;Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yang akan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat, jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untuk membangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu "breakthrough" untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlu menunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka.&amp;nbsp;Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari 2010 di Karawaci untuk, kesemuanya "gila". 8 dari 15 anak tersebut direkrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematika yang rendah,&amp;nbsp;menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu.&amp;nbsp;Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7!&amp;nbsp;Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dan gurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwa apa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari dari sekolah!&amp;nbsp;Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2 "gila", yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10 bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yang diajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas.&amp;nbsp;Pendekatan mengajarnya juga "gila".&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnuNw7hGPI/AAAAAAAAAUc/cQTBndliamQ/s1600/tolikara-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnuNw7hGPI/AAAAAAAAAUc/cQTBndliamQ/s320/tolikara-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Astronomi adalah&amp;nbsp; kumpulan dari berbagai ilmu science: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajari fenomena jagad raya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai&amp;nbsp;dibidang astronomi didunia hanya dalam waktu 10 bulan??!!&amp;nbsp;Urusan ijin ternyata juga "gila-gilaan" &lt;i&gt;Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas&lt;/i&gt;. Akibatnya, untuk mendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visa dari negara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidak keluar.&amp;nbsp;Entah gimana ceritanya ...&amp;nbsp;Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang "gila" dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehingga kemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visa disaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukan anak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akan berfikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!!&amp;nbsp;Lalu siorang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 orang anggotanya yang kebetulan juga "agak gila" untuk datang menghadiri kegiatan olimpiade di Tolikara. jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsur&amp;nbsp;pemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang ini membawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2.&amp;nbsp;Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman, tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan dari pemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka di godok di Karawaci. Datang dan duduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini.&amp;nbsp;Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakarta mau datang melihat mereka di Tolikara.&amp;nbsp;Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selain perolehan medali-medali diatas:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara, meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwa dari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juara olimpiade science, yang akan&amp;nbsp;mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianya menuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anak Tolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anak Tolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaing ditingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing ditingkat dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tolikara membuktikan bahwa mereka dapat membangun "lebih cepat" jika cara berfikir "gila" ini diterapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapat dipercepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita perlu "A Tolikara Approach" untuk sebuah percepatan pembangunan Papua! &amp;nbsp;&amp;nbsp;Pesan moral dari kisah ini:&amp;nbsp;jadilah orang gila untuk membangun Indonesia lebih baik!&amp;nbsp;Never underestimate things!&amp;nbsp;Kesempatan ke Tolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harus selalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah&amp;nbsp;diperhitungkan dipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan dunia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Partogi Samosir&lt;br /&gt;Counsellor&amp;nbsp;Embassy of the Republic of Indonesia&amp;nbsp;Washington, D.C &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-927788796825196634?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/927788796825196634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=927788796825196634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/927788796825196634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/927788796825196634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/12/salam-dari-jayapura.html' title='TOLIKARA.......Salam dari Jayapura!'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TQnn0mDdM6I/AAAAAAAAAUY/GVLCvyrHlsI/s72-c/tolikara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-159629038489046412</id><published>2010-11-26T02:00:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T02:36:39.753-08:00</updated><title type='text'>Mengembalikan Kehormatan Guru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TO-ICPwxFRI/AAAAAAAAAUM/ZFDTNLB1HA8/s1600/smkn53+jakarta-2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TO-ICPwxFRI/AAAAAAAAAUM/ZFDTNLB1HA8/s400/smkn53+jakarta-2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak pernah ada dalam sejarah bangsa&lt;/b&gt; ini profesi guru begitu terpuruk di mata masyarakat seperti saat ini. Seringnya  guru mogok mengajar karena berdemonstrasi, citra guru yang rusak karena  tuntutan ujian nasional, dan kebijakan pendidikan yang abai terhadap  pengembangan profesional guru hanya beberapa kenyataan yang menunjukkan  betapa kehormatan guru telah hilang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengembalikan kehormatan guru tak  lagi bisa ditawar untuk menyelamatkan masa depan negeri ini. Tugas itu  tak ringan dan memerlukan kerja sama banyak pihak sesuai cakupan  tanggung jawab mereka. Hanya dengan pendekatan utuh dan sinergilah, kita  dapat mengembalikan kehormatan guru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiga sisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan  guru bisa diurai dengan melihatnya dari tiga sudut pandang: guru,  negara, dan masyarakat. Pertama, persoalan yang penting direfleksikan  oleh guru adalah bagaimana mereka tetap memiliki inspirasi pribadi yang  memberi landasan nilai, makna bagi perkembangan dirinya sebagai guru.  Inspirasi adalah sumber kekuatan, berupa nilai, prinsip pendidikan, dan  tujuan hidup yang diyakini sebagai dasar bagi pengembangan panggilan  pribadinya sebagai guru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki inspirasi yang kuat sebagai  guru berarti bahwa di tengah menumpuknya tugas rutin, guru tak pernah  boleh kehilangan idealismenya sebagai pembelajar. Rutinitas dan  keteraturan adalah ciri pendidikan formal. Persoalan seperti tugas  administrasi, membuat silabus, satuan pelajaran adalah bagian dari  kinerja guru. Oleh karena itu, beres secara administratif saja belum  cukup. Lebih dari itu, mampu merefleksikan dasar terdalam panggilan  sebagai guru bisa menjadi sumber rohani yang memungkinkan guru tetap  menemukan makna di tengah tantangan dan kesulitan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki  inspirasi sangat penting sebab dengan itu, guru dapat mempertahankan  kebebasan dan kemerdekaan sebagai pengajar. Kebebasan adalah dasar dari  pengembangan bermutu setiap profesi. Jika inspirasi tak ada, guru bisa  kering nilai dan tanpa makna menjalani panggilan sebagai guru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan,  guru bisa terpuruk sekadar jadi tukang yang melakukan sesuatu karena  disuruh atau diperintah orang lain, atau sekadar taat aturan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu  guru tak bisa bertindak seenak sendiri tanpa aturan yang sesuai dengan  prosedur. Negara, dalam hal ini pemerintah, telah memberi rambu hukum  dan peraturan yang membatasi profesi guru. Mengembalikan kehormatan guru  tak mungkin terjadi secara efektif dan sistematis tanpa campur tangan  negara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ruang kebebasan guru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh  karena itu, persoalan kedua yang mendesak dibuat oleh pemerintah untuk  mengembalikan kehormatan guru adalah diberikannya ruang bagi guru untuk  melaksanakan kebebasan profesionalnya sebagai guru dan pendidik. Ruang  ini selama ini telah direnggut oleh UN.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan yang merupakan  komunikasi antara anak didik dan guru jadi sebuah komunikasi teknis dan  instrumental karena tak ada lagi keautentikan suasana pembelajaran yang  terenggut karena tuntutan UN.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehormatan guru tak akan pulih dengan  efektif jika polemik seputar kebijakan UN tidak diselesaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara  memang telah memberi peraturan dan rambu untuk menyeleksi siapa saja  yang layak dan pantas mengajar di depan kelas melalui peraturan  perundang-undangan, terutama lewat sertifikasi. Namun, perlindungan atas  profesi guru—negeri dan swasta—belum terjadi secara sinergis.  Melindungi profesi guru dari terabasan berbagai kepentingan di luar  dunia pendidikan, yang sering kali mempolitisasi guru, adalah hal yang  mendesak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ketiga yang bisa membantu guru menemukan kembali  kehormatan adalah tanggung jawab masyarakat sebagai rekan kerja utama  para guru di sekolah, terutama orangtua. Mau tak mau, harus diakui,  sekolah kita banyak diintervensi oleh orangtua dan masyarakat yang  arogan, yang menganggap sekolah mesin produksi untuk memintarkan anak.  Bahkan, ada yang sekadar menganggap sekolah lembaga pemberi ijazah.  Mental dagang itu ada di masyarakat kita, dan guru harus berhadapan  dengan kultur yang tak kondusif ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mental dagang seperti tak  mau terlibat dengan pendidikan anak karena sudah bayar mahal sekolah  serta mental korup yang ada dengan membeli nilai atau ijazah adalah hal  yang merugikan anak dan melecehkan martabat guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, tak  jarang juga mental dagang itu ada dalam diri guru sendiri. Gejala jual  beli soal dan jawaban ujian, lobi orangtua untuk memperoleh nilai baik  untuk anaknya dengan cara ”membeli” guru pun, sering juga tak disadari  guru sebagai bagian yang sesungguhnya merusak martabatnya sebagai guru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat perlu sadar bahwa kehormatan guru bisa pulih jika masyarakat  membantu menciptakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan guru dan anak  didik. Tanpa bantuan masyarakat, pendidikan di sekolah tak akan  berkesinambungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengembalikan kehormatan guru adalah hal  mendesak. Tindakan yang bisa dibuat mesti sinergis dan simultan,  serentak bersama-sama tiga pihak yang berkepentingan dengan pulihnya  kehormatan dan martabat guru itu sendiri: guru, masyarakat, dan negara.  Hari Guru Nasional yang kita peringati kemarin merupakan momentum untuk  menyadari kembali, kehormatan guru harus segera dipulihkan demi  perbaikan pendidikan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni KA &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-159629038489046412?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/159629038489046412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=159629038489046412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/159629038489046412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/159629038489046412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/mengembalikan-kehormatan-guru.html' title='Mengembalikan Kehormatan Guru'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TO-ICPwxFRI/AAAAAAAAAUM/ZFDTNLB1HA8/s72-c/smkn53+jakarta-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4325155333490924747</id><published>2010-11-23T18:37:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T18:37:14.785-08:00</updated><title type='text'>My recent feature from the Irish Examiner on trying to implement the lessons of Rhonda Byrne’s The Power</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;a href="http://declancashin.com/wp-content/uploads/2010/11/The_Power_Rhonda_Byrne_happyguru.com_.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1693" height="400" src="http://declancashin.com/wp-content/uploads/2010/11/The_Power_Rhonda_Byrne_happyguru.com_.jpg" title="The_Power_Rhonda_Byrne_happyguru.com" width="312" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I tried. Honestly&lt;/b&gt;, I did. But no matter how much I deployed positive  thinking, or tried to visualise myself completing it, I just could not  finish reading &lt;em&gt;The Secret&lt;/em&gt;, Rhonda Byrne’s staggeringly successful (to the tune of 19m copies) self-help juggernaut. Struggling through &lt;em&gt;The Secret&lt;/em&gt;,  it brought to mind Dorothy Parker’s legendary line, ‘This is not a book  to be tossed aside lightly; it should be thrown with great force’.&lt;br /&gt;Suffice to say, I considered it a major challenge to get through Byrne’s follow-up &lt;em&gt;The Power&lt;/em&gt;,  but, by gum, I persevered in the name of research to apply its lessons  to my own life, and see what change, if any, this produced.&lt;br /&gt;So what is “The Power”? In a nutshell, “The Power” boils down to two  song titles: ‘All You Need is Love’ and ‘You Get What You Give’. Yes,  love is “the positive force of life”. Everything you want to be be, to  do or to have comes from love. If you approach everything in life from a  place of love – replacing all negative thoughts and feelings with  loving ones – then an “amazing life!” awaits you.&lt;br /&gt;I might be deeply cynical when it comes to self-help tomes, but I do  believe that even the genre’s most unutterable garbage can contain a  pearl or two of wisdom. I like &lt;em&gt;The Power’s &lt;/em&gt;underlying ideas of  thinking positively and trying to find the best in any given situation. I  firmly believe that such people are good examples to live by.&lt;br /&gt;But try as I might I can’t help but fall down in my quest to co-opt the tenets of &lt;em&gt;The Power&lt;/em&gt;.  I don’t think there’s enough love in the universe to make me feel good  about getting my ESB and phone bills (Byrne urges readers to be thankful  for the electricity rather than focusing on the negative aspects of  paying for it).&lt;br /&gt;Indeed, I’m sure the chapters in the book concerning money, and how  to make more of it, will be the most thumbed. After all, Rhonda Byrne  has made NAMA-amounts of cash on the back of these projects.&lt;br /&gt;Alas, the only revelation is to feel good about money, even if you  don’t have it. Those who feel good about money “magnetize it back to  them”. Believe me, I’ve been feeling good, and having loving thoughts  about money for a long time now, all to no avail.&lt;br /&gt;It didn’t work either when I tried to follow her theories about the  placebo effect in the section entitled ‘The Power and Health’. Have you  ever tried to think/love away a hangover? Even worse, Byrne suggests I  should be thankful for the hangover because “the waters of the body  receive all your feelings”, so they should be positive feelings if  possible.&lt;br /&gt;Byrne also wags her finger at readers for gossiping because “it’s  giving negativity, and that’s what you receive back”. I figured this  would be the easiest habit to change, but alas, within hours, I’m on IM  exchanging rumours about an Irish celebrity with a friend. But I did it  with love, I assure you.&lt;br /&gt;My main beef with &lt;em&gt;The Power&lt;/em&gt;, and &lt;em&gt;The Secret&lt;/em&gt; before  it, is that a huge amount of its lessons encourage, if not outright  depend on imagining what you want. I’m all for positive thinking, but  there’s a danger that vulnerable people could get trapped in a second  fantasy life that doesn’t, and might not ever exist.&lt;br /&gt;Won’t that just lead to further unhappiness or discontentment? Of  course, there probably isn’t much of a market for the one important idea  that Byrne doesn’t articulate in &lt;em&gt;The Power&lt;/em&gt;: that the larger your fantasy life is, the smaller your real one will be.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4325155333490924747?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4325155333490924747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4325155333490924747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4325155333490924747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4325155333490924747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/my-recent-feature-from-irish-examiner.html' title='My recent feature from the Irish Examiner on trying to implement the lessons of Rhonda Byrne’s The Power'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1421867194215962498</id><published>2010-11-23T18:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T18:13:40.770-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Swasta Diabaikan, Sampai Kapan?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Dalam perjalanan sejarah bangsa ini,&lt;/b&gt; sekolah swasta justru punya  andil luar biasa mencerdaskan kehidupan bangsa. Perguruan swasta atau  sekolah-sekolah yang didirikan masyarakat justru menjadi perintis  lahirnya sekolah di negeri ini.&lt;div class="quote"&gt;                 &lt;div&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_1.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="font12 pl_10 c_abu" style="background-color: #0b5394; color: #f3f3f3;"&gt;                   &lt;strong&gt;Ketika banyak sekolah swasta yang butuh dukungan, pemerintah harus turun tangan. Tetapi ini tidak terjadi.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="font12 pl_10 c_abu"&gt;&lt;i&gt;Darmaningtyas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&amp;nbsp; &lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_2.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah, ujar  Darmaningtyas, tidak boleh menutup pada pada sekolah-sekolah "Pemerintah tidak bisa begitu saja melupakan  peran sekolah swasta di negeri ini.  Ketika banyak sekolah swasta yang  butuh dukungan, pemerintah harus turun tangan. Tetapi ini tidak  terjadi," kata  Darmaningtyas, pengurus Majelis Luhur Perguruan  Tamansiswa, di Jakarta, Senin (22/11/2010).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;swasta  kecil atau gurem yang melayani anak-anak dari keluarga tidak mampu.  "Kalau pemerintah tidak sungguh-sungguh membantu sekolah swasta kecil  atau pinggiran, berarti pemerintah telah sangat diskriminatif pada  anak-anak bangsa lainnya yang juga berhak menyelesaikan pendidikan dasar  berkualitas," kata Darmaningtyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Darmaningtyas,  yang juga bergabung dalam Tim Advokasi Keadilan Pelayanan Pendidikan  Dasar Untuk Anak Bangsa, peran sekolah-sekolah swasta kini diabaikan dan  tidak ada keberpihakan pada sekolah swasta yang kontribusinya luar  biasa bagi negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Darmaningtyas mengatakan, kucuran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SD dan SMP swasta tergantung &lt;em&gt;political will &lt;/em&gt;dari  pemerintah daerah. Untuk memperoleh BOS tidak mudah, bahkan dana yang  diberikan tidak sesuai dengan jumlah siswa di sekolah swasta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Padahal,  sekolah itu butuh karena memang kemampuan terbatas. Apalagi sekolah  swasta yang melayani anak-anak dari keluarga tidak mampu," kata  Darmaningtyas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesempatan untuk pengembangan diri para guru juga  lebih dititikberatkan pada guru-guru pegawai negeri sipil (PNS).  Demikian juga dengan jatah sertifikasi guru, pemerintah memberikan porsi  yang kecil bagi guru swasta dibandingkan guru PNS.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong class="c_abu5"&gt;KOMPAS Ester Lince Napitupulu&lt;/strong&gt;, 22 November 2010&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1421867194215962498?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1421867194215962498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1421867194215962498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1421867194215962498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1421867194215962498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/sekolah-swasta-diabaikan-sampai-kapan.html' title='Sekolah Swasta Diabaikan, Sampai Kapan?'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-3831597660057636298</id><published>2010-11-23T05:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T05:21:29.086-08:00</updated><title type='text'>Antimateri Berhasil Diciptakan di Lab</title><content type='html'>&lt;div class="judul_artikel"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;Masih ingatkah Anda&lt;/b&gt; dengan novel &lt;em&gt;Angels and Demons&lt;/em&gt;  yang ditulis Dan Brown dan digubah dalam bentuk film berjudul sama yang  dibintangi Tom Hanks? Dalam cerita itu, dikisahkan kelompok yang  dikenal dengan nama "Illuminati" mencuri sesuatu yang dinamai  antimateri. Mereka akan menggunakan antimateri itu untuk meledakkan  gereja di Vatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan antimateri dalam cerita Dan Brown  memang fiktif. Namun, konsep antimateri adalah nyata dan secara  sederhana bisa dikatakan sebagai lawannya materi. Misalnya, jika  materinya adalah hidrogen, maka antimaterinya adalah antihidrogen.  Antimateri ini terdiri atas antipartikel, sama seperti materi yang  terdiri dari partikel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, ilmuwan fisika yang  bekerja di European Organization for Nuclear Research (CERN) mengumumkan  kepada pers bahwa mereka telah berhasil membuat dan mengisolasi  antimateri. Prestasi tersebut dilaporkan dalam jurnal &lt;em&gt;Nature&lt;/em&gt; edisi terbaru, Rabu (17/11/2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  artikelnya, para ilmuwan itu menyatakan bahwa CERN telah berhasil  membuat 38 anti-hidrogen dan mempertahankannya terlihat dalam waktu 170  milidetik. Antihidrogen itu berhasil dibuat setelah melewati 335  eksperimen. "Kami sangat puas. Ini hasil kerja keras selama lima tahun,"  kata Jeffrey Hangst, pembicara CERN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti-hidrogen dibuat dalam  kondisi vakum dan dijebak dalam medan elektromagnetik. Penjebakan ini  penting agar anti-hidrogen dapat tetap terlihat lebih lama. "Penelitian  bertujuan mempelajari anti-hidrogen. Kita takkan mampu melakukannya  tanpa menjebaknya," kata Cliff Surko, peneliti antimateri dari  University of California, San Diego. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti-hidrogen yang berhasil  dibuat terdiri dari anti-proton yang bermuatan negatif dan positron  yang bermuatan positif, lawan dari elektron. Tujuan peneliti membuat  anti-hidrogen adalah membandingkan energi yang dikandungnya dengan  energi pada hidrogen serta meneliti apakah antihidrogen juga mengalami  gaya elektromagnetik yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berhasil dalam pembuatan  anti-hidrogen kali ini, ilmuwan di CERN juga telah berhasil membuat  ribuan anti-hidrogen. Sementara itu pada tahun 1995, ilmuwan di CERN  juga telah melakukan observasi awal pada anti-hidrogen. Terobosan pada  eksperimen kali ini adalah keberhasilan untuk mempertahankan keberadaan  anti-hidrogen dalam waktu lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang antimateri sendiri sangat berguna dalam membuktikan teori &lt;em&gt;big bang&lt;/em&gt;. Dikatakan bahwa sebelum &lt;em&gt;big bang&lt;/em&gt; terjadi, materi dan antimateri terdapat dalam proporsi yang sama. Namun, setelah &lt;em&gt;big bang&lt;/em&gt;, antimateri seolah menghilang, membuat dunia kita sekarang didominasi oleh materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan  dari menghilangnya antimateri sendiri belum diketahui. "Untuk alasan  yang belum diketahui, alam 'membuang' antimateri. Ini memacu kita untuk  bekerja lebih keras, melihat rahasia yang ada dalam antimateri itu,"  kata Hangst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kali pertama memperkenalkan istilah antimateri adalah Arthur Schuster dalam publikasinya di jurnal &lt;em&gt;Nature &lt;/em&gt;tahun 1898. Sementara itu, perkembangan keilmuan tentang antimateri dimuai dari publikasi Paul Dirac pada tahun 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;—&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-3831597660057636298?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/3831597660057636298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=3831597660057636298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3831597660057636298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3831597660057636298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/antimateri-berhasil-diciptakan-di-lab.html' title='Antimateri Berhasil Diciptakan di Lab'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4716100159123328205</id><published>2010-11-10T01:31:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T09:00:49.167-08:00</updated><title type='text'>Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;div class="sidebar utility" id="utility-before-content"&gt;&lt;div class="widget widget_text widget-widget_text" id="text-321741534"&gt;&lt;div class="widget-inside"&gt;&lt;div class="textwidget"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sumpah Pemuda" class="alignleft" height="200" src="http://andy.web.id/wp-content/uploads/2009/10/SumpahPemuda.png" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" title="Sumpah Pemuda" width="138" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #073763; color: white;"&gt;&lt;i&gt;Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.&lt;br /&gt;Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Putusan Kongres Pemuda ke-2&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; pada &lt;i&gt;&lt;b&gt;28 Oktober 1928&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dapat dikatakan &lt;b&gt;Sumpah Pemuda&lt;/b&gt; tidak mempunyai naskah otentik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang ada adalah naskah otentik &lt;i&gt;&lt;b&gt;Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Putusan kongres itulah yang mengalami rekonstruksi simbolik menjadi &lt;b&gt;Sumpah Pemuda&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kongres Pemuda 28 Oktober 1928&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; itu pulalah diperdengarkan untuk pertama kalinya &lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Lagu Indonesia Raya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; setelah &lt;i&gt;&lt;b&gt;WR Supratman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; memberanikan diri menggesekkan biolanya untuk mengiringi sekumpulan paduan suara yang bersemangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat terasa dalam hati sanubari kita bahwa putusan kongres yang akhirnya mengalami rekonstruksi simbol&amp;nbsp; itu dimaksudkan untuk memotivasi, meningkatkan rasa memiliki, meningkatkan rasa kebangsaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, terasa juga bahwa semakin lama &lt;b&gt;Sumpah Pemuda&lt;/b&gt; diperlakukan tak ubahnya sebagai simbol semata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #073763; text-align: justify;"&gt;Apakah Indonesia&amp;nbsp; &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;belum&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; sudah merdeka!!!…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4716100159123328205?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4716100159123328205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4716100159123328205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4716100159123328205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4716100159123328205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/sumpah-pemuda.html' title='Sumpah Pemuda'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4573923286423556517</id><published>2010-11-03T19:17:00.000-07:00</published><updated>2010-11-16T09:08:08.512-08:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN ANTIKORUPSI Jujur kepada Siswa, Itu Saja Dulu...</title><content type='html'>&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kurikulum pendidikan antikorupsi&lt;/span&gt; di sekolah sebaiknya tidak dijadikan satu mata pelajaran, tetapi cukup dijadikan satu topik pembahasan di mata pelajaran tertentu. Hal tersebut diungkapkan Dr Karnadi, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta atau UNJ, Rabu (3/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;&lt;div&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_1.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="font20 c_abu pd_10" style="background-color: #073763; color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Guru harus jujur tentang nilai. Jika nilai jelek, tidak perlu dikatrol. Atau mengajarkan jika menemukan barang orang lain segera dilaporkan. &lt;/b&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div class="font12 pl_10 c_abu" style="background-color: #073763; color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karnadi&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_2.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;"Jika dijadikan satu mata pelajaran, sangat pemborosan. Cukup dijadikan satu topik pembahasan di mata pelajaran tertentu. Namun, itu semua juga perlu didukung pembelajaran dari teman, keluarga, guru, dan lingkungan sekitar," lanjut Karnadi.&lt;br /&gt;Karnadi mengungkapkan, sekolah harus ajarkan kejujuran kepada anak didiknya. Salah satu caranya, sekolah harus jujur dan terbuka, misalnya, mengenai uang sekolah atau nilai ujian. Intinya, kata Karnadi, tujuan kurikulum antikorupsi ini adalah agar anak mengerti jika korupsi tidak baik.&lt;br /&gt;"Itu semua bisa diajarkan lewat guru. Guru harus jujur tentang nilai. Jika nilai jelek, tidak perlu dikatrol. Atau, ajarkan (anak) jika menemukan barang orang lain, segera dilaporkan. Semua bisa dilakukan lewat hal-hal kecil, tetapi dalam aktivitas sehari-hari sehingga mudah diingat oleh anak," imbuh Karnadi.&lt;br /&gt;Menurutnya, lebih baik belajar Matematika dengan kejujuran atau memahami agama dengan kejujuran. Namun, itu harus dimulai dari para pendidik sehingga apa yang diajarkan dan dilakukan sama oleh peserta didiknya.&lt;br /&gt;"Kejujuran tidak hanya identik dengan uang. Masih ada hal kecil lain yang bisa diajarkan lewat sekolah. Ajarkan hal ini sedini mungkin sejak sekolah dasar, maka akan diingat terus hingga ke depannya," ucap Karnadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/b&gt; —&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4573923286423556517?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4573923286423556517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4573923286423556517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4573923286423556517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4573923286423556517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/pendidikan-antikorupsi-jujur-kepada.html' title='PENDIDIKAN ANTIKORUPSI Jujur kepada Siswa, Itu Saja Dulu...'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-8232935561121126487</id><published>2010-11-02T09:11:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T19:40:10.365-08:00</updated><title type='text'>Ujian Nasional Tetap Dilaksanakan Tahun Depan</title><content type='html'>&lt;div class="foto-hl-sedang"&gt;&lt;div class="crop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="artikel"&gt;&lt;b&gt;Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional,&lt;/b&gt; Dodi Nandhika mengungkapkan bahwa Ujian Nasional (UN) akan tetap dilaksanakan pada tahun depan. "Dalam rapat senin kemarin dengan DPR kita sepaham bahwa UN tetap dibutuhkan,"katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (27/10).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meskipun begitu, pelaksanaan UN masih terus dibahas dalam Panitia Kerja Komisi X dan juga Badan Litbang Kemendiknas. "Bagaimana metodenya nanti, itu belum ada keputusan," ujar Dodi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu juga dengan perihal apakah UN akan dijadikan sebagai penentuan kelulusan siswa atau tidak serta nilai ambang batas kelulusan. "Belum diputuskan juga. Secepatnya akan diusahakan selesai agar sekolah segera mendapat kejelasan," jelas Dodi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ujian Nasional saat ini tengah menjadi polemik dalam dunia pendidikan. Pengamat pendidikan dari Education Reform Suparman sebelumnya menyebutkan bahwa UN sebaiknya ditiadakan karena memberikan ketakutan psikologis kepada siswa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Protes juga muncul dari beberapa kalangan yang mengharapkan agar tahun depan UN tidak lagi dilaksanakan dan dijadikan penentu kelulusan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;RIRIN AGUSTIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-8232935561121126487?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/8232935561121126487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=8232935561121126487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8232935561121126487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8232935561121126487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/ujian-nasional-tetap-dilaksanakan-tahun.html' title='Ujian Nasional Tetap Dilaksanakan Tahun Depan'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-3884844376560049903</id><published>2010-11-01T18:48:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T18:48:00.399-07:00</updated><title type='text'>Jangan Salah Pilih Jurusan!</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;Memilih jurusan studi Anda setelah lulus SMA&lt;/b&gt; tahun ini mungkin bukan perkara mudah. Di satu sisi biaya kuliah terus naik, sementara di sisi yang lain lapangan kerja pun kian hari kian sedikit. Nah, sudah yakin dengan pilihan Anda? Pikir dulu matang-matang, sesal tiada guna.&lt;br /&gt;Ya, di tengah situasi ekonomi serba sulit saat ini, Anda tentu termasuk siswa yang beruntung bisa melanjutkan kuliah. Untuk itu, jangan sia-siakan keberuntungan tersebut hanya lantaran salah pilih jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, salah pilih jurusan bukan momok menakutkan. Hanya saja, sedini mungkin harus dipertimbangkan baik-baik. Jangan sampai Anda kelak merasa "salah jalan", kecewa dan menyesal, kuliah pun akhirnya bermalas-malasan.&lt;br /&gt;Dus, yang terjadi bukan untung malah buntung. Anda pun kemudian memilih pindah jurusan. Lagi-lagi, Anda harus merogoh kocek, sebaliknya waktu terus berjalan meninggalkan Anda yang tengah bingung sendirian. Di titik paling parah, Anda pun akhirnya sulit memeroleh kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips: Yakinkan Perencanaan Studi Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Baik itu di sebuah fakultas, akademi, atau sekolah tinggi, setiap jurusan yang Anda pilih tentu menawarkan materi, sifat pembelajaran, serta kurikulum yang berbeda. Nah, tips-tips berikut bisa menjadi pertimbangan Anda, apakah Anda akan semakin yakin pilihan Anda telah sesuai atau sebaliknya, perlu perencanaan ulang dengan cepat mengingat waktu terus berputar dan semakin mepet di ambang tahun ajaran baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gali Minat, Pertajam Bakat, Teropong Cita-Cita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak, Anda tidak akan salah pilih jurusan jika pilihan telah sesuai minat dan bakat Anda. Disertai ketekunan, minat dan bakat Anda akan berjalan beriringan, sehingga Anda perlu memilih jurusan yang bisa memenuhi cita-cita Anda berkat minat dan bakat itu.&lt;br /&gt;Ingat, minat dan bakat adalah investasi yang semakin lama akan tumbuh besar bersama pilihan studi yang tepat dan sesuai keinginan, serta cita-cita Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Data dan Informasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah era global, Anda bebas dan mudah mencari informasi kapan dan di mana saja. Tidak di surat kabar, Anda bisa lari ke internet. Bahkan, internet adalah keran paling deras buat Anda mencari informasi, baik itu keunggulan jurusan yang Anda pilih, daya dukung pengelola studi terhadap pilihan Anda, beasiswa dan sebagainya.&lt;br /&gt;Memang, kadang tidak akan cukup hanya berbekal informasi sebatas tertulis. Keterangan lengkap dan secara langsung kebutuhan informasi bisa Anda dapatkan langsung di pusat-pusat informasi studi di lembaga pendidikan, kampus, atau akademi tertentu. Bahkan, pameran-pameran saat ini semakin banyak diselenggarakan sebagai tempat paling pas buat Anda mencari informasi pasca menjalankan UN.&lt;br /&gt;Jadikan semua informasi adalah akurat. Alhasil, Anda pun puas tanpa mudah terpengaruh saran orang lain yang tidak menguasai informasi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biaya dan lokasi studi ibarat dua mata uang yang sulit dipisahkan sebagai pertimbangan Anda. Sebutlah, jika jurusan yang Anda minati di sebuah kampus tertentu sudah sesuai. Ternyata, lokasi kuliah jauh dari tempat tinggal.&lt;br /&gt;Sedikit banyak, itu tentu memengaruhi pengeluaran Anda. Belum lagi biaya studi yang terkait kurikulum atau mata kuliah. Di sebuah jurusan yang banyak metode kuliah praktik dan kegiatan lapangan kerap mengharuskan Anda mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dan silahkan, tambahkan biaya-biaya itu dengan biaya lain seperti buku, ongkos, biaya hidup jika harus tinggal di kos, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tetapi, itu semua bukan halangan. Camkan, Anda bukan lagi seorang siswa SMA, melainkan seorang mahasiswa yang mampu hidup mandiri. Maka, atur manajemen waktu Anda, carilah kerja paruh waktu atau bisnis kecil-kecilan untuk menambal saku Anda yang "bocor" demi kelangsungan studi sebagai masa depan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kualitas dan Kuantitas Jurusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu terbebani untuk duduk di PTN atau PTS favorit. Perhitungan Anda harus mantap, karena daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit tentu berbeda dengan kampus pilihan Anda sendiri yang tanpa seleksi ketat. PTNS/PTS favorit, dengan menonjolkan jaminan kualitas, daya tampung mahasiswanya tentu menjadi "kue" rebutan banyak orang.&lt;br /&gt;Untuk itu, gali lagi peluang Anda dengan mengukur semua kemampuan. Yang lebih penting, siapkan cadangan selekasnya dengan tetap mengikuti panduan ini sebagai pertimbangan Anda memilih studi. Anda jangan seolah terjebak situasi, lantaran gagal UN akhirnya malah tidak menimba ilmu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karir dan Pekerjaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, Anda bekerja sesuai latar belakang keilmuan. Tetapi, berapa banyak sarjana atau insiyur saat ini yang menganggur atau banting stir untuk bekerja di bidang lain meskipun jauh dari bidang studinya? Jika demikian, apakah mereka telah salah memilih jurusan?&lt;br /&gt;Tidak. Dengan berkonsultasi dulu dengan orang tua Anda, selalu yakinlah, bahwa tidak semua perusahaan saat ini hanya melihat dan membutuhkan Anda semata karena latar belakang pendidikan. Ya, seorang insiyur bisa diperlukan untuk berubah menjadi wartawan, psikolog bisa menyulap dirinya sebagai pemandu arung jeram profesional, seorang ahli komputer terpaksa harus menjadi kondektur sampai akhirnya menjadi pengusaha rental mobil besar dengan omset jutaan rupiah perbulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman terus berubah. Tetapi satu yang tidak, semangat Anda untuk maju melawan perubahan tersebut. Anda seorang calon mahasiswa yang merasa sudah mampu, berani, serta penuh semangat untuk menjalani studi? Kiranya, jurusan yang sudah Anda pilih saat ini memang sudah tepat buat meneropong cita-cita Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-3884844376560049903?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/3884844376560049903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=3884844376560049903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3884844376560049903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3884844376560049903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/jangan-salah-pilih-jurusan.html' title='Jangan Salah Pilih Jurusan!'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1725706724367274558</id><published>2010-11-01T18:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T18:43:57.199-07:00</updated><title type='text'>RENCANA STUDI Tiga Faktor Kamu Salah Pilih Jurusan</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;b&gt;Ternyata,&lt;/b&gt; masih banyak siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan ujian nasional dan berencana melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi cenderung memilih program studi hanya berdasarkan tren, teman dekat, bahkan ada yang hanya menuruti keinginan orangtuanya untuk memilih sebuah program studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;melalui wawancara singkat dengan 10 pelajar di Jakarta, Kamis (29/4/2010), faktor yang menjadi penentu pemilihan program studi itu masih didominasi oleh tiga hal. Pertama, pemilihan menurut referensi orangtua. Kedua, pilihan didasarkan pada tren terkini, baik itu perguruan tinggi ternama maupun program studi yang memang sedang banyak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, faktor ketiga adalah faktor teman. Pemilihan ini hanya berdasarkan keinginan untuk tetap dekat dengan teman-teman karib atau sahabat yang memilih perguruan tinggi atau program studi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pun mengakui, memang, tidak banyak yang benar-benar memilih perguruan tinggi sesuai bakat dan minatnya. Sampai saat ini pun kita belum menjadikan tes bakat dan minat sebagai langkah awal memilih perguruan tinggi, padahal itu sangat penting karena kebutuhan di dunia kerja akan selalu berubah," tutur Sudino Lim, CEO Inti College Indonesia, Kamis (29/4/2010) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data survei tenaga kerja nasional yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) tahun 2009 lalu, tingginya jumlah pengangguran di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. Data tersebut mengungkapkan, dari 21,2 juta orang Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengkhawatirkan lagi, tingkat pengangguran terbuka itu didominasi oleh lulusan diploma dan universitas dengan kisaran angka di atas 2 juta orang. Merekalah yang kerap disebut dengan "pengangguran akademik" akibat "salah" memilih jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rata-rata anak-anak di luar negeri itu sudah lebih mandiri. Pengetahuan mereka dan kebutuhan mereka akan literasi mencari jurusan lebih terbuka. Seminar-seminar karier yang penting di sini kurang betul diikuti dan justru sering dilupakan orangtua siswa," ujar Lim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1725706724367274558?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1725706724367274558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1725706724367274558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1725706724367274558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1725706724367274558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/rencana-studi-tiga-faktor-kamu-salah.html' title='RENCANA STUDI Tiga Faktor Kamu Salah Pilih Jurusan'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-2701514886807139603</id><published>2010-11-01T18:40:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T18:40:31.921-07:00</updated><title type='text'>MEMILIH JURUSAN Kapan Seharusnya Tes Minat dan Bakat?</title><content type='html'>&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_10"&gt;&lt;!-- s: images --&gt;         &lt;div class="img310"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- e: terkait --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tes bak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;at dan minat &lt;/span&gt;siswa sebelum memilih jurusan penting&lt;/b&gt; dilakukan jika siswa tidak mengetahui potensi yang dimilikinya dan akan diarahkan ke mana kelak masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;                 &lt;div&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_1.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="font20 c_abu pd_10"&gt;                   &lt;strong&gt;Ketika si anak belum tahu apa yang diinginkan, hobinya apa, minatnya apa, bahkan cita-citanya, tes minat dan bakat itu penting untuk dia. &lt;/strong&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div class="font12 pl_10 c_abu"&gt;-- Roslina Verauli&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_2.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;"Apalagi sekarang ini jurusan atau bidang studi di perkuliahan semakin luas sesuai tuntutan zaman dan cenderung menawarkan keahlian yang bukan saja teori melainkan juga praktis. Maka, ketika si anak belum tahu apa yang dia inginkan, hobinya sebetulnya apa, minatnya apa, bahkan cita-citanya, tes minat dan bakat itu penting untuk dia," ujar psikolog anak dari Universitas Indonesia (UI), Roslina Verauli, kepada &lt;strong&gt;Kompas.com &lt;/strong&gt;di Jakarta, Senin (3/6/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes minat dan bakat selama ini, ujar Roslina, cenderung mengarah pada tes kecerdasan akademis, yang mengarahkan anak pada pilihan kemampuan akademiknya. Sementara itu, lanjut dia, bidang-bidang studi atau jurusan yang ada sekarang semakin banyak dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tes bakat itu akan melihat kemampuan atau potensi kecerdasan umum si anak, berupa kemampuan berpikir logis atau nalar, itu semua akan terukur. Nah, nanti, dari kemampuan penalaran itu bisa diukur lagi, apakah kemampuan nalar si anak itu lebih mengarah ke visual atau abstrak, apakah kelebihannya pada kemampuan matematika atau sosial?" ujar Roslina.&lt;br /&gt;Roslina menambahkan, dari tes minat-bakat itu kemudian juga bisa terukur kemampuan-kemampuan khusus si anak. Semisal, kata dia, ternyata si anak memiliki kelebihan khusus di bidang-bidang yang bersifat administratif atau sebaliknya yang membutuhkan kreatifitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti akan muncul gambaran profil si anak yang bisa disesuaikan dengan kepribadiannya dan kemudian akan digabungkan kedua-duanya, semisal apakah si anak berkepribadian &lt;em&gt;introvert &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;extrovert&lt;/em&gt;, apakah si anak lebih suka bekerja sendiri atau lebih senang bekerja dengan orang lain, si anak cenderung menyukai rutinitas atau fleksibilitas. Dari penggabungan-pengabungan potensi umum dan khusus itulah bisa diperkirakan peminatan anak ini akan ke mana," ujar Roslina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, ujar dia, setiap orang adalah &lt;em&gt;the right person &lt;/em&gt;yang punya potensi unik masing-masing. Hanya, ada yang kemudian menjadi sukses atau tidak sukses.&lt;br /&gt;"Semua keputusan akhirnya akan dikembalikan pada si anak. Sukses itu karena kebetulan dalam perkembangannya si anak berada dalam kondisi yang disebut dengan &lt;em&gt;the right place," &lt;/em&gt;ujar Roslina&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Roslina menambahkan, sebetulnya bukan di Indonesia saja ada anggapan bahwa anak merupakan "perpanjangan" dari keberhasilan orang tuanya. Banyak orang tua di luar negeri pun berharap, bahwa kelak, ambisi-ambisi mereka yang belum tercapai bisa terealisasi lewat si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu perlu dipastikan, bahwa si anak bisa mendapatkan &lt;em&gt;the right place&lt;/em&gt;. Yaitu tempat di mana si anak dapat berkembang potensinya sesuai bakat dan minatnya. Perlu dicamkan para orang tua, bahwa kecerdasan minat atau bakat belum tentu sama antara mereka dan anaknya, maka, jika dipaksakan, hasilnya bisa ditebak sendiri," timpal Roslina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-2701514886807139603?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/2701514886807139603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=2701514886807139603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/2701514886807139603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/2701514886807139603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/memilih-jurusan-kapan-seharusnya-tes.html' title='MEMILIH JURUSAN Kapan Seharusnya Tes Minat dan Bakat?'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1438145480884556223</id><published>2010-11-01T18:32:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T18:32:56.940-07:00</updated><title type='text'>MENENTUKAN JURUSAN Terlalu Dini Gunakan Tes Minat dan Bakat</title><content type='html'>&lt;div class="artikel"&gt;&lt;div class="tab_1" id="foto1" style="display: block;"&gt;&lt;div align="right" class="font10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;&lt;!-- e: terkait --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;b&gt;Tes minat dan bakat&lt;/b&gt; bisa dilakukan untuk menilai potensi belajar dan keminatan para siswa agar lebih memahami potensinya dalam menentukan jurusan perkuliahan. Tetapi, hal itu bukan satu-satunya faktor untuk meneropong bakat dan minat siswa.&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;                 &lt;div&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_1.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="font20 c_abu pd_10"&gt;                   &lt;strong&gt;Lihat dulu orientasi atau kecenderungan si anak waktu kecil. &lt;/strong&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div class="font12 pl_10 c_abu"&gt;-- Winarno Surakhmad&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;img alt="" height="38" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/images/quote_2.gif" width="43" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Demikian diungkapkan Winarno Surakhmad, Guru Gesar Pendidikan dan mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di acara X-cel Brain Xploration; Test Minat Bakat 5.000 Siswa, Kamis (29/10/2010), di Jakarta. Winarno mengatakan, tes semacam itu bukan satu-satunya jalan, karena masih ada beberapa banyak faktor lain seperti tes IQ, &lt;em&gt;spiritual intelegence test&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;emotional intelegent test &lt;/em&gt;dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika sudah punya kesukaan terhadap suatu bidang itu sudah poin plus buat diri kita sendiri," lanjut Winarno.&lt;br /&gt;Winarno bilang, zaman dahulu dikenal dengan pola tes IQ untuk menggambarkan potensi diri seorang anak. , Jika IQ mencapai di atas 140, lanjut dia, anak sudah dianggap pintar.&lt;br /&gt;Namun, seiring perkembangan zaman pola itu sudah berubah. Tidak ada penelitian yang menggatakan jika IQ anak di atas 140 itu otomatis adalah anak pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian zaman sekarang sudah banyak vitamin yang menjamur, yang katanya bisa mencerdaskan siswanya, namun belum ada pembuktian soal itu," lanjut Winarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendekatan guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Vitamin tidak bisa dijadikan patokan. Alangkah baiknya, lanjut Winarno, jika pola yang diterapkan adalah menjadikan seorang guru dekat atau mau melakukan pendekatan kepada siswanya. Pendekatan ini terutama dilakukan oleh pihak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru harus bisa  memahami siswanya, jangan sebaliknya, siswa yang memahami gurunya," ucap Winarno.&lt;br /&gt;Winarno menegaskan, tidak ada siswa yang bodoh. Yang betul, kata dia, siswa itu belum bertemu dengan guru yang pintar.&lt;br /&gt;Dia menilai, masih terlalu dini tes bakat dan minat dijadikan pola pendekatan untuk menentukan jurusan yang akan diambil siswa untuk melanjutkan kuliahnya di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat dulu orientasi atau kecenderungan si anak waktu kecil," imbuh Penasihat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1438145480884556223?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1438145480884556223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1438145480884556223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1438145480884556223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1438145480884556223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/menentukan-jurusan-terlalu-dini-gunakan.html' title='MENENTUKAN JURUSAN Terlalu Dini Gunakan Tes Minat dan Bakat'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1432870389318937080</id><published>2010-11-01T05:32:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T05:32:41.796-07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Cara Instan Cerdaskan Anak</title><content type='html'>&lt;div class="judul_artikel"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="artikel"&gt;&lt;div class="tab_1" id="foto1" style="display: block;"&gt;&lt;img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/21/0958113620X310.jpg" /&gt;&lt;div align="right" class="font10"&gt;shutterstock&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- e: terkait --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;Tidak ada guna bagi orangtua&lt;/b&gt; menyertakan anaknya dalam pelatihan aktivasi otak tengah yang diklaim bisa mencerdaskan seorang anak dalam waktu singkat. Untuk membuat anak menjadi pintar, orangtua harus menekankan buah hatinya agar rajin belajar sambil membangkitkan minat dan bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat pelatihan aktivasi otak tengah itu tidak bermanfaat karena tidak mungkin seorang anak jadi pintar dalam dua hari," ujar guru besar Psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, Jumat (29/10/2010) di Jakarta.&lt;br /&gt;Pria yang akrab disapa Mas Ito ini ragu bahwa kecerdasan anak bisa meningkat dengan cepat dalam 48 jam. "Untuk orangtua yang berpunya, uang sebesar Rp 3,5 juta itu tak seberapa.&lt;br /&gt;Tapi, kasihan pada sang anak kalau gagal memenuhi harapan ayah dan ibunya, menjadi orang pandai seperti Einstein," tutur pakar Psikologi Sosial itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ito juga memastikan bahwa di dalam psikologi tidak dikenal istilah aktivasi otak tengah atau &lt;em&gt;mid-brain&lt;/em&gt;. Ia mengkhawatirkan, anak bisa menjadi takut kalau dipaksa oleh orangtuanya untuk ikut kegiatan yang mengklaim otak tengah anak masih dapat diaktifkan.&lt;br /&gt;Menurut Sarlito, kecerdasan seorang anak tergantung pada sikap rajin belajar si anak. Orangtua perlu memberikan latihan asosiasi kepada anaknya.&lt;br /&gt;"Orangtua juga harus mencari minat dan bakat yang dimiliki anak hingga kemudian orangtua terus berusaha mendukung dan membangkitkan minat dan bakat tersebut," kata peraih gelar doktor pada tahun 1978 di University of Leiden, Belanda, itu.&lt;br /&gt;Sarlito meminta kalangan guru untuk memberikan pengajaran yang menyenangkan dan menghibur bagi muridnya sehingga ilmu bisa lebih cepat diserap tanpa disertai kebosanan dan ketakutan. "Saya yakin anak mampu menjadi sosok yang cerdas apabila sang anak diberikan dorongan dan kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakatnya sendiri. Dan, untuk mencapai titik cerdas itu, tidak cukup dalam waktu instan," ungkapya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1432870389318937080?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1432870389318937080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1432870389318937080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1432870389318937080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1432870389318937080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/11/tak-ada-cara-instan-cerdaskan-anak.html' title='Tak Ada Cara Instan Cerdaskan Anak'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-3300615442816828046</id><published>2010-10-27T21:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T22:00:35.425-07:00</updated><title type='text'>Kampus Universitas Indonesia</title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading clearfix"&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://simak.ui.ac.id/component/content/article/42-features-news/330-kampus-universitas-indonesia"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-content"&gt;&lt;div class="img_caption left" style="float: left;"&gt;&lt;img align="left" alt="Doc: Humas" border="0" class="caption" src="http://simak.ui.ac.id/images/stories/demo/sam-01.jpg" style="border: 0pt none; float: left;" title="Doc: Humas" /&gt;&lt;/div&gt;Kuliah di UI berarti "menghuni" di kota Depok. Istilah ini tidak berlebihan karena 80% lebih kampus UI berada di kotamadya Depok. Untuk mahasiswa baru yang bukan penduduk Depok mungkin perlu sedikit beradaptasi dengan kehidupan kota kecil yang sekarang telah berubah secara administratif menjadi sebuah Kotamadya. &lt;br /&gt;Secara umum kota Depok bisa disebutkan kota pelajar. Di kota ini, selain berdiri kampus Universitas Indonesia, juga ada kampus Universitas Gunadarma, Bina Sarana Informatika, Universitas Pancasila dan lain lain. Sehingga sebagai sebuah kota yang memiliki atmosfer akademik yang lengkap dan cukup komprehensif. Ini adalah sebuah nilai plus Depok sebagai sebuah "rumah singgah".&lt;br /&gt;Secara umum biaya hidup relatif rendah dibanding Jakarta&lt;br /&gt;, plus ditunjang banyaknya fasilitas penunjang kebutuhan akademik seperti penyewaan buku, toko buku, rumah makan dan pusat perbelanjaan tersedia dengan harga yang relatif terjangkau dengan kantong mahasiswa. Untuk kebutuhan non akademik seperti tempat ibadah pun Kota Depok hampir tidak kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Copyright © 2010 SIMAK UI. All Rights Reserved&lt;/small&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-3300615442816828046?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.seleksiptn.com' title='Kampus Universitas Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/3300615442816828046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=3300615442816828046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3300615442816828046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3300615442816828046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/10/kampus-universitas-indonesia.html' title='Kampus Universitas Indonesia'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6857045163459163232</id><published>2010-10-27T21:52:00.001-07:00</published><updated>2010-10-27T21:54:54.310-07:00</updated><title type='text'>SIMAK UI 2011</title><content type='html'>&lt;div class="article-content"&gt;&lt;img border="0" class="caption" src="http://simak.ui.ac.id/images/stories/makara%20ui%20complete.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi Masuk (SIMAK) Univ. Indonesia adalah &lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;pola seleksi secara nasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi. SIMAK-UI adalah seleksi masuk untuk jenjang program S1 Regular, Vokasi, S1 Paralel dan S1 KKI, S2, Profesi dan S3 secara bersamaan. Dalam upaya pemerataan kesempatan belajar di UI, maka SIMAK-UI &amp;nbsp;dilaksanakan secara NASIONAL serentak di seluruh Indonesia dan Luar Negeri, sehingga siswa atau siapapun yang ingin masuk UI dapat mengikuti seleksi di 47 lokasi kota terdekat dengan tempat tinggalnya, tanpa harus datang ke Depok. Untuk TA 2011/2012, SIMAK-UI direncanakan tanggal 3 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;SIMAK-UI BUKAN jalur MANDIRI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;,dan UI tidak memiliki jalur Mandiri. Untuk Jenjang S1 Reguler, Biaya Pendidikannya sama jika diterima melalui jalur masuk lainnya seperti jalur PPKB (PMDK), UMB/SNMPTN dan Prestasi. Besarnya Biaya Pendidikan di S1 Regular adalah BERKEADILAN, bergantung kemampuan orangtua.&lt;br /&gt;Komponen BP yaitu BOP persemester yang besarnya &lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;MIN Rp 100.000,- hingga MAX&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Rp 5.000.000,- kelompok PS IPS dan MAX Rp 7.500.000,- kelompok PS IPA tergantung pada kemampuan orangtua, dimana &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;tidak ada lagi biaya SKS&lt;/span&gt;, biaya praktikum dan biaya tambahan lainnya.&lt;br /&gt;Komponen BP lainnya adalah Uang Pangkal yang dibayarkan sekali pada saat masuk (bisa dicicil) yang besarnya &lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;NOL hingga MAX&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Rp 5jt, 10jt atau 25jt (tergantung pada fakultasnya). Nilai Uang Pangkal sangat bergantung pada kemampuan orangtua.&lt;br /&gt;Pendaftaran secara online akan dimulai Januari 2011 dan berakhir direncanakan akhir Februari 2011. Dengan sekali ujian SIMAK-UI, siswa SMA dapat memilih S1 Regular, S1 Paralel, Vokasi dan atau S1 Kelas Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Copyright © 2010 SIMAK UI. All Rights Reserved&lt;/small&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6857045163459163232?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.seleksiptn.com' title='SIMAK UI 2011'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6857045163459163232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6857045163459163232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6857045163459163232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6857045163459163232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/10/simak-ui-2011.html' title='SIMAK UI 2011'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6913025180198102574</id><published>2010-10-27T21:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T21:46:17.562-07:00</updated><title type='text'>Road Map to Universitas Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TMj_RarF7HI/AAAAAAAAAPM/5_if64AtJ_U/s1600/simak2011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TMj_RarF7HI/AAAAAAAAAPM/5_if64AtJ_U/s400/simak2011.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa Keistimewaan Program ini?&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dilatih dengan baik oleh pengajar yang layak di percaya   dan profesional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Terencana dengan baik,  menggunakan Modul yang &lt;/li&gt;di lengkapi dengan kisi-kisi dan  prediksi soal yang akurat.&lt;li&gt; Motivasi dan pengarahan  jurusan di UI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Menggunakan&amp;nbsp; Metode QUIN yang sudah terbukti handal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img src="http://seleksiptn.com/simakui/images/simakui2011.gif" /&gt;   &lt;b&gt;SIMAK UI 2011:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kesempatan terbesar &lt;br /&gt;masuk UI &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gelombang  I&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; :  Start 1 November 2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gelombang  II &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Start 29 November 2010 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilihan  hari :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;2 kali seminggu @ 2 mata pelajaran&lt;br /&gt;3 kali seminggu @ 2 mata pelajaran&lt;br /&gt;Tersedia pilihan hari termasuk Sabtu dan  Minggu&lt;br /&gt;8-15 siswa per kelas &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Investasi mulai dari:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Rp. 2.750.000,- (Sudah termasuk modul SIMAK+UN  dan diskusi)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tersedia Kelas Garansi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BURUAN DAFTAR SEKARANG!!!&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;KE CABANG QUIN TERDEKAT&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adalah program Super Intensif SIMAK UI&amp;nbsp; eksklusif yang hanya ada di QUIN &lt;/b&gt;berupa: pengukuran,  program, simulasi, milestones &lt;b&gt;&lt;u&gt;yang terukur&lt;/u&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;sejak sekarang sampai dengan &lt;u&gt;SIMAK  UI 2011&lt;/u&gt;. &lt;b&gt;Melalui “Road Map To UI“&lt;/b&gt; siswa dipersiapkan dari awal secara optimal  sehingga memiliki kesempatan terbesar masuk Universitas Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Aktivitas Road Map To UI:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;First Step To UI:&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;Pengukuran awal  Potensi Dasar  &lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (17 Oktober 2010).&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;PROGRAM SUPER INTENSIF SIMAK UI:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Pendalaman materi  tahap I  &lt;i&gt;(Gel. I: 1 November 2010 s/d 2 April 2011).&lt;/i&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;GRAFITY&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(Get Ready for FISIP UI tryout):&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ujicoba  dengan calon peserta SIMAK UI 2011  se  Indonesia, (kerjasama BEM FISIP UI dan QUIN)&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;i&gt;(28 November 2010).&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;PROGRAM SUPER INTENSIF SIMAK UI: &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Pendalaman materi  tahap II  &lt;i&gt;(Gel. II: 29 November 2010 s/d 2 April 2011).&lt;/i&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Simulasi SIMAK UI 2011 -1:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ujicoba dengan soal-soal  prediksi SIMAK UI&amp;nbsp;  2011 &lt;i&gt;(16 Januari 2011).&lt;/i&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Simulasi SIMAK UI 2011 -2:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ujicoba dengan soal-soal  prediksi SIMAK UI&amp;nbsp;  2011 &lt;i&gt;(20 Februari 2011).&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;PROGRAM SUPER INTENSIF SIMAK UI: &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Pendalaman materi  tahap III  &lt;i&gt;( &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Gel. III: &lt;/i&gt;&lt;i&gt;2 Maret s/d 2 April 2011)&lt;/i&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Finishing Touch SIMAK UI 2011:&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Pembahasan soal-soal  prediksi SIMAK UI&lt;b&gt; &lt;/b&gt;2011 &lt;i&gt;(28 Maret s/d 1 April  2011).&lt;/i&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;SIMAK UI 2011 &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;(&lt;i&gt;3 April 2011)&lt;/i&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6913025180198102574?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.seleksiptn.com' title='Road Map to Universitas Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6913025180198102574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6913025180198102574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6913025180198102574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6913025180198102574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/10/road-map-to-ui.html' title='Road Map to Universitas Indonesia'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/TMj_RarF7HI/AAAAAAAAAPM/5_if64AtJ_U/s72-c/simak2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6624685889318527930</id><published>2010-01-26T01:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T04:21:52.509-08:00</updated><title type='text'>TIPS UNTUK LULUS SIMAK UI 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S167NceRf4I/AAAAAAAAALg/FBE_zN44yUA/s1600-h/7425crop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S167NceRf4I/AAAAAAAAALg/FBE_zN44yUA/s400/7425crop.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa kita harus lulus SIMAK UI dan diterima di Jurusan Favorit :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;P&lt;span style="font-size: small;"&gt;eluang terbesar masuk UI 2010 adalah melalui SIMAK UI, karena 55% penerimaan  mahasiswa baru UI diterima lewat program ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tipe Soal SIMAK UI 2010 berbeda dengan SNMPTN atau UMB yang belum banyak dipahami oleh Siswa / Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lulus SIMAK UI pasti sangat bangga itu akan menambah wibawa kamu dalam kehidupan kamu, tentunya kamu akan dipandang lebih.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketika kamu bisa lulus SIMAK UIdan diterima pada Fakultas dan Jurusan Favorit tentunya masa depan kamu akan lebih cerah terutama dalam nantinya mencari kerja.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengharumkan Nama Sekolah kamu. Semakin banyak siswa yang lulus SIMAK UI , tentunya sekolah kamu akan disegani.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akan membahagiakan bagi orang tua kita , tentunya ini merupakan hadiah yang membahagiakan bagi orang tua kita.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persiapan Dini untuk LULUS SIMAK 2010:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;i&gt;Kita Harus Siap Materi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai Materi yang akan diujikan, tahu betul jenis jenis soal yang akan keluar dan tahu betul bagaimana cara menjawab soal-soal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;i&gt;. Kita Harus Siap Mental&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Harus memiliki rasa percaya diri, kita harus punya keberanian untuk bersaing, berupaya meningkatkan dan mengasah potensi diri, rajin mengejar informasi dan tentunya kita harus tau Prediksinya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;i&gt;Kita Harus Siap Strategi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi itu nantinya yang akan mengalahkan lawan kita, baik itu strategi mengenai cara belajar, maupun Strategi Semilihan jurusan dan Fakultas yang akan kita pilih. Bagaimana Supaya kita bisa sukses dan lulus pada SIMAK 2010. Persiapkan diri kamu sedini mungkin masih ada waktu untuk memulai dan belajar baik secara psikis dan mental tentunya dengan belajar, berlatih soal- soal dan juga berdoa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S2AvRmo_jeI/AAAAAAAAALo/1wL7st1dhEA/s1600-h/kampus+ui.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="208" src="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S2AvRmo_jeI/AAAAAAAAALo/1wL7st1dhEA/s320/kampus+ui.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persiapan pada saat ujian  SIMAK 2010:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, jam (tangan), penghapus, penggaris, dan lain-lainnya.  Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Tenang dan percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Bersantailah tapi waspada.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.  Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya.  Pertahankan posisi duduk tegak.&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal.  Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit.  Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Jawab soal-soal ujian secara strategis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- soal paling sulit&lt;br /&gt;- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya&lt;br /&gt;- memiliki nilai terkecil&lt;br /&gt;-Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah.  Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan.  Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan.  Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.&lt;br /&gt;Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian.  Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan.  Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca.  Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal).  Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6624685889318527930?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6624685889318527930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6624685889318527930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6624685889318527930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6624685889318527930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/01/tips-untuk-lulus-simak-ui-2010.html' title='TIPS UNTUK LULUS SIMAK UI 2010'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S167NceRf4I/AAAAAAAAALg/FBE_zN44yUA/s72-c/7425crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6656763506565398590</id><published>2010-01-23T10:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T11:33:36.035-08:00</updated><title type='text'>TIPS UNTUK Sukses UN 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1tAIHo7CkI/AAAAAAAAALY/8YE4FSJhejQ/s1600/bogor-1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1tAIHo7CkI/AAAAAAAAALY/8YE4FSJhejQ/s400/bogor-1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/mejavascript:void(0)ta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMIKAPA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;1.Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. &lt;span lang="SV"&gt;Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;2. Bersikaplah proaktif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;3. Buatlah rencana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;4. Perbanyaklah baca dan latihan soal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;5. Belajar kelompok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;6. Efektifkan belajar di sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;7. Mohon doa restu dari orang tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN 2009 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6656763506565398590?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6656763506565398590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6656763506565398590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6656763506565398590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6656763506565398590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/01/sukses-un-2010.html' title='TIPS UNTUK Sukses UN 2010'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1tAIHo7CkI/AAAAAAAAALY/8YE4FSJhejQ/s72-c/bogor-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-3902556227091036343</id><published>2010-01-23T03:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T07:17:45.578-08:00</updated><title type='text'>Workshop SMKN-53 Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://quin.web.id/images/berita/100509133334.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="TBS SMKN 53" src="http://quin.web.id/images/berita/100509133334.jpg" style="border: 0pt none ; margin-top: 2px;" width="200" border="0" height="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jumat, tanggal 2 Oktober 2009, &lt;b&gt;SMKN 53 Jakarta&lt;/b&gt; bekerja sama dengan &lt;b&gt;QUIN&lt;/b&gt; &lt;u&gt;mengadakan Tes Bakat Skolastik (TBS)&lt;/u&gt;. Kegiatan ini diprakarsai oleh &lt;i&gt;Dra. Herlina Butarbutar, MM&lt;/i&gt;(Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta). Alokasi waktu yang diberikan untuk 154 siswa kelas 3 SMKN 53 Jakarta untuk mengerjakan TBS ini sangat singkat dan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan waktu ini bertujuan agar jawaban para peserta tes benar-benar hasil pemikiran spontan dan cepat. Materi tes bakat ini diklasifikasikan kedalam tiga kelompok: &lt;b&gt;kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif dan kemampuan penalaran&lt;/b&gt;. Diharapkan hasil dari TBS ini akan dapat mengungkap prestasi siswa pada bidang tertentu sekaligus mencari solusi terbaik.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan kegiatan tersebut guru-guru SMKN 53 Jakarta juga mendapat workshop &lt;b&gt;"Metoda Cara Mengajar yang sangat Efektif"&lt;/b&gt; yang dibawakan langsung oleh Dirut QUIN, &lt;i&gt;Ir. Mika Panjaitan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Banyak hal yang dibahas dalam workshop yang di ikuti oleh 60 guru SMKN 53 Jakarta ini, diantaranya merubah paradigma guru terhadap siswa, &lt;i&gt;Belajar Cara Mengajar dan Pengenalan Metoda QUIN&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;DenganWorksop ini diharapkan guru-guru SMKN 53 Jakarta, dapat meningkat prestasi akademik siswa, tercipta kebiasaan hidup yang positif dan memberikan konstribusinya dalam meningkatkan kualitas bahan ajar termasuk memperbaiki kinerja manajemennya. Sungguh, tantangan yang kita hadapi tidaklah sederhana dan apabila kita tidak menyikapinya dengan imbangan aktualitas, misi kita menerapakan manajemen pengelolaan Standar ISO 9001 tidak akan berhasil, kata Herlina.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-3902556227091036343?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/3902556227091036343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=3902556227091036343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3902556227091036343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/3902556227091036343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/01/workshop-smkn-53-jakarta.html' title='Workshop SMKN-53 Jakarta'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1125327942982476261</id><published>2010-01-15T04:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T16:56:18.151-08:00</updated><title type='text'>Workshop Manajemen QUIN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://quin.web.id/images/berita/010710110920.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="184" src="http://quin.web.id/images/berita/010710110920.jpg" style="border: 0pt none; margin-top: 2px; vertical-align: top;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sabtu 2 Januari 2010 QUIN mengadakan Workshop Manajemen yang diikuti sekitar 30 pengajar dari semua bidang studi. Workshop ini membahas tentang pembuatan bahan ajar yang tertaxonomy, pengelolaan Guru dan Pembuatan jadwal dengan memanfaatkan IT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1125327942982476261?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1125327942982476261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1125327942982476261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1125327942982476261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1125327942982476261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/01/workshop-manajemen-quin.html' title='Workshop Manajemen QUIN'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-5992940418169155464</id><published>2010-01-12T19:31:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T19:57:06.958-08:00</updated><title type='text'>Pembukaan Cabang Baru QUIN yang ke tiga di Medan (Jl. HM Joni 30B)</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;09:31 | Monday, 11 January 2010(Sumut Pos)  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entrysingle" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="gambar"&gt;&lt;a href="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/01/societyquin1.jpg"&gt;&lt;img alt="Lebih Cepat, Lebih Tepat dan Lebih Cerdas, KOMPAK: Direksi dan karyawan Quin berfoto bersama usai peresmian Quin Cabang HM Jhoni Medan, Sabtu (9/1). // " src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/01/societyquin1_thumb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Direksi dan karyawan Quin berfoto bersama usai peresmian Quin Cabang HM Jhoni Medan, Sabtu (9/1).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/01/societyquin2.jpg"&gt;&lt;img alt="Lebih Cepat, Lebih Tepat dan Lebih Cerdas, SERAHKAN TUMPENG: Direktur Utama Quin, Mika Panjaitan menyerahkan tumpeng kepada Ir Junardi (kanan). // " src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/01/societyquin2_thumb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;SERAHKAN TUMPENG: Direktur Utama Quin, Ir.Mika Panjaitan menyerahkan tumpeng kepada Ir Junardi (kanan).&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIMBINGAN dan Pemantapan Belajar QUIN Cabang HM Jhoni Medan&lt;/b&gt; diresmikan operasionalnya oleh Direktur Utama QUIN Ir Mika Panjaitan, Sabtu (9/1). Peresmian QUIN ditandai dengan penguntingan pita oleh Ir Berlin Saragih mewakili masyarakat kawasan Pasar Merah Medan dan pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama QUIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arahannya, Direktur Utama QUIN, Mika Panjaitan menyebut QUIN ibarat buah mangga harum manis yang harus memiliki buah lebih banyak dari daun. Untuk mendapatkan hasil maksimal, Mika menyebut, harus dilakukan perawatan baik pemupukan dan mencabut rumput serta menjaga agar pohon tidak dicabut orang lain. &lt;br /&gt;‘’Butuh perjuangan, integritas dan komitmen untuk melakukan yang terbaik sehingga QUIN lebih baik dari lembaga lainnya. Perlu juga melakukan kajian terhadap lembaga pendidikan dengan mengambil kelebihan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Lakukan dengan cepat dengan menjalin &lt;i&gt;kerjasama TIM&lt;/i&gt;,’’ imbuh Mika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Direktur QUIN, Ir Nataliman Ginting mengatakan, kehadiran QUIN ketiga di Medan merupakan buah kerja keras dan doa dari berbagai kalangan yang peduli pendidikan. ‘’Semua anak didik memiliki potensi yang luar biasa. Kehadiran QUIN menjadi patner orangtua dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan layanan konsultasi dan evaluasi secara personal. Sehingga mereka dapat menjadi apa yang mereka kehendaki. Jalan udah dirintis dan perang harus dimenangkan,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan terhadap peresmian QUIN Cabang HM Jhoni juga disampaikan Ir Marhiza Hutabarat dan Ir Berlin Saragih, mewakili masyarakat serta P Simamora, guru SMP Negeri 4 Medan. Marhiza mengaku bangga dengan kehadiran QUIN yang mampu membimbing proses belajar para siswa di Medan. Sedangkan P Simamora berharap QUIN dapat lebih berkualitas dibanding dengan bimbingan belajar lainnya sehingga dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Medan. ’’Sekolah siap memberikan dukungan,’’ ujar Simamora.&lt;br /&gt;Kepala Cabang QUIN HM Jhoni, Ir Junardi Manullang mengatakan, QUIN dengan program belajar ‘Lebih cepat, lebih tepat dan lebih cerdas’ akan berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Medan. ‘’Persiapan pembentukan QUIN HM Jhoni Medan yang merupakan cabang ketiga di Medan ini, dilakukan sejak Oktober 2009 lalu.&lt;br /&gt;Persiapan peresmian QUIN HM Jhoni Medan ini juga diawali dengan proses studi banding ke Jakarta sehingga akan memberikan program yang lebih baik kepada anak didik,’’ katanya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-5992940418169155464?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/5992940418169155464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=5992940418169155464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/5992940418169155464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/5992940418169155464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2010/01/pembukaan-cabang-baru-medan.html' title='Pembukaan Cabang Baru QUIN yang ke tiga di Medan (Jl. HM Joni 30B)'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6489145538420177251</id><published>2009-12-15T22:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T19:44:30.816-08:00</updated><title type='text'>HARAPAN di Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="background-color: white; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1c6IfccPI/AAAAAAAAAGc/WaQJn21YbwQ/s1600-h/mika+rapim.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1c6IfccPI/AAAAAAAAAGc/WaQJn21YbwQ/s320/mika+rapim.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;– &lt;i&gt;Francis Bacon-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kita harus hidup dengan harapan&lt;/b&gt;, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan.&amp;nbsp; Adalah baik untuk berharap yang terbaik.&amp;nbsp; Tetapi hal itu tidak cukup.&amp;nbsp; Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan&amp;nbsp; demi perbaikan nasib.&amp;nbsp; Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa.&amp;nbsp; Bekerja dan bertindak disertai dengan harapan di dalam hati adalah hal yang membawa hasil.&amp;nbsp; Kombinasi yang sempurna.&amp;nbsp; Harapan tidak akan mengecewakan selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Harapan tidak bisa mengganti tindakan.&amp;nbsp; Kerjakan apa yang harus dikerjakan ada atau tidak ada harapan.&amp;nbsp; Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulai hari baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya.&amp;nbsp; Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda.&amp;nbsp; Harapkan yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya.&amp;nbsp; Harapan bergantung pada ANDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang Memotivasi Para Bilyuner..?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Pernahkah terpikir oleh anda, apa yang memotivasi para bilyuner? Bahkan jauh hari sebelum menjadi bilyuner kekayaan yang mereka kumpulkan telah mencukupi untuk hidup mereka, anak mereka, cucu mereka, atau bahkan generasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebanyakan bilyuner adalah pekerja keras.&amp;nbsp; Bangun pagi-pagi lalu pergi bekerja hingga larut malam.&amp;nbsp; Mereka melakukan itu tentu bukan lagi karena sekedar mengejar uang. Lalu apa yang mereka kejar?&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah itu keserakahan? atau kekuasaan?&amp;nbsp; Mungkin.&amp;nbsp; Tetapi secara umum, orang-orang pelit / serakah jarang beroleh sukses karena mereka tidak memberi nilai lebih pada orang lain. Kebanyakan bilyuner modern masa kini, tidak menjadi bilyuner karena kikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para bilyuner termotivasi oleh cita-cita mereka.&amp;nbsp; Cita-cita untuk membuat perbedaan, sehingga dunia menjadi berbeda karena mereka ADA. Motivasi ini yang memampukan mereka untuk menjadi bilyuner.&amp;nbsp; Dan karena hal itu pula mereka tetap bisa bekerja keras sekalipun telah menjadi bilyuner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah anda ingin hidup seperti seorang bilyuner?&amp;nbsp; Mudah sekali. Berhentilah bekerja hanya untuk sekedar hidup dan buat perbedaan. Sekalipun di hari terburuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah kemewahan, hidup adalah kegembiraan sekalipun di hari terburuk. Kenyataan bahwa anda saat ini hidup sehingga bisa membuat keputusan, bisa melaksanakannya, dan mampu membuat perbedaan jauh lebih berharga ketimbang segala kesulitan dan kekecewaan yang mungkin menghadang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat dunia gelap hidup adalah alasan mengapa anda harus menjadi cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kualitas hidup anda tidak tergantung pada apa yang anda temui, tetapi pada seperti apa anda setelah melewati segala tantangan. Hari ini adalah hari istimewa karena anda diperbolehkan masuk ke hari ini.&amp;nbsp; Ada kesempatan untuk tumbuh dan mencapai cita-cita anda ke segala arah.&amp;nbsp; Bila orang di sekitar anda pencemooh dan pendengki -anda punya kesempatan untuk membuat bahwa KARENA ANDA – lingkungan anda bisa berubah ke arah lebih baik.&amp;nbsp; Tantangan kesulitan yang ada di depan anda menyembunyikan harta karun nyata yang menunggu untuk digali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hati kecil anda sudah mengerti hal ini.&amp;nbsp; Hidup adalah indah bila anda menerima hidup sebagai kesempatan.&amp;nbsp; Di mana pun anda, apapun yang anda hadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari.&amp;nbsp; Dan saat anda mengambil pilihan ini – dunia di sekeliling anda pun akan menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6489145538420177251?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6489145538420177251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6489145538420177251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6489145538420177251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6489145538420177251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/harapan.html' title='HARAPAN di Tahun 2010'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1c6IfccPI/AAAAAAAAAGc/WaQJn21YbwQ/s72-c/mika+rapim.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-5376094907444342650</id><published>2009-12-15T22:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T18:44:28.166-08:00</updated><title type='text'>JANGAN PERNAH KATAKAN "AKAN"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1hWK-S0cI/AAAAAAAAAGk/AGMAd2Dff98/s1600-h/jangan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1hWK-S0cI/AAAAAAAAAGk/AGMAd2Dff98/s320/jangan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pernahkah Anda mempunyai &lt;b&gt;impian &lt;/b&gt;yang ingin diwujudkan. Mempunyai target yang ingin dicapai. Saya tahu pasti Anda memilikinya.. karena jika tidak! Anda sudah termasuk orang yang gagal. Mengapa? Karena orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tapi saya percaya anda bukan orang gagal. Saya percaya Anda adalah orang yang mempunyai mimpi!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sekarang tinggal bagaimana caranya membuat mimpi Anda menjadi kenyataan. &lt;i&gt;Ada banyak jalan menuju Roma&lt;/i&gt;, disini saya hanya ingin memperkuat hati Anda untuk segera mengambil salah satu jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya kembali teringat sebuah kalimat motivasi yang bunyinya kurang lebih seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Orang gagal mengatakan “Aku akan sukses” berkali-kali&lt;br /&gt;Namun orang sukses mengatakan “Aku akan sukses” hanya satu kali saja.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Maksudnya adalah….Terkadang kita selalu mengucapkan keinginan untuk sukses berkali-kali namun tanpa &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Tindakan yang nyata&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Padahal kesuksesan ada karena ada sebuah tindakan.&lt;span id="more-32"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebenarnya ada kesalahan dalam berfikir kita selama ini. Kita selalu mengatakan “&lt;b&gt;Akan&lt;/b&gt;” untuk mencapai tujuan. padahal mungkin itu bisa membuat kita malah tidak akan mewujudkannya. Coba deh berapa kali orang mengatakan ini :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Aku akan menjadi pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku akan mempunyai mobil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku akan menjadi presiden.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apakah Anda juga termasuk orang yang sering mengatakan itu semua? Lalu apa yang terjadi saat ini? Apakah Anda masih gagal? Jika jawabannya “ya” berarti mungkin ini masalah Anda :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lupakanlah menggunakan kata “Akan”, itu hanya membuat anda semakin malas mengejar tujuan Anda. Bahkan LEBIH PARAH mengurangi SEMANGAT Anda.&amp;nbsp; Gunakan saja kata “&lt;b&gt;Pasti&lt;/b&gt;” untuk membuat hati Anda menggelora seperti api :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Aku pasti menjadi pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku pasti mempunyai mobil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku pasti menjadi president.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tanyakanlah kepada yang paling bisa Anda percayai,&amp;nbsp; yaitu hati Anda. Tanyakanlah kepada hati Anda “Apakah mimpi dan tujuan saya”. Lalu gunakan kata “PASTI” untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Berjuang!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-5376094907444342650?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/5376094907444342650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=5376094907444342650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/5376094907444342650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/5376094907444342650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/jangan-pernah-katakan-akan.html' title='JANGAN PERNAH KATAKAN &quot;AKAN&quot;'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz1hWK-S0cI/AAAAAAAAAGk/AGMAd2Dff98/s72-c/jangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-8389920196096059902</id><published>2009-12-15T22:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T21:51:16.805-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR TENTANG CARA BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0vd5V8chuI/AAAAAAAAAIU/ml74Ce7anPg/s1600-h/mika-enst-1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0vd5V8chuI/AAAAAAAAAIU/ml74Ce7anPg/s320/mika-enst-1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;"Belajar akan lebih efektif jika dilakukan dalam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt; kondisi menyenangkan, dan pembelajaran akan semakin cepat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt; dan mendalam jika seluruh otak terlibat."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. PROBLEM BELAJAR (UMUM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sulit mengerti/menangkap pelajaran (dari penjelasan guru atau aktivitas membaca buku).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cepat lupa apa yang sudah dipelajari (sudah kita ketahui sebelumnya)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sulit konsentrasi saat belajar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Blank&lt;/span&gt; saat ujian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kenyataan-kenyataan seperti ini sering membuat siswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nilai Try Out-nya berkembang lambat atau mungkin tidak berkembang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nilai ujian sekolahnya biasa-biasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nilai UN-nya biasa-biasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak berhasil diterima di pilihan pertama Ujian Masuk PTN atau mungkin gagal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;2. FAKTOR PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Faktor-faktor penyebab yang bisa kelihatan atau bisa dilacak:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada persiapan sedikitpun sebelum masuk kelas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terlambat masuk kelas (masuk setelah pelajaran dimulai)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak fokus saat belajar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, merasa ada tekanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak antusias, ngantuk-ngantuk saat belajar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mencatat apa yang dipelajari atau mencatat asal-asalan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mengarsip dengan baik semua catatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malas mengulang pelajaran (catatan dan soal-soal yang sudah pernah dibahas), mengulang pelajaran, tetapi kurang efektif, karena: catatan tidak lengkap, tidak sistematis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Faktor-faktor penyebab yang kurang kelihatan (tersembunyi):&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada faktor pendorong (motivasi) untuk maju dan berprestasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lingkungan yang tidak kondusif (bisa rumah, sekolah, bimbel, kelompok yang dimasuki, dll)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memandang diri rendah, lemah (inferior)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kesadaran diri rendah (tidak peduli hari esok)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;3. OTAK DAN PEMBELAJARAN&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belajar merupakan salah satu fungsi penting dari otak. Agar kita dapat belajar secara efektif, maka perlu dipahami berbagai informasi, bagian-bagian, dan cara kerja otak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut penelitian, pada umumnya orang baru menggunakan sekitar 5% dari kapasitas otaknya. Orang-orang yang disebut genius, seperti Einstein, diperkirakan baru menggunakan kapasitas otaknya sekitar 6-7 % (Sandy MacGregor)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Otak Anda ibarat raksasa tidur yang siap dibangunkan (Toni Buzan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagai ungkapan yang menggambarkan kehebatan otak manusia: otak adalah seperangkat mesin terkompleks di jagad raya; otak manusia merupakan wilayah terbesar di dunia yang masih sangat sedikit digali; otak manusia adalah supercomputer biologis (dikutip dari berbagai buku).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;IQ hanya sebagian dari kecerdasan manusia, manusia memiliki kecerdasan multi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;multiple intelligence&lt;/span&gt;); IQ manusia tidak tetap; Semua kecerdasan manusia dapat dikembangkan (Howard Gardner).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Otak kita dapat dibagai atas tiga tingkatan: Otak Reptil (batang otak), Otak Mamalia (sistem lembik), dan Neokorteks (otak berpikir) yang ketiganya lajim disebut Otak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Triune&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Three in One&lt;/span&gt;. Memanfaatkan seluruh bagian otak merupakan kunci untuk membuat belajar lebih cepat, lebih menarik, dan lebih efektif (Dave Meier).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkaitan dengan otak, fisik dan indra dalam belajar, setiap orang memiliki modalitas VISUAL – AUDITORIAL – KINESTETIK. Belajar akan sangat efektif jika melibatkan ketiga modalitas itu sekaligus (ini disebut BELAJAR SIMULTAN).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita memiliki dua belahan otak, yakni otak belahan kiri dan otak belahan kanan (Otak Kiri &amp;amp; Otak Kanan). Jika kita memanfaatkan kedua belahan otak ini dalam belajar secara seimbang, maka belajar akan sangat efektif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Otak dan tubuh terkait dan tak terpisahkan dengan berbagai cara. Gerakan tubuh dapat meningkatkan fungsi otak, demikian sebaliknya keadaan otak berpengaruh besar terhadap tubuh. Supaya belajar lebih efektif, maka libatkanlah tubuh dan semua indra selain seluruh bagian otak tentunya (Dave Meier).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;4. CARA KERJA OTAK&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana otak bekerja memahami informasi, menyimpan informasi, dan memunculkan kembali saat diperlukan dapat dijelaskan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pembagian otak sadar dan otak bawah sadar adalah berdasarkan fase kerja otak, bukan secara fisiologis. Namun ada ahli yang mengatakan, bahwa pikiran sadar merupakan bagian luar dari diri (wujud eksternal) manusia, sedangkan pikiran bawah sadar merupakan wujud internal. Wujud eksternal itu hanya bagian kecil dari manusia yang kekuatannya terbatas sedangkan wujud internal merupakan bagian terbesar manusia yang kekuatannya “hampir tidak terbatas”.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam kesempatan ini, kita membahas otak bawah sadar dalam hal tertentu saja. Bahwa semua data dan informasi yang ditangkap pikiran sadar akan disimpan di pikiran bawah sadar dan menjadi apa yang disebut sebagai “ingatan” atau “memori”. Selain data, informasi, dan pesan-pesan, di dalam pikiran bawah sadar juga disimpan semua kebiasaan kita. Pada saat tertentu dan diperlukan, pikiran sadar bisa memanggil (me-recall) apa-apa yang disimpan di pikiran bawah sadar. Tetapi sesuai namanya “pikiran bawah sadar” banyak aktivitas pikiran bawah sadar terjadi di luar kendali pikiran sadar, hal mana dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;5. GELOMBANG OTAK&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beta  &amp;gt; 12 put./det (cenderung terjadi kalau sibuk, stress)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alfa   7 - 12 put./det (rileks, pikiran terfokus pada satu hal)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teta  4 - 7 put./det (cenderung terjadi kalau ngantuk atau baru tidur)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Delta &amp;lt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar lebih efektif dilakukan pada saat gelombang otak “Alfa” karena pada saat itulah filter RAS terbuka. Memanggil (me-recall) ingatan pun akan lebih baik jika gelombang otak sedang Alfa).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(Kondisi Alfa bisa dicapai dengan melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;RELAKSASI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;6. BELAJAR EFEKTIF (DI DALAM KELAS)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(Bagaimana supaya kita terbantu untuk lebih memahami pelajaran dan mengingat dengan baik)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;SLANT (Sikap belajar di kelas)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;it up on your chair&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L&lt;/span&gt;ean forward&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;sk question&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;N&lt;/span&gt;od your head&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;T&lt;/span&gt;alk to your teacher&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Cara belajar SIMULTAN:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Melakukan beberapa cara belajar sekaligus, melibatkan banyak unsur fisik dan indra dalam belajar (belajar dengan cara multi-sensori atau belajar dengan melibatkan modalitas VISUAL – AUDITORIAL – KINESTETIK).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;7. MENCATAT DAN MENGINGAT PELAJARAN&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dengan mencatat – mencatat apa yang kita lihat, baca, dan dengar dapat meningkatkan daya ingat kita. Tepatnya, mencatat membuat penyimpanan informasi di dalam otak akan lebih baik sehingga mudah mengingat kembali informasi itu jika diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tanpa mencatat dan membaca ulangi catatan, kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang pernah dibaca atau didengar pada waktu-waktu yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana kita mencatat?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Catatan format &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outline&lt;/span&gt; (biasa)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Catatan: Tulis-Susun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peta Pikiran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mind Mapping&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Catatan Tulis-Susun (CTS)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;u style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penulisan catatan&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; adalah mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru atau orang lain seraya menuliskan poin-poin utamanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;u style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penyusunan catatan&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; adalah merespon pikiran sendiri, menuliskan reaksi pikiran dan kesan-kesan kita sendiri sambil mendengarkan materi yang sedang disampaikan guru atau orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;CTS membuat kita mampu melakukan keduanya sekaligus – mencatat informasi dari orang lain dan tetap mengikuti jalan pikiran kita sendiri. Kadang-kadang, reaksi pikiran kita sendiri bisa lebih penting dari informasi yang kita dapatkan dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dengan CTS, kita melibatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;pikiran luar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;pikiran dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; sekaligus. Hal ini berdampak untuk menciptakan konsentrasi tinggi dalam belajar, selanjutnya hasil belajar kita menjadi lebih maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Peta Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Teknik mencatat Peta Pikiran (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Mind Map)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dikembakangkan pada tahun 1970 oleh Tony Buzan, seorang doktor di bidang psikologi dan matematika. Cara mencatat ini didasarkan pada riset tentang bagaimana cara kerja otak yang sebenarnya. Otak kita sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol, suara, bentuk-bentuk, dan perasaan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Peta Pikiran menggunakan pengingat-pengingat visual atau berupa pola dari ide-ide yang berkaitan, seperti peta jalan yang digunakan untuk belajar, mengorganisasikan, dan merencanakan. Peta ini dapat membangkitkan ide-ide orisinil dan memicu ingatan dengan mudah. Cara mencatat ini menyenangkan dan kreatif. Kebanyakan orang yang fasih dan gemar membuat Peta Pikiran lebih senang mengulang pelajaran yang dicatatnya dan ingatannya menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Memulai Peta Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sediakan waktu sejenak dan lihat halaman berikut. Pejamkan mata dan bayangkan sebuah apel diletakkan pada halaman tersebut. Dimanakah Anda membayangkan apel di halaman tersebut? Apakah apel itu hitam putih atau berwarna, utuh atau bekas gigitan?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Hukum Peta Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Letakkan kertas dalam posisi terbaring untuk memberi Anda lebih banyak ruang dan kebebasan untuk mencatat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulailah dengan citra berwarna di tengah-tengah (menempatkan poin utama). Sebuah citra sering kali bernilai seribu kata dan mendorong pemikiran kreatif seraya meningkatkan memori dengan signifikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tariklah cabang tebal dari ide utama untuk setiap topik dan semakin mengecil untuk subtopik berikutnya. Warnailah setiap cabang dengan warna berbeda (warna yang sama diberi antara dengan warna yang lain).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dapat dengan mempergunakan stabilo, spidol, dan pewarna sejenis untuk memberi kesan indah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata sebaiknya ditulis dengan huruf cetak, sebab akan memberikan umpan balik yang lebih fotografis, jelas, mudah dibaca, dan lebih komprehensif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata sebaiknya ditulis di atas garis, dan setiap garis sebaiknya dihubungkan dengan garis lain. Ini menjamin Peta Pikiran tetap pada struktur dasar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata yang dicatat sebaiknya dalam unit (usahakan satu atau dua kata per garis, sedikit mungkin kata). Ini membuat setiap kata lebih bebas mengait serta memberikan kebebasan dan fleksibilitas lebih banyak dalam membuat catatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baik sekali kalau menggunakan gambar atau simbol sehingga Peta Pikiran lebih mudah diingat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Penggunaan dan Manfaat Peta Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Toni Buzan merekomendasikan Peta Pikiran digunakan untuk mengulang pelajaran. Artinya pelajaran yang sudah dipelajari (di catatan biasa, catatan: tulis-susun, atau buku) ditulis ulang (diringkas) menjadi catatan Peta Pikiran.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Namun, banyak orang yang sudah biasa menggunakan Peta Pikiran mengatakan, ternyata catatan ini sangat efektif digunakan untuk mencatat pada saat rapat, diskusi, dan seminar. Bagus juga dipakai membuat rencana kerja, rancangan ide, atau rancangan pidato.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Peta Pikiran boleh disebut sebagai teknik mencatat tingkat tinggi, yang manfaatnya luar biasa dalam pembelajaran, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menciptakan konsentrasi tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengaktifkan otak luar dan dalam sekaligus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengaktifkan otak belahan kiri dan kanan sekaligus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menghasilkan ingatan berjangka panjang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menghasilkan kemampuan berpikir kreatif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menghasilkan kemampuan melihat persoalan secara utuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membuat proses belajar jauh lebih mudah, lebih cepat, dan lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-8389920196096059902?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/8389920196096059902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=8389920196096059902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8389920196096059902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8389920196096059902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/belajar-tentang-cara-belajar.html' title='BELAJAR TENTANG CARA BELAJAR'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0vd5V8chuI/AAAAAAAAAIU/ml74Ce7anPg/s72-c/mika-enst-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1272834484131088374</id><published>2009-12-15T21:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T11:21:30.391-08:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI , BERTUMBUH DENGAN DIRI SEJATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0I-jveAzcI/AAAAAAAAAHE/8Q9ZdNs5g8g/s1600-h/ok.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0I-jveAzcI/AAAAAAAAAHE/8Q9ZdNs5g8g/s320/ok.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;“Seandainya orang tahu, menyadari, dan mengakui&lt;br /&gt;adanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekuatan besar&lt;/span&gt; di dalam dirinya,&lt;br /&gt;maka orang itu tidak akan pernah menyerah sampai dia berhasil&lt;br /&gt;dan akibatnya dia akan selalu berhasil.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. THE OUR PROBLEMS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menjadi keprihatinan kita bersama (khususnya bangsa kita), di sekeliling kita banyak orang yang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menilai diri rendah/lemah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak bangga pada dirinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mengetahui diri sejatinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mempercayai dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga, dan sebagai warga masyarakat dan bangsa, kita wajib melakukan sesuatu tentang hal ini. Pada pertemuan ini, kita akan membahas problem di atas dan mencari solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. WHO ARE YOU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda menilai diri Anda, siapakah Anda? Coba jawab dengan menandai kalimat di bawah ini. Boleh ditandai lebih dari satu, tapi maksimal empat. Disarankan Anda memilih secara jujur dan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya siswa yang pintar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya tidak begitu pintar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya berpotensi tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Potensi saya sedang-sedang saja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya tahu saya dilahirkan untuk sukses&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya belum tahu bagaimana masa depan saya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya pasti bisa masuk PTN terbaik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya hanya bisa berusaha, masuk PTN tergantung nasib.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Anda berhak dan bebas menilai siapa diri Anda. Tetapi ingat, bahwa penilaian Anda terhadap diri Anda membawa konsekuensi yang tidak bisa Anda pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. PENYEBAB KELEMAHAN/KEGAGALAN DALAM PERUBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kebanyakan orang lemah?&lt;br /&gt;Mengapa kebanyakan orang gagal mewujudkan mewujudkan keinginannya?&lt;br /&gt;Mengapa kebanyakan orang hanya mempunyai kemampuan dan bakat yang biasa-biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab fundamentalnya adalah kebanyakan orang memandang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahwa dirinya hanya yang ada di luar, yang di atas permukaan&lt;/span&gt;. Kebanyakan orang berpikir bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dirinya yang tampak&lt;/span&gt; (tubuh dan pikiran) adalah semuanya. Kebanyakan orang tidak mengenal diri sejatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagaimana seorang Thomas Alpha Edison, yang pernah yang dianggap sebagai siswa bodoh, bahkan dirinya pun pernah menilai dirinya bodoh, tetapi kemudian menjadi seorang jenius dan pencipta (penemu yang sangat terkenal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana rahasia perubahan Edison, dari siswa bodoh menjadi siswa jenius? Adalah di “perubahan paradigma”, perubahan pandangan terhadap dirinya sendiri. Edison mengalami perubahan paradigma terhadap diri sendiri setelah dia mengetahui siapa DIRI SEJATINYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. MENGENAL DIRI SEJATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AKU, ANDA, SEMUA KITA BISA MENCAPAI APAPUN IMPIAN ATAU CITA-CITA KITA – KARENA MASING-MASING KITA MEMILIKI KEKUATAN YANG SANGAT BANYAK DAN SANGAT BESAR YANG TERSEMBUNYI DI KEDALAMAN DIRI KITA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. SETIAP KITA ADALAH PRIBADI UNIK YANG KHAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tidak ada dua orang yang berwajah sama, tidak ada dua orang berpikiran sama. Setiap kita, pribadi yang unik, memiliki talenta dan potensi yang khas yang bisa kita sumbangkan ke dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak mampu menggali kemampuan pribadi tersebut, tidak peduli berapa banyak uang dan status yang kita miliki, kita belumlah menjadi orang yang berhasil dalam arti sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang, wajib mengatakan bahwa “dunia ini diciptakan untuk saya”. Ini bukan berarti kita egois atau takabur, tapi maksudnya adalah setiap dari kita memiliki sesuatu yang unik untuk disumbangkan ke dunia, sesuatu yang tanpanya dunia ini akan jadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menyangkal kontribusi unik Anda sendiri, berarti Anda meniadakan alasan mendasar mengapa Anda berada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. MEMBUKA KUNCI PINTU (MENUJU PERUBAHAN YANG DAHSYAT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MEMBUKA KUNCI PINTU menuju kekuatan luar biasa yang ada di kedalaman diri kita?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berusaha mengerti siapa “aku yang ada di permukaan” dan siapa “AKU yang ada di kedalaman”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menyadari (dan mengakui) bahwa  “terdapat kekuatan yang sangat besar pada diriku, kekuatan yang tidak habis-habisnya”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kalau kita mulai “melihat” dan memahami apa yang hidup di bawah permukaan kehidupan kita, maka ekspresi dari kehidupan atau kekuatan yang lebih dalam akan mulai muncul, karena apapun yang kita sadari, cenderung akan kita lahirkan dalam berbagai ekspresi yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyadari bahwa ada kekuatan besar dan tiada habis-habisnya di kedalaman diri kita dan memasukkannya dalam tindakan, kekhawatiran dan ketakutan akan kegagalan sepenuhnya akan menghilang. Lalu, akan datang kesimpulan pada diri kita bahwa kita bisa meraih apa saja dan mencapai apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. MENYIKAPI KEADAAN SEKARANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun keadaan kita sekarang – dengan kesadaran tadi – kita menjadi tahu bahwa semuanya bisa diubah, bahwa batasan-batasan pada manusia bisa dilampaui, bahwa keinginan-keinginan yang lebih besar yang berasal dari hati bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini Anda lemah dalam beberapa hal, prestasi Anda tidak begitu memuaskan, Anda sering mengalami kegagalan mencapai sesuatu, Anda sering merasa khawatir bahwa Anda akan mengalami masalah atau kegagalan – sekarang, dengan kesadaran tadi – memberi secercah harapan bahwa semuanya bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Who are you?&lt;/span&gt; Jawaban Anda adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya siswa yang pintar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya berpotensi tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya tahu saya dilahirkan untuk sukses&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya pasti bisa masuk PTN terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Musuh nomor satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu musuh kita, yang pasti selalu mengintip dan datang menyerang kita adalah keraguan kita atau kekurangpercayaan diri kita. Sejak dahulu kala, keraguan sudah diidentifikasi sebagai salah satu musuh terbesar manusia. Shakespeare menggambarkan musuh yang satu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebimbangan kita adalah pengkhianat kita, yang seringkali membuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita kehilangan peluang untuk menang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayai diri Anda sepenuhnya, itulah modal terbesar Anda untuk berhasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Napoleon Hill)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Edmund Hillary&lt;/span&gt;, orang pertama yang mencapai puncak Everest tahun 1953 pernah mengatakan, bahwa selama pendakian gunung yang melelahkan itu sering kali muncul keraguan bahkan ketakutan yang mendorong supaya tidak meneruskan pendakian, tetapi ia selalu berhasil mengalahkan keraguan dan ketakutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara Edmund Hillary dengan media sesudah berhasil menaklukkan puncak Everest, dia berkata: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Sebenarnya, bukan gunungnya yang saya taklukkan, tetapi diri saya sendiri”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. MENGAKTIFKAN KEKUATAN DIRI SEJATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terus menerus (menghayati dan mensugesti pikiran)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ada kekuatan yang sangat banyak dan sangat besar pada diriku, jauh lebih besar dan lebih banyak daripada apa yang kelihatan di permukaan” – hendaknya terus menerus dikesankan pada pikiran, sehingga ide itu menjadi keyakinan yang positif. Kemudian terus menerus menghayati dan mensugesti pikiran, bahwa Anda adalah siswa yang pintar, berpotensi tinggi, dilahirkan untuk sukses, dan pasti bisa masuk PTN terbaik&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul start="2" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="2"&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bertindak di kedalaman perasaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(tindakan-tindakan yang akan mengaktifkan kekuatan dalam&lt;/span&gt;  &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTUSIAS&lt;/span&gt; (bersemangat besar) - semangat besar mendatangkan energi positif yang luar biasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGHARGAI DAN MENGHORMATI&lt;/span&gt; – dengan menghargai dan menghormati diri sendiri (seperti apapun adanya) berarti membuat adanya batu loncatan untuk menggapai hal besar – dengan menghargai atau menghormati orang lain kita memberi nilai positif kepada diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERTERIMA KASIH&lt;/span&gt; – berterima kasih (bersyukur) kepada Tuhan mendatangkan ketenangan bathin – berterima kasih kepada manusia adalah mengesankan kepada diri sendiri bahwa kita harus melakukan kebaikan-kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERCITA-CITA&lt;/span&gt; – buatlah cita-cita yang tinggi yang bisa anda bayangkan, puja dengan segenap pikiran, hati, dan jiwa – itu akan membangkitkan kekuatan dan mendorong kemauan bertindak. Ingat: tidak ada hasil yang tinggi kalau bukan dengan pikiran yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENCINTAI&lt;/span&gt; – banyaklah mencintai apa yang paling ideal, yang paling sempurna yang bisa kita temukan pada seseorang dan pada kehidupan, hal itu membangunkan kekuatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YAKIN &lt;/span&gt;– keyakinan bukanlah suatu kepercayaan atau sistem kepercayaan, tetapi suatu tindakan mental; keyakinan menghasilkan konsentrasi penuh; keyakinan merupakan kekuatan yang tidak mungkin gagal untuk mewujudkan apa yang diyakini;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;AMBISI – membuat  orang senantiasa hidup, kuat, tidak mudah menyerah pada keadaan, dan menjadikan diri jeli melihat peluang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUDAHKAH ANDA MENGERTI DAN MENYADARI SIAPA DIRI SEJATI ANDA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAUKAH ANDA MENGAKUINYA? ANDA YANG MEMUTUSKAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1272834484131088374?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1272834484131088374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1272834484131088374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1272834484131088374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1272834484131088374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/membangun-kepercayaan-diri-bertumbuh.html' title='MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI , BERTUMBUH DENGAN DIRI SEJATI'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0I-jveAzcI/AAAAAAAAAHE/8Q9ZdNs5g8g/s72-c/ok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6837644371747399530</id><published>2009-12-15T21:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T04:08:28.994-08:00</updated><title type='text'>MENYALAKAN API MOTIVASI BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1BXyRu8RKI/AAAAAAAAAJw/EdMIodPSiYM/s1600-h/mikagrafity.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1BXyRu8RKI/AAAAAAAAAJw/EdMIodPSiYM/s320/mikagrafity.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Kesuksesan akan diraih oleh orang-orang yang memiliki impian yang jelas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan semangatnya menyala-nyala untuk mewujudkan impian itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;1. THE OUR PROBLEMS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malas:&lt;/span&gt; sekolah, bimbel, mengadakan persiapan belajar sebelum sekolah atau bimbel, mencatat, mengulang pelajaran, berlatih mengerjakan soal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka menunda-nunda&lt;/span&gt; belajar (belajar serius kalau besok ujian)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak fokus&lt;/span&gt; saat belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak antusias&lt;/span&gt; atau ngantuk-ngantuk saat belajar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kebanyakan orang sudah menyadari adanya penyakit itu pada dirinya dan berniat untuk berubah. Tetapi, kebanyakan orang tidak tahu caranya atau bingung memulai dari mana UNTUK BERUBAH.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika Anda tengah mencari sesuatu untuk berubah atau ingin melakukan perbaikan pada diri Anda, maka dari pertemuan hari ini, Anda pasti mendapatkan solusi yang berharga. Atau jika Anda sebenarnya belum terpikir untuk berubah, dan hadir di tempat ini hanya sekadar ingin tahu, maka dipastikan juga bahwa Anda akan mendapatkan inspirasi berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;2. SUKSES DIMULAI DARI IMPIAN YANG JELAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berdasarkan data, 27% penduduk dunia hidup sangat miskin, 60% termasuk miskin sampai hidup lumayan, 10% sukses atau kaya, dan 3% sangat sukses atau sangat kaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Para pembicara dan motivator besar banyak mengatakan bahwa bagaimana tingkat kehidupan seseorang di masa dewasanya sangat besar dipengaruhi oleh ada atau tidak, serta apa dan seberapa jelas impian atau tujuan orang tersebut sejak masa mudanya. Dapat dikatakan bahwa adanya impian yang jelaslah yang menentukan keberhasilan, sehingga tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa tujuan yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;3. POIN PENTING UNTUK SUKSES&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari uraian di atas, kita dapat memetik dua poin penting untuk meraih kesuksesan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Harus ada tujuan (impian, cita-cita, dream)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuannya harus jelas dan sebaiknya dituliskan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengapa harus ada tujuan? Secara umum dapat dikatakan, bahwa adanya pencapaian (prestasi atau keberhasilan) hanya mungkin terjadi jika direncanakan atau dicita-citakan sebelumnya. Dalam bahasa psikologis Stephen R. Covey dalam bukunya “The 7 Habits of Highly Effective People”, dikatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Segala sesuatu diciptakan dua kali, pertama Ciptaan Mental, kedua Ciptaan Fisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Karena kalau orang tidak mempunyai tujuan, maka semangat hidupnya akan rendah, dia akan ikut arus atau mengikuti tujuan orang lain yang belum tentu sesuai untuk dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa perlunya tujuan jelas dan dituliskan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tujuan yang jelas akan membuat fokus, melahirkan semangat beraktivitas, dan menjadi senjata/kekuatan menghadapi godaan-godaan untuk melakukan kegiatan yang tidak penting atau negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kemudian, jika tujuan dituliskan (apalagi diukir dengan indah), yang memungkinkan dibaca sesering mungkin – ini akan membuat tujuan yang jelas tadi tertanam di otak bawah sadar. Kalau tujuan sudah tertanam di otak bawah sadar, maka otak bawah sadar yang memiliki kekuatan yang sangat besar akan mengerjakannya atau melakukan sesuatu untuk mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;4. MENETAPKAN DAN MENULISKAN TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada orang yang mengakui sudah memiliki tujuan, bahkan katanya sudah sangat jelas dan dituliskan. Namun, yang bersangkutan kelihatannya kurang memiliki semangat hidup dan prestainya pun rendah. Dimana masalahnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perlu dipahami, bahwa tujuan yang kita tetapkan sebaiknya bersifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;SMART.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S= Specific&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Spesifik), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;M= Measurable&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Terukur atau ada angkanya), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;A=  Achievable&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Dapat diraih. Buktinya sudah ada orang yang meraihnya saat ini), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;R= Realistic&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Realistis, artinya masih dalam kendali Anda, bukan orang lain) dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;T= Time bound&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Ada batas waktunya, artinya kapan Anda ingin itu terwujud).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kemudian, tujuan atau impian kita yang kita tuliskan itu, harus kita pastikan bahwa kita benar-benar menginginkannya, benar-benar berasal dari hati kita yang terdalam. Dengan perkataan lain, kita sangat mencintai impian kita, sehingga kita terus menerus memikirkannya dan sangat menginginkannya terwujud. IMPIAN semacam ini, kata Socrates, filsuf besar yang sangat populer adalah IMPIAN SEJATI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lalu, kalau Anda sudah yakin impian Anda itu sudah SMART dan juga merupakan impian sejati, tuliskanlah dalam bahasa kalimat positif (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;present tense&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;). Kalimat itu akan menggambarkan keyakinan Anda bahwa impian Anda pasti terwjud, bahkan sekarang pun seolah-olah sudah terwujud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Seorang siswa SMA menuliskan tujuan/impiannya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya adalah dokter yang hebat, dokter yang berhasil, dokter yang terkenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya memiliki rumah sakit yang besar dan berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya adalah anak kebanggaan dalam keluarga, karena saya pintar, dan melakukan banyak kebaikan bagi keluarga dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya mahasiswa Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia tahun 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya lulus SIMAK UI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Saya adalah ......................... (nama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;5. THE POWER OF DREAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Impian (yang besar, yang mulia) pasti akan mendatangkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Semangat yang menyala-nyala&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak gampang menyerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuat menahan sakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jauh dari putus asa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat, kuat, dan panjang umur&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;6. PRAKTIKKAN, TULISKANLAH IMPIAN ANDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Anda sudah tahu persis, betapa pentingnya punya tujuan, bahwa tujuan harus jelas dan sebaiknya dituliskan. Anda pun sudah tahu bahwa tujuan (sebaiknya tujuan besar dan mulia) mengandung atau mendatangkan kekuatan. Sekarang, saatnya menuliskan tujuan atau impian Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;7. MENGAPA MEREKA BISA SUKSES?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;(SAYA JUGA BISA SUKSES)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Thomas A. Edison, ilmuwan, penemu, pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Einstein, ilmuwan, penemu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bill Gates, ilmuwan, penemu, pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oprah Winfrey, pembawa acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talk show&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J.K. Rowling, penulis buku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mark Zuckerberg, pencipta, pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wandah, pencipta game, pengusaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chris John, atlit tinju&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melly G., pencipta lagu, penyanyi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agnes Monica, penyanyi, artis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;8. PIKIRAN-PIKIRAN BESAR YANG DICATAT SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika Anda sukses, kata-kata Anda pun akan dicatat dalam sejarah. Berkaitan dengan uraian di atas, berikut ini adalah kata-kata hebat yang dicatat sejarah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apapun yang bisa dipahami dan diyakini, bisa diraih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Napoleon Hills)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika Anda bisa membayangkannya, maka Anda bisa mewujudkannya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;(Walt Disney)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nasib kita tidak direncanakan untuk kita oleh kekuatan luar;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kitalah yang merencanakan nasib kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Christian D. Larson)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;9. KESUKESAN DAN KEGAGALAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam setiap perjuangan atau pertarungan, selalu ada tiga kemungkinan: menang, seri, dan kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bahwa tiap manusia mengalami kegagalan di suatu saat dalam hidupnya adalah keniscayaan. Tidak ada manusia yang bisa diharapkan sempurna. Bahkan. para Nabi pun pernah melakukan kekeliruan. Nabi Sulaiman, berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebijaksanaan datang dari banyaknya dukacita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Yang menjadi tantangan adalah pikiran dan perilaku kita saat bereaksi terhadap kegagalan: bisa mengarah ke kegagalan yang lebih besar atau ke keberhasilan yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sangat menarik memerhatikan cara pemain sepak bola khususnya striker dalam menyikapi kegagalan. Sering seorang striker menerima umpan matang di depan gawang lawan, tetapi kemudian tendangannya meleset dan gagal menciptakan gol. Waktu melihat tendangannya yang tidak berhasil itu, yang bersangkutan tampak sangat kecewa dengan berbagai ekspresi, tetapi hanya sesaat, lalu kemudian dia melupakannya (betul-betul melupakannya) dan akhirnya berhasil menciptakan gol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Thomas A. Edison, dalam proses menemukan sesuatu sering harus mengalami ratusan kali kegagalan. Tetapi dia tidak pernah menyerah hingga berhasil. Kata-katanya yang menarik, dikutip berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak mau mundur. Karena setiap langkah gagal yang terjadi adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebuah langkah maju, dan saya bukan gagal. Saya hanya menemukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sepuluh ribu cara yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyak orang gagal dalam hidup karena orang tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak menyadari seberapa dekat mereka dengan keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat mereka menyerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jangan pernah takut gagal, sebab semua orang pernah berbuat kesalahan. Anda hanya akan gagal jika Anda biarkan diri Anda gagal. Sebenarnya, kegagalan menjadikan manusia mampu meraih keberhasilan yang lebih tinggi. Kegagalan benar-benar hanyalah loncatan menuju keberhasilan yang lain. Kata pepatah: Jalan menuju sukses dibuka melalui kegagalan. Theodore Roosevelt, mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia yang tidak membuat kesalahan, tidak membuat kemajuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Poin penting adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Kemungkinan hasil perjuangan: menang, seri, kalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang sukses atau sang pemenang, bukan tidak pernah gagal/kalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyikapi kegagalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di balik gagal, ada menunggu kesuksesan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangna pernah takut gagal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;10. MENGUBAH KEGAGALAN MENJADI KESUKSESAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Ambil sikap yang benar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pahami alasan gagal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil tanggung jawab, jangan ulangi kesalahan yang sama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perlu dipahami: mengapa kegagalan datang? Kegagalan besar tidak begitu saja datangnya, tetapi seringkali dari bertumpuknya kesalahan-kesalahan kecil. Atau karena kebiasaan kita menunda-nunda mengatasi persoalan-persoalan kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Oleh karenanya, salah satu cara mengubah kegagalan menjadi keberhasilan adalah dengan mengambil tindakan segera mengatasi setiap persoalan yang muncul, mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, mengendalikan kesalahan yang kita buat, dan berusaha tidak mengulangi kesalahan. Kata-kata Benyamin Franklin berikut ini sangat tajam dan terlalu penting untuk dilewatkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Definisi dari kebodohan adalah melakukan kesalahan yang sama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berulang-ulang dan berharap mendapat hasil yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;11. DIALOG PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pembicara (P) bertanya, Siswa (S) menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Siapakah diri kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Kami adalah siswa yang berpotensi tinggi, siswa yang sangat pintar, dan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Bagaimana kalian memandang diri sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Bangga dan hormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Bagaimana kalian memandang orangtua kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Sayang dan hormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Bagaimana kalian memandang guru kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Berterima kasih dan hormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Apa cita-cita yang memenuhi pikiranmu saat ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Berprestasi tinggi di sekolah, lulus UN dengan nilai terbaik, dan masuk&lt;br /&gt;PTN terbaik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Apakah kalian yakin sukses?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Yakin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Seberapa yakin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Sangat yakin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;P    : Mengapa kalian sangat yakin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;S    : Karena kami adalah siswa yang berpotensi tinggi, siswa yang sangat pintar, dan luar biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALAM SUKSES&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMOGA ANDA SEMUA BERHASIL MERAIH IMPIAN ANDA&lt;/span&gt; !&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6837644371747399530?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6837644371747399530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6837644371747399530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6837644371747399530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6837644371747399530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/menyalakan-api-motivasi-belajar.html' title='MENYALAKAN API MOTIVASI BELAJAR'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S1BXyRu8RKI/AAAAAAAAAJw/EdMIodPSiYM/s72-c/mikagrafity.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-8914855365470162486</id><published>2009-12-15T20:48:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T15:56:34.091-08:00</updated><title type='text'>DEMI ANAK HEBAT, ORANGTUA PERLU "HEBAT"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz6LkDVuFwI/AAAAAAAAAGs/-rbls2-qB3M/s1600-h/rapim+quin.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz6LkDVuFwI/AAAAAAAAAGs/-rbls2-qB3M/s320/rapim+quin.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Mengungkap Permasalahan Belajar yang Dihadapi Siswa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;(SMA dan SMP) dan Menawarkan Solusi Bagi Orangtua yang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ingin Melihat Anaknya Menjadi Anak yang Hebat dan Membanggakan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. HARAPAN ORANGTUA PADA ANAK YANG DUDUK DI BANGKU SMA ATAU SMP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, sangat wajar jika kita menaruh harapan terhadap anak-anak kita. Sejak muda kita telah berjuang meraih impian-impian pribadi kita (di bidang pendidikan, karir, materi, dan lain-lain), maka setelah berkeluarga dan mempunyai anak, kita memasuki arena perjuangan baru, yakni membimbing anak dan menghantarkan mereka memasuki kehidupan yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang memiliki putra atau putri yang kini duduk di bangku SMA atau SMP, kalau boleh saya prediksi, kita semua menaruh harapan pada putra atau putri kita itu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekarang:&lt;/span&gt; rajin dan semangat belajar, berprestasi di sekolah, bersikap dan berperilaku positif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangka pendek:&lt;/span&gt; lulus UN dengan baik, masuk perguruan tinggi terbaik (harapan orangtua SMA) - lulus UN dengan baik dan masuk SMA favorit (harapan orangtua SMP).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangka panjang:&lt;/span&gt; berpendidikan setinggi-tingginya, mendapat pekerjaan baik, sukses/kaya, jadi pemimpin, berguna bagi keluarga, masyarakat, dan Negara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika sekarang Anda sudah menyaksikan putra atau putrinya: rajin dan semangat belajar, berprestasi di sekolah, bersikap dan berperilaku positif, maka berbahagialah Anda. Tetapi, jika pun belum mari kita cari faktor penyebabnya dan mencari solusinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;2.RISET UNIVERSITAS YALE TENTANG KESUKSESAN, TAHUN 1950 &amp;amp; 1970&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada tahun 1950, Universitas Yale membagi angket dan menanyakan kepada 1000 mahasiswa: apa cita-cita mereka, kehidupan yang bagaimana yang mereka impikan pada 20 tahun yang akan datang. Ke 1000 mahasiswa tadi memberi jawaban yang berkisar pada: sangat sukses, luar biasa, sukses, kaya raya, kaya, sangat terkenal, dan terkenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada tahun 1970, Universitas Yale kembali meneliti ke 1000 orang yang dulu sewaktu mahasiswa dibagi angket itu. Bagaimanakah realita kehidupan ke 1000 orang itu. Ternyata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;1%&amp;nbsp; Sangat Sukses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4%&amp;nbsp;   Sukses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;15% Hidup Sederhana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;19% Masih Bekerja/Berjuang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;21% Telah Meninggal Dunia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;40% Hidup Dalam Kemiskinan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Data tersebut mengungkapkan banyak hal yang patut direnungkan oleh semua orang, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Pada umumnya orang menginginkan kehidupan yang sukses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada kenyataannya hanya sedikit orang yang sukses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk meraih sukses tidak mudah, yang mudah adalah meraih kegagalan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;3. DUA PONDASI PENTING UNTUK SUKSES&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika kita belajar dari kehidupan orang-orang yang sudah berhasil atau sukses – dalam berbagai bidang – maka dapat disimpulkan bahwa untuk meraih kesuksesan dibutuhkan minimal dua hal, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Motivasi untuk sukses, dan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepercayaan diri.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Motivasi sukses sangat erat kaitannya dengan tujuan (impian, dream). Tidak mungkin seseorang termotivasi kalau dia tidak mempunyai tujuan. Berdasarkan itu, tidak mungkin seseorang dapat meraih kesuksesan kalau tidak ada tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kepercayaan diri berkaitan dengan pengetahuan dan pengenalan diri, paradigma terhadap diri. Kalau orang tidak mengetahui dan tidak mengenal “diri”-nya, maka dia cenderung memiliki pandangan (paradigma) yang yang tidak tepat pada dirinya. Paradigma yang tidak tepat pada diri akan menghasilkan ketidakpercayaan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;4. PROBLEM BESAR PUTRA-PUTRI KITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kalau saya boleh memberi pengkajian, bahwa kebanyakan anak-anak kita di Indonesia (pelajar) mengidap penyakit ini dan sudah akut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Motivasi belajar rendah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa percaya diri kurang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Fakta-fakta yang berkaitan dengan dua penyakit itu, sangat banyak anak-anak kita (pelajar) yang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Malas belajar, malas membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suka menunda-nunda belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa capek dan terbeban dengan belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemah pelajaran tertentu (Matematika, Fisika)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendah prestasi belajar di sekolah dan bimbel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suka menyontek kalau ujian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak yang mencari bocoran soal kalau menjelang UN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangat khawatir menghadapi ujian masuk PTN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;5. MENGAPA MOTIVASI BELAJAR ANAK RENDAH &amp;amp; SOLUSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kalau ditelusuri, mengapa banyak siswa Indonesia yang motivasi belajarnya rendah, maka kita akan berhadapan dengan faktor penyebab yang sangat kompleks, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Kurang faktor pendukung (Internal, Eksternal)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadaan lingkungan (rumah, sekolah, masyarakat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem pendidikan (kurikulum, metode belajar-mengajar)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Orangtua memang tidak mungkin mengatasi semua faktor penyebab yang membuat motivasi belajar anaknya rendah. Tetapi dapat dipastikan, bahwa orangtua bisa berbuat banyak dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berikut ini adalah wilayah dimana orangtua dapat sangat berpengaruh untuk meningkatkan motivasi belajar anaknya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Membangun harapan dan memasang target&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyuntikkan tujuan dan impian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membangun komunikasi efektif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan saling pengertian dan sepakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengupayakan lingkungan yang kondusif (rumah)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memobilisasi dukungan (psikologis).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berkaitan dengan tujuan, orangtua harus berupaya agar anaknya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Memiliki tujuan (jangka pendek dan jangka panjang)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuannya harus jelas dan sebaiknya dituliskan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengapa harus ada tujuan? Secara umum dapat dikatakan, bahwa adanya pencapaian (prestasi atau keberhasilan) hanya mungkin terjadi jika direncanakan atau dicita-citakan sebelumnya. Dalam bahasa psikologis Stephen R. Covey dalam bukunya “The 7 Habits of Highly Effective People”, dikatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Segala sesuatu diciptakan dua kali, pertama Ciptaan Mental, kedua Ciptaan Fisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kalau orang tidak punya tujuan, maka semangat hidupnya akan rendah, dia akan ikut arus atau mengikuti tujuan orang lain yang belum tentu sesuai untuk dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa perlunya tujuan jelas dan dituliskan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tujuan yang jelas akan membuat fokus, melahirkan semangat beraktivitas, dan menjadi senjata/kekuatan menghadapi godaan-godaan untuk melakukan kegiatan yang tidak penting atau negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kemudian, jika tujuan dituliskan (apalagi diukir dengan indah), yang memungkinkan dibaca sesering mungkin – ini akan membuat tujuan yang jelas tadi tertanam di otak bawah sadar. Kalau tujuan sudah tertanam di otak bawah sadar, maka otak bawah sadar yang memiliki kekuatan yang sangat besar akan mengerjakannya atau melakukan sesuatu untuk mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;6. MENGAPA RASA PERCAYA DIRI ANAK KURANG DAN SOLUSINYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Orangtua seharusnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas rasa percaya diri anak-anaknya. Mengapa demikian, karena kepercayaan diri anak tidak mungkin tumbuh secara tiba-tiba, melainkan hasil proses panjang atau pengalaman anak sejak kecil (sebelum masuk pendidikan formal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kami pernah mengajukan pertanyaan kepada sekelompok siswa (kelas 3 SMA), sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;WHO ARE YOU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana Anda menilai diri Anda, siapakah Anda? Coba jawab dengan menandai kalimat di bawah ini. Boleh ditandai lebih dari satu, tapi maksimal empat. Disarankan Anda memilih jujur dan apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Saya siswa yang pintar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya tidak begitu pintar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya berpotensi tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potensi saya sedang-sedang saja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya tahu saya dilahirkan untuk sukses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya belum tahu bagaimana masa depan saya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pasti bisa masuk PTN terbaik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya hanya bisa berusaha, masuk PTN tergantung nasib&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hasil yang kami peroleh adalah, mayoritas anak menilai diri tidak begitu pintar, berpotensi sedang-sedang, tidak yakin dengan masa depannya, dan tidak yakin bisa masuk PTN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ini masukan penting bagi orangtua, bahwa hari ini (secepatnya) kita harus mengetahui bagaimana anak-anak kita memandang dirinya. Jika mengambil contoh pertanyaan di atas, anak-anak kita memilih semua jawaban kalimat bilangan genap, maka orangtua harus segera bertindak “menolong” anak agar merubah pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dengan berbagai cara, kita perlu mempengaruhi anak kita agar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Dia mengetahui, menyadari, dan mengakui diri sejatinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia tahu bahwa kalau dia berjuang dia pasti BISA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia tahu bahwa dia dilahirkan untuk SUKSES&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dia tahu bahwa dia dilahirkan untuk BERGUNA&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMOGA PUTRA-PUTRI ANDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENJADI ANAK YANG HEBAT DAN MEMBUAT ANDA BANGGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-8914855365470162486?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/8914855365470162486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=8914855365470162486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8914855365470162486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8914855365470162486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/demi-anak-hebat-orangtua-perlu-hebat.html' title='DEMI ANAK HEBAT, ORANGTUA PERLU &quot;HEBAT&quot;'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sz6LkDVuFwI/AAAAAAAAAGs/-rbls2-qB3M/s72-c/rapim+quin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-8171239148455646369</id><published>2009-12-15T20:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T19:41:17.823-08:00</updated><title type='text'>KETERAMPILAN BERBICARA &amp; PRESENTASI</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0FdFXsoXHI/AAAAAAAAAG0/NMgJcYergqU/s1600-h/jangan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0FdFXsoXHI/AAAAAAAAAG0/NMgJcYergqU/s320/jangan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan berbicara di depan umum (&lt;i&gt;public speaking&lt;/i&gt;) atau melakukan presentasi &lt;i&gt;(presentation) &lt;/i&gt;secara efektif dengan bahasa lisan (verbal) adalah kebutuhan bagi orang-orang yang ingin sukses. Apapun profesi atau pekerjaan seseorang: politisi, pejabat pemerintah, manajer perusahaan, pegawai atau karyawan, professional, ilmuwan, pengusaha, dan guru – suatu saat pasti dituntut untuk berbicara atau memberi presentasi di depan orang banyak – dan kemampuannya berbicara itu secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak bagi pekerjaan atau diri pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang cakap berbicara di hadapan orang banyak pada umumnya mendapat respek dan penghargaan orang banyak. Sebaliknya, orang yang tidak cakap berbicara di hadapan orang banyak, sekalipun yang bersangkutan hartawan dan berpangkat akan kurang mendapat penghargaan yang setimpal dengan kedudukannya. Berkaitan dengan ini, Larry King, yang pernah mengaku bahwa mata pencahariannya selama tigapuluh tujuh tahun adalah berbicara mengatakan, “Jalan menuju sukses, baik sosial maupun professional, dilalui lewat berbicara. Bila Anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, jalan itu dapat sangat buruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada kemampuan yang lebih baik dan lebih besar daripada kemampuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berbicara di depan umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;H. N. Casson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk menjadi maju, salah satu jalan harus mampu berbicara di depan umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;C. Depew, ekonom terkenal Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang sukses adalah pembicara yang sukses, dan sebaliknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Larry King&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada pertemuan ini, Anda akan diajak untuk membahas hal-hal penting dalam berbicara di depan umum (&lt;i&gt;public speaking&lt;/i&gt;) atau memberikan presentasi kepada orang banyak. Pokok-pokok pembahasan kita adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Bagaimana Berhasil Menjadi Pembicara di Depan Umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komunikasi Efektif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempersiapkan Materi Pembicaraan di Depan Umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Berbicara di Depan Umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggung Jawab Pembicara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lima Kesalahan Besar selaku Pembicara&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;BAGAIMANA BERHASIL MENJADI PEMBICARA DI DEPAN UMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Larry King, dikutip oleh M. S. Hidayat memberi delapan ciri-ciri pembicara terbaik, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Memandang suatu dari sudut baru - mengambil titik pandang yang tak terduga dari subyek umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai cakrawala luas - memikirkan dan membicarakan isu-isu dan pengalaman luas di luar kehidupan mereka sehari-hari&lt;/li&gt;Antusias - menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka dan pada apa yang katakan pada kesempatan berbicara.&lt;li&gt;Tidak asyik sendiri - peka, peduli, dan memperhatikan respon pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangat ingin tahu - terus belajar dan menggali hal-hal baru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi ketegasan - Mereka membuat hubungan yang kuat dengan pendengar, berusaha menempatkan diri pada posisi pendengar untuk lebih memahami apa yang diinginkan oleh pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai selera humor - tidak terus-terusan serius, tetapi berusaha menciptakan suasana lucu dan menyenangkan, bahkan kadang-kadang tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai gaya berbicara sendiri - memberikan gambaran bahwa gaya bicara orang berbeda-beda, tetapi masing-masing berhasil karena suatu gaya yang cocok bagi seorang pembicara. Yang penting, pembicara yakin bahwa dia berbicara efektif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;2. KOMUNIKASI EFEKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berbicara di depan umum (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;public speaking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;) pada hakikatnya adalah seni berkomunikasi lisan secara efektif di depan umum. Komunikasi yang efektif dapat tercapai apabila maksud pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipahami dengan baik oleh komunikan, dan komunikan memberikan umpan balik (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;) sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Komunikasi efektif paling tidak menimbulkan lima hal (menurut Stewat L. Tubbs dan Sylvia Moss, seperti dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi Komunikasi, 1993):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Pengertian - adanya pengertian dari komunikan seperti yang dimaksud oleh komunikator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesenangan - adanya kesenangan yang muncul bagi komunikan dan komunikator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh pada Sikap - adanya pengaruh pada sikap atau tindakan komunikan sebagai akibat pesan yang disampaikan oleh komunikator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungan sosial yang makin baik - terjalinnya hubungan sosial yang semakin baik sebagai dampak pesan yang disampaikan oleh komunikator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindakan - adanya tindakan nyata dari komunikan sebagaimana dikehendaki komunikator&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. MERANCANG MATERI PEMBICARAAN DI DEPAN UMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Paling tidak ada 5 hal yang perlu dipersiapkan sebagai materi pembicaraan di depan publik, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Topik (&lt;i&gt;topic&lt;/i&gt;) - pokok atau subjek pembicaraan, seharusnya dipilih berdasarkan pertimbangan karena menarik minat dan perhatian (baik pendengar maupun pembicara), dibutuhkan, atau karena sesuai dengan permintaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan umum (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;general purpose&lt;/span&gt;), tujuan khusus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;specific purpose&lt;/span&gt;), dan ide sentral (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;central idea&lt;/span&gt;) – tujuan umum suatu pembicaraan antara lain menyampaikan informasi, membujuk, meyakinkan, atau memberi instruksi kepada pendengar; tujuan khusus tergantung dari tujuan umum; dan ide sentral adalah inti dari pembicaraan, biasanya dikemas hanya dalam satu kalimat yang mudah diserap dan diingat oleh pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendahuluan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;introduction&lt;/span&gt;) – pendahuluan berfungsi sebagai pengantar ke arah pokok pembicaraan atau permasalahan yang akan dibahas dan sebagai upaya mempersiapkan mental pendengar. Pada bagian pendahuluan ini, rebutlah perhatian pendengar Anda dan buat mereka untuk selalau ingin mendengar sampai kalimat terakhir dari pembicaraan Anda. Jadi, pembicara haruslah dapat memberikan kesan pertama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;first impression&lt;/span&gt;) yang baik kepada pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang tubuh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;body&lt;/span&gt;) – Batang tubuh pembicaraan hendaknya dibagi menjadi dua atau tiga bagian utama yang akan menjelaskan atau membuktikan ide sentral.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesimpulan/penutup (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;conclusion&lt;/span&gt;) – kesimpulan merupakan ringkasan dari butir-butir utama dan boleh jadi merupakan seruan terkahir kepada pendengar, meminta pendengar memperhatikan secara khusus dan melakukan tindakan sepatutnya. Kesimpulan bukanlah rangkuman dari semua bagian pembicaraan. Kesimpulan harus singkat, sederhana, tidak berbelit-belit, tidak mengemukaan fakta baru, dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pesan yang mengesankan pendengar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;4. TEKNIK BERBICARA DI DEPAN UMUM DAN PRESENTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menurut beberapa pakar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;public speaking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, seorang pembicara umum perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendekatan dan Permulaan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Begitu Anda berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada beberapa pilihan cara memulai pembicaraan,tergantung suasana pendengar Anda. Misalnya, bisa dengan mengajukan pertanyaan, bisa dengan menyampaikan cerita singkat atau pengalaman, yang nanti ada kaitan dengan materi pembicaraan, bisa dengan sebuah permainan, atau langsung dengan mengutarakan gambaran umum tentang materi pembicaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="2" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengatasi kegugupan di depan panggung&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gugup dan demam panggung adalah hal yang normal dialami setiap pembicara di depan umum, bahkan pembicara terbaik pun pernah mengalami gugup atau demam panggung pada saat mereka pertama kali berbicara di depan umum. Rasa gugup dan demam panggung hanya bisa diatasi dengan proses latihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="3" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Membuat ketertarikan pendengar&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Unsur penting yang membuat orang tertarik mendengar pembicara adalah: hal-hal baru(materi pembicaraan menarik). Pembicaraan masuk akal; jangan pernah minta maaf pada para pendengar sebab itu tidak menarik (jadi pandanglah bahwa pendengar menyenangi Anda dan pembicaraan Anda); Segar, aktual, dan kadang-kadang diselingi humor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="4" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="4"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ucapkan kata-kata Anda dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara Anda dengan jelas. Bicara secara tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat - memudahkan pendengar menerima ide Anda. Suara Anda harus terdengar mengasikkan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;expressiveness&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;) seperti halnya jika Anda berbicara kepada sahabat karib Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="5" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="5"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mempercayai kemampuan sendiri&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Anda harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang Anda miliki untuk maju. Mahir berbicara di depan umum membutuhkan keahlian dan latihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="6" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="6"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Memperbanyak perbendaharaan kata-kata&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilihan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan berbicara. Isi pembicaraan bertambah variatif sehingga tidak membosankan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="7" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="7"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semua gerakan Anda - mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara - haruslah Anda tunjukkan kepada pendengar Anda dengan penuh semangat. Anda harus selalu tampak penuh perhatian dalam mengkomunikasikan ide Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bicaralah dengan penuh energy, bergairah, dan tidak ragu. Jangan bicara setengah-setengah, bimbang, apalagi dengan mulut setengah terbuka. Cara bicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan penekanan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="8" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="8"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menepati waktu&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berhentilah berbicara sebelum pendengar mengharapkan Anda untuk segera berhenti berbicara atau turun dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;know when to stop talking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="9" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="9"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk berbicara dengan lancar, Anda harus berbicara dengan santai, rileks, dan tidak kaku. Dalam hampir setiap pembicaraan yang efektif harus ada sedikit unsur humor, yaitu sesuatu yang lucu atau menggelikan hati sehingga dapat menimbulkan tertawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="10" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="10"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berbicara dengan menyenangkan dan wajar&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika tenggorokan Anda kering minumlah sedikit, Jika mulut Anda berbusa atau Anda berkeringat dan Anda perlu mengelapnya, gunakanlah saputangan, itu untuk menjaga agar Anda tetap berbicara dengan menyenangkan. Kemudian, Anda perlu bersikap wajar atau tidak berlebihan dalam menyampaikan kata-kata atau informasi. Hal yang juga penting, pada umumnya pendengar menginginkan seseorang berbicara dengan jelas, sederhana, dan nyata. Mereka tidak menyukai kata-kata yang tidak jelas artinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="11" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="11"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menggerakkan tubuh secara alami&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gerakan tubuh, apabila dilakukan dengan baik dan sesuai atau alami akan melipatgandakan kemampuan pembicara karena lebih menarik untuk dipandang. Gerakan tubuh adalah bahasa non-verbal. Untuk penyampaian pikiran dan perasan tertentu, gerakan tubuh jauh berarti daripada kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="12" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="12"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Memakai pakaian yang serasi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pepatah mengatakan bahwa pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Pendengar akan menaruh hormat (respect) terhadap pembicra yang memakai pakaian yang serasi dalam hal potongan, warna, ikat pingang, sepatu, dasi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="13" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="13"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penutupan dan Pengakhiran&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setelah panjang lebar menyampaikan poin-poin penting, berhenti sejenak (pergunakan transisi yang tepat), lalu mungkin mengatakan, “sekarang saya sampai pada kesimpulan” atau “Apakah di antara Anda (masih) ada yang pertanyaan?”, dan jangan lupa kata-kata terakhir “Terima kasih”. Kemudian meninggalkan mimbar dengan senyuman manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;5. TANGGUNG JAWAB PEMBICARA PUBLIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pembicara yang sedang berbicara di depan umum mempunyai sejumlah tanggung jawab bahwa ia harus menerima sebagai seorang yang berhati-hati, bersungguh-sungguh, adil, dan teliti. Berkaitan dengan ini, beberapa hal harus diperhatikan pembicara publik, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Mempertahankan standar etika - jangan memutarbalikkan informasi dan hormati pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menolak streotip – Streotip adalah terlalu menyederhanakan gambaran mengenai tabiat atau mental suatu kelompok tertentu. Streotip juga diartikan merupakan gambaran atau anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu objek tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperkaya khasanah kehidupan pendengar – karena pendengar sudah memberi waktu (dan mungkin uang) untuk mendengar Anda, maka pembicara wajib memberi apa yang dibutuhkan pendengar. Mungkin Anda akan memberikan informasi yang menakjubkan yang akan memuaskan keingintahuan intelektual pendengar, atau Anda mungkin akan menghibur dengan beberapa anekdot yang menyegarkan dan mengalihkan mereka dari kerja keras sehari-hari, maka semua pesan Anda merupakan hadiah yang berguna bagi pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu bersungguh-sungguh – walaupun pembicara hanya berbicara kepada sedikit orang yang tadinya direncanakan banyak orang, pembicara yang baik akan melakukan yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;6. LIMA KESALAHAN BESAR SELAKU PEMBICARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menurut Hamilton Gregory, dalam suatu survey yang dilakukan terhadap 64 pebisnis dan professional yang diminta menyebutkan kesalahan yang paling besar yang dilakukan oleh pembicara di depan umum (public speakers) di AS, tercatat sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li&gt;Kesalahan dalam menyiapkan bahan pembicaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pendengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekurangan dalam persiapan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyampaian materi pembicaraan yang terlalu banyak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesalahan dalam memelihara kontak mata(contact eye)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembicaraan yang tumpul.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-8171239148455646369?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/8171239148455646369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=8171239148455646369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8171239148455646369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/8171239148455646369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/keterampilan-berbicara-presentasi.html' title='KETERAMPILAN BERBICARA &amp; PRESENTASI'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/S0FdFXsoXHI/AAAAAAAAAG0/NMgJcYergqU/s72-c/jangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4316199800822808616</id><published>2009-12-15T20:26:00.001-08:00</published><updated>2010-01-15T05:53:20.759-08:00</updated><title type='text'>MENGAJAR EFEKTIF SELARAS CARA KERJA OTAK</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengantar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belajar hanya efektif jika dilakukan sesuai cara kerja otak. Kalimat ini tidak lagi isapan jempol semata, karena sudah dilakukan dan dibuktikan oleh berbagai lembaga pendidikan terbaik di dunia. Buku-buku yang mempublikasikan hasil penelitian tentang cara kerja otak telah menjadi penyelamat bagi pendidikan yang tadinya sudah membosankan dan membawa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 25 tahun terakhir ini telah dilakukan lebih banyak penelitian otak dan pembelajaran daripada yang dilakukan dalam seluruh sejarah manusia digabung jadi satu. Namun tetap masih banyak hal yang masih belum (dan mungkin tidak pernah) kita ketahui mengenai otak. Dari apa yang kita temukan mengenai otak dan belajar benar-benar menantang banyak keyakinan dan praktik pendidikan konvensional. Semuanya memberi sumbangan pada pemahaman yang lebih kaya tentang cara otak belajar (Dave Meier, 2002: 81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teori, hasil penelitian dan pendapat mengenai otak dan cara belajar akan dibahas dalam seminar/diskusi ini.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. TEORI OTAK TRIUNE&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Belajar dengan melibatkan seluruh bagian otak (Otak Reptil,Otak Mamalia, dan Neokorteks).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Otak reptil adalah bagian otak paling sederhana (dinamakan demikian karena reptil pun memilikinya). Tugas utamanya adalah mempertahankan diri, bereaksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak mamalia (sistem limbik) adalah otak yang memainkan peranan besar dalam hubungan manusia dan dalam emosi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neokorteks adalah otak yang mempunyai fungsi tingkat tinggi, seperti berbahasa, berpikir abstrak, memecahkan masalah, berkreasi, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. TEORI OTAK KIRI DAN OTAK KANAN&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belajar dengan melibatkan belahan “otak kiri” dan belahan “otak kanan” secara seimbang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi – yang disebut dengan aktitivitas kreatif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;3. KECERDASAN GANDA (MULTIPLE INTELLIGENT)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Belajar dengan melibatkan beberapa kecerdasan&lt;/b&gt;. Howard Gardner berkata bahwa setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Daftar kecerdasan manusia menurut Gardner adalah: Kecerdasan linguistik, Kecerdasan logika dan matematika, Kecerdasan musikal, Kecerdasan spasial dan visual, Kecerdasan kinestetik, Kecerdasan interpersonal, dan Kecerdasan intrapersonal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;4. MODALITAS BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belajar sesuai dengan gaya belajar (Visual-Auditorial-Kinestetik).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Modalitas dapat dianggap sebagai jaringan kerja saraf yang berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemrosesan, dan komunikasi. Kebanyakan orang memiliki akses ketiga modalitas: Visual, Auditorial, dan Kinestetik, tetapi hampir semua orang cenderung pada salah satu modalitas belajar (Bobbi dePorter, dkk, 2000; 84-85).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Visual&lt;/b&gt;: modalitas ini mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubugan ruang, potret mental, dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Seseorang yang sangat visual mungkin bercirikan sebagai berikut:(a) teratur, memperhatikan segala sesuatu, menjaga penampilan;(b) mengingat dengan gambar, lebih suka membaca daripada dibacakan;(c) membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan menangkap detail, mengingat apa yang dilihat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Auditorial&lt;/b&gt;: modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata – diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal, dan suara menonjol di sini. Seseorang yang sangat auditorial dapat dicirikan sebagai berikut: (a) perhatiannya mudah terpecah, berbicara dengan pola berirama, belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibir atau bersuara saat membaca, berdialog secara internal dan eksternal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kinestetik&lt;/b&gt;: modalitas ini mengakses segala jenis gerak dan emosi – diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik menonjol di sini. Seseorang yang sangat kinestetik sering: (a) menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak bergerak; (b) belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca, menanggapi secara fisik; (c) mengingat sambil berjalan dan melihat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;5. KONDISI TERBAIK UNTUK BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belajar dalam kondisi Alfa (rileks dan terfokus).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kebanyakan siswa (dan kita) perlu belkajar cara berkonsentrasi. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam keadaan konsentrasi terfokus akan belajar lebih cepat dan lebih mudah. Selain itu, mereka mengingat informasi lebih lama. Dengan kata lain, mereka memaksimalkan momen belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada pertengahan 1970-an, Dr. Georgi Lozanov melakukan percobaan mengenai keadaan terbaik untuk belajar. Dia menemukan bahwa siswa dalam keadaan Alfa – kondisi konsentrasi yang santai – belajar dengan laju yang jauh lebih cepat (lihat Bobbi dePorter, dkk, 2000: 173). Manusia memancarkan empat keadaan gelombang otak: beta, alfa, teta, dan delta. Dalam Beta, Anda merasa awas dan aktif. Teta adalah keadaan hampir tidur atau bermimpi, dan Delta adalah tidur nyenyak tanpa mimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk mencapai kondisi Alfa, dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;duduk dengan santai, badan dilenturkan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pejamkan mata dan tarik nafas dalam-dalam dan dilepas;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bayangkan berada di sebuah tempat yang membuat merasa santai dan damai; (beberapa saat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;buka mata.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana otak bekerja memahami informasi, menyimpan informasi, dan memunculkan kembali saat diperlukan dapat dijelaskan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pembagian otak sadar dan otak bawah sadar adalah berdasarkan fase kerja otak, bukan secara fisiologis. Namun ada ahli yang mengatakan, bahwa pikiran sadar merupakan bagian luar dari diri (wujud eksternal) manusia sedangkan pikiran bawah sadar merupakan wujud internal. Wujud eksternal itu hanya bagian kecil dari manusia yang kekuatannya terbatas sedangkan wujud internal merupakan bagian terbesar manusia yang kekuatannya “hampir tidak terbatas”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam kesempatan ini kita membahas otak bawah sadar dalam hal tertentu saja. Bahwa semua data dan informasi yang ditangkap pikiran sadar akan disimpan di pikiran bawah sadar dan menjadi apa yang disebut sebagai “ingatan” atau “memori”. Selain data, informasi, dan pesan-pesan, di dalam pikiran bawah sadar juga disimpan semua kebiasaan kita. Pada saat tertentu dan diperlukan, pikiran sadar bisa memanggil (me-recall) apa-apa yang disimpan di pikiran bawah sadar. Tetapi sesuai namanya “pikiran bawah sadar” banyak aktivitas pikiran bawah sadar terjadi di luar kendali pikiran sadar, hal mana dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;6. SIKAP BELAJAR SLANT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;“Keadaan” adalah kombinasi pikiran, perasaan, dan postur. Selain keadaan Alfa yang membuat belajar lebih efektif, saat siswa belajar di kelas perlu diarahkan untuk berada pada kondisi (bersikap) tertentu. &lt;b&gt;SLANT&lt;/b&gt; (pandangan) baru dalam belajar, sebuah strategi yang diadaptasi dari teori Dr. Ed Ellis (lihat Bobbi dePorter, dkk, 2000: 170), yang merupakan singkatan dari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;it up in their chair (duduk tegak di kursi mereka);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;L&lt;/b&gt;ean forward (condong ke depan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;sk questions (bertanya);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;N&lt;/b&gt;od their heads (menganggukkan kepada); dan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;alk to their teacher (bicara dengan guru).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;7. PETA PIKIRAN (MIND MAPPING)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengkaji ulang pelajaran dengan metode ‘Peta Pikiran” (Mind Map).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencatat adalah satu kegiatan penting dalam belajar. Jika kita belajar tanpa mencatat, pada umumnya kita akan cepat lupa apa yang sudah kita pelajari. Dalam belajar, mencatat dan mengulang catatan adalah dua hal penting yang saling berhubungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tahun 70-an, Tony Buzan telah menciptakan suatu teknik mencatat yang disebut dengan Peta Pikiran (Mind Map). Teknik ini sebenarnya bisa diaplikasikan dalam beberapa kegiatan, tetapi dalam konteks ini, kita hendak mengarahkan siswa untuk melakukan kaji ulang pelajaran (catatan biasa maupun buku) dengan membuat peta pikirannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;8. EMOSI DALAM BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belajar dengan melibatkan perasaan (emosi).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penelitian menyampaikan kepada kita, bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf tak itu kurang dari yang dibutuhkan untuk “melekatkan” pelajaran dalam ingatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;9, PENGAPLIKASIAN CARA KERJA OTAK DALAM MENGAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kedelapan butir yang berkaitan dengan cara kerja otak di atas, secara langsung maupun tidak langsung dapat diaplikasikan guru dalam pembelajaran di dalam kelas maupun luar kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Aktivitas Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana siswa belajar tentunya sangat ditentukan oleh masing-masing siswa itu sendiri. Tetapi, demi keberhasilan mereka (yang berdampak pada kekeberhasilan kita), kita dapat mengarahkan dan memengaruhi mereka dalam belajar. Setidaknya ada tiga bagian kegiatan belajar siswa yang dapat dipengaruhi agar berjalan efektif, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Belajar di dalam kelas mis. : 90 menit (guru mengendalikan)&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pembukaan ( + 4 menit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyampaian pelajaran ( + 40 menit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jeda ( + 3 menit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyampaian pelajaran dan quiz ( + 40 menit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penutup ( + 3 menit)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Belajar di luar kelas (guru mendorong)&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebelum masuk kelas (diskusi individu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesudah belajar di kelas (diskusi individu) atau tambahan belajar untuk beberapa orang di ruang kelas)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Belajar di rumah (guru mendorong)&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Belajar di rumah setiap hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu belajar sore hari atau malam hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktivitas belajar: merapikan catatan, mengulang catatan (bisa dengan membuat peta pikiran, mengulang mengerjakan soal yang sudah pernah dikerjakan, mencoba mengerjakan soal baru.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;10. PENCOCOKAN MODALITAS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(melalui pola bicara)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Visual&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;bayangkan; lihat; aku melihat maksudmu; jelas sekarang; gambarkanlah hal ini&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Auditorial&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Dengarkan; katakan lagi; suaramu bagus; bunyinya cocok&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kinestetik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Kerjakan ini; rasakan; rasanya cocok; tangkap maksudnya.&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;11. EMPAT PRINSIP KOMUNIKASI AMPUH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="11" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="11"&gt;&lt;b&gt;(Perkataan dalam: mengajar, memberi petunjuk, menata konteks,memberikan umpan balik)&lt;/b&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Timbulkan citra (kesan)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;Bagian ini paling sulit, kalian harus waspada (X)&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;Bagian ini paling menantang, simak baik-baik supaya kalian memahami (+)&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Arahkan fokus&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;Jangan mengobrol, matikan HP (X)&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;Pusatkan perhatian dan lihat kemari (+)&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Inklusif&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;Bapak ingin, Kalian harus, Ibu minta (X)&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;Mari kita, sudah waktunya, sebaiknya (+)&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Spesifik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;Hemat bahasa&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;Langsung pada intinya&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;Awali pernyatan yang memberi petunjuk dengan kata kerja: "tulislah", "mulai", "kerjakan". &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;12. KOMUNIKASI VERBAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;"Pesan dan tubuh itu sama dan sebangun atau kongruen. Tubuh dan suara adalah kurir yang membawa pesan kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;." (QT: 124-127)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Kontak mata&lt;/li&gt;Tatap siswa ketika berbicara, tidak lebih 3 detik tiap orang&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Ekspresi wajah&lt;/li&gt;Alis terangkat, senyum, dahi berkerut, anggukan kepala, mata melebar, mulut terbuka. Ketakjuban, kekagetan, kegembiraan, kebahagiaan, kehangatan, kepedulian, keterbukaan, keingintahuan, minat&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Nada suara&lt;/li&gt;Nada, volume, kecepatan&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Gerak tubuh&lt;/li&gt;Gerakan tangan, lengan, dan tubuh&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Sosol (postur)&lt;/li&gt;Cara membawa diri, cara menegakkan tubuh, dan bergerak&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4316199800822808616?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4316199800822808616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4316199800822808616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4316199800822808616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4316199800822808616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/mengajar-efektif-selaras-cara-kerja.html' title='MENGAJAR EFEKTIF SELARAS CARA KERJA OTAK'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-6943167039990996043</id><published>2009-12-15T20:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T20:23:06.596-08:00</updated><title type='text'>MENJADI GURU YANG LUAR BIASA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan sebuah kelas yang diisi murid-murid yang sangat antusias belajar. Mereka sudah duduk di bangku masing-masing dan di depan tiap orang sudah terbuka buku pelajaran yang sebentar lagi akan dipelajari. Walaupun suara riuh mengisi kelas, tetapi kelihatan murid siaga menanti guru yang akan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Anda, guru yang dinantikan tiba di kelas, para murid spontan berdiri dan mengucapkan : "Selamat pagi, Pak Guru, kami siap untuk belajar hari ini.". Yah, dengan tersenyum Anda menerima salam dan penghormatan mereka yang unik dan berbeda dari yang kemarin, lalu Anda mempersilahkan mereka duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit selanjutnya, ketika Anda mulai bicara dan menatap wajah tiap murid, Anda mendengarkan dengungan para siswa yang tertarik dan memperhatikan Anda. Dengan tubuh-tubuh yang condong ke depan penuh rasa ingin tahu, Anda merasakan semangat dan antusiasme siswa untuk belajar. Kini Anda benar-benar merasakan, sebagai guru, Anda memiliki pengaruh kuat terhadap kehidupan siswa Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas adalah sesuatu yang mungkin terjadi di tiap sekolah atau lembaga pendidikan manapun, asalkan guru-guru mau dengan serempak melakukan perubahan dalam pendekatan terhadap siswa, serta melakukan pembenahan terhadap lingkungan dan suasana, bahan ajar, dan metode pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar ini, kita akan mendiskusikan berbagai hal, yang muaranya adalah bagaimana supaya kita menjadi guru yang lebih baik. Kita sama-sama tahu permasalahan pendidikan di negeri kita sangatlah kompleks, yang tidak mungkin dapat diperbaiki segera, apalagi hanya dengan peranan guru. Tetapi, walaupun demikian, para guru di lapangan adalah manusia merdeka sepanjang melakukan kebaikan untuk siswa, agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, memiliki rasa percaya diri dan kemandirian dalam belajar, memahami cara-cara belajar efektif yang sesuai cara kerja otak, memiliki sikap mental yang positif, dan pada akhirnya mampu mencetak prestasi tinggi dalam ujian-ujian di sekolah, Ujian Nasional, serta ujian masuk Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber utama bahan seminar ini adalah &lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt;. Tapi saya tidak berani menggunakan judul seminar &lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt; tanpa izin Bobbi DePorter, Mark Reardom, dan Sarah Singer-Nourie.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MULTI PERAN PARA-GURU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di zaman ini, para guru tidak cukup lagi sebagai pemberi ilmu pengetahuan. Penempatan guru sebagai pihak yang lebih tahu dan siswa sebagai pihak yang tidak tahu bukan eranya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat kompleksitas pendidikan dan kehidupan masyarakat, guru zaman ini sudah memainkan peran sebagai :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengajar&lt;/b&gt; - Membuat siswa mengetahui, mengerti sisi pelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pelatih&lt;/b&gt; - Membuat siswa terampil menjawab soal-soal pelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pemimpin/Motivator&lt;/b&gt; - Mendorong siswa supaya memiliki semangat tinggi dalam belajar, mengilhami siswa mencapai prestasi tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pembimbing/Pengasuh&lt;/b&gt; - Mengarahkan siswa dan memberi keteladanan supaya siswa percaya diri, berpikir dan berjiwa besar, dan berpikir positif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;2. HAK MENGAJAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama seorang guru harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Sertifikat mengajar atau dokumen yang mengizinkan seseorang mengajar atau melatih hanya berarti dia memiliki wewenang untuk mengajar. Hal ini tidak berarti bahwa dia mempunyai hak mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengajar adalah hak yang harus diraih, dan diberikan oleh siswa, bukan oleh pemerintah atau pengurus yayasan. Belajar dari segala definisinya adalah kegiatan &lt;i&gt;full contact&lt;/i&gt;. Dengan kata lain, belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia - pikiran, perasaan, bahasa tubuh - di samping pengetahuan, sikap, dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian, karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan, hak untuk memudahkan belajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;3. SUASANA BELAJAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial atau suasana kelas adalah penentu psikologis utama yang mempengaruhi belajar akademis (Waberg dan Greenberg, 1997 dalam &lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt;, hal. 19).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bahan-bahan kunci untuk membangun suasana yang bagus adalah niat, hubungan, kegembiraan. ketakjuban, pengambilan risiko, rasa saling memiliki, dan keteladanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;4. PERANAN EMOSI DALAM BELAJAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penelitina otak semakin menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan emosi, memori jangka panjang, dan belajar. Peneliti dan psikolog kognitif, Dr. Daniel Goleman menjelaskan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Dalam tarian perasaan dan pikiran, kekuatan emosi menuntun keputusan kita saat demi saat, bekerja bahu membahu dengan pikiran rasional, mengaktifkan - atau menonaktifkan - pikiran itu sendiri. Boleh dibilang, kita mempunyai dua otak, dua pikiran - dan dua jenis kecerdasan: rasional dan emosional. Bagaimana kita berkiprah dalam hidup (dalam belajar) ditentukan oleh keduanya - bukan hanya IQ, melainkan kecerdasan emosional juga berperan. Tentu saja intelek tidak dapat bekerja pada puncaknya tanpa kecerdasan emosional".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penelitian menyampaikan kepada kita, bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf otak itu kurang dari yang dibutuhkan untuk "merekatkan" pelajaran dalam ingatan. (dalam &lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt;, hal. 22).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;5. LANDASAN BELAJAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kita dapat membangun landasan yang kukuh untuk belajar (di kelas) dengan menggariskan parameter dan pedoman yang jelas untuk diikuti siswa, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1) Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2) Prinsip-prinsip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;3) Keyakinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;4) Prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;5) Kebijakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;6) Peraturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;7) Kesepakatan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Parameter-parameter ini harus jelas bagi semua siswa, dan mereka harus berkomitmen untuk mengikutinya. Pedoman yang jelas akan menciptakan lingkungan kelas yang aman, meningkatkan pengambilan risiko dan belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;6. MERANCANG PENGAJARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kebanyakan guru masuk ke kelas dengan apa adanya, membawa buku pembelajaran yang tersedia. Banyak guru tidak merancang pengajarannya untuk mendukung siswa meraih kesuksesan. Itu tadi, karena guru berpandangan dirinya adalah semata-mata pemberi ilmu pengetahuan dan siswa penerima ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt; merekomendasikan bagaimana supaya guru sebelum masuk ke kelas sudah terlebih dahulu merancang pengajaran, yang diyakini dapat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;Memuaskan gaya belajar siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memanfaatkan serangkaian kecerdasan siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melejitkan motivasi siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan siswa meraih kesuksesan belajar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;7. CIRI-CIRI YANG BERNILAI LEBIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Buku &lt;i&gt;Quantum Teaching&lt;/i&gt; membuat ciri-ciri &lt;i&gt;Quantum Teachers&lt;/i&gt;. Dengan sedikit penyesuaian, saya membuatnya menjadi ciri-ciri guru yang bernilai lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Antusias: menampilkan semangat hidup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyenangkan: disukai terutama karena kepribadiannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berwibawa: menggerakkan orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Positif: melihat peluang setiap saat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Supel: mudah menjalin hubungan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Humoris: melihat bukan hanya dari satu sisi, memberi respon yang menyenangkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luwes: menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fasih: berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerima: berhati lapang untuk menerima kesalahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulus-ikhlas: memiliki niat baik dan motivasi positif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spontan: dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peduli diri siswa: memperhatikan berbagai aspek yang dibutuhkan siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan dan memelihara harapan tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menganggap siswa mampu: percaya akan dan mendorong siswa menuju sukses&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;big&gt;&lt;bold&gt;SELAMAT BERTUALANG&lt;/bold&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;big&gt;&lt;bold&gt;&amp;nbsp;DAN MENJADI GURU YANG LUAR BIASA&lt;/bold&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-6943167039990996043?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/6943167039990996043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=6943167039990996043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6943167039990996043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/6943167039990996043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/menjadi-guru-yang-luar-biasa.html' title='MENJADI GURU YANG LUAR BIASA'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4508187169636423610</id><published>2009-12-15T19:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T05:53:19.034-08:00</updated><title type='text'>Goal....!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Ketika seorang teman Facebook menegur bahwa kami belum pernah mengupas mengenai &lt;i&gt;goal-setting&lt;/i&gt; alias penetapan sasaran, saya berusaha melakukan riset dari pengalaman kerjasama kami dengan beberapa klien. Ternyata, beberapa perusahaan yang saya kenal baik dan sangat sukses, cukup tergagap ketika dalam sebuah &lt;i&gt;workshop&lt;/i&gt; perlu mengkonkretkan sasaran tahun ke depan mereka. Bahkan, ada direktur perusahaan yang bersikukuh untuk mendengar dahulu "angka" target yang diusulkan anak buah untuk menetapkan target tahun ke depan.Beliau mungkin tidak menyadari perlunya dasar perhitungan yang dikembangkan dirinya sebagai pimpinan perusahaan, untuk mendapat angka estimasi yang cukup akurat, &lt;i&gt;achievable&lt;/i&gt;, tetapi juga menantang bagi anak buahnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Di zaman sekarang kita tidak bisa hanya menetapkan target keuntungan atau angka penjualan saja, karena kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada pencanggihan proses bisnis, pelayanan pelanggan, dan pembelajaran manusianya. Di sinilah letak keberadaan seorang pemimpin. Pemimpin yang efektif mampu mengatur ambisinya untuk menentukan titik akhir dalam lomba dimana timnya berperan serta. Tugasnya adalah menggambarkan &lt;i&gt;"pointmark"&lt;/i&gt; yang spesifik dan terukur dan dimengerti oleh seluruh anggotanya, bahkan dijadikan obsesi oleh anggota timnya. Nyatanya, tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk menggambarkan sasaran yang tepat. Baru akhir-akhir ini ada menteri yang berani dan jelas-jelas mencanangkan bahwa di tahun 2012, negara kita menjadi negara perikanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bila sasaran sedemikian pentingnya bagi kinerja, bagaimana mungkin banyak organisasi bisa berjalan tanpa sasaran yang jelas? Dalam sebuah pertemuan dengan sekumpulan &lt;i&gt;board of directors&lt;/i&gt; yang menginginkan dilaksanakannya pengukuran kinerja obyektif, beberapa direktur saling menatap ketika kami sampai pada tugas untuk menetapkan sasaran yang konkret dan mendetail. "Kalau tidak dibuat, bagaimana mungkin kita bisa 'menghitung' kinerja?" demikian komentar kami. Ternyata banyak pemimpin, yang pandai-pandai sekalipun, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;segan untuk mencanangkan secara konkret dan mendetail. Di satu sisi, mempublikasikan sasaran ini akan mendorong anak buah untuk mengejar sasarannya. Sebaliknya, bila sasaran tidak tercapai, hasilnya pun akan serta merta menampar muka kita. Ketakutan akan kegagalan inikah penyebab tidak jelasnya sasaran selama ini? Atau semata kurangnya ambisi untuk maju? Atau apakah tema falsafah hidup pemimpin yang memang berkehendak untuk mengalir sejalan dengan waktu dan situasi?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menyukai Sasaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Efektifitas kinerja melalui penetapan sasaran yang bisa kita lihat dalam kegiatan lari pagi. Banyak sekali orang tidak bisa mengukur kinerjanya secara cermat baik, melalui hitungan jumlah langkah, kalori, waktu ,ataupun dekat jantungnya. Akibatnya, keinginan untuk memacu kegiatan olahraga ini jadi tidak ada. Ujung-ujungnya kebiasaan sehat ini bisa jadi membosankan. Ada orang yang berpuluh tahun tetap beraktivitas dengan tempo yang sama. Padahal, dengan menentukan sasaran, dalam segala hal, kita jadi membiasakan diri, bahkan menikmati perlombaan dengan diri sendiri. Hari ini, berjalan 30 menit, dan membakar 200 kalori. Bagaimana dengan besok, masakan targetnya sama terus? Dengan sasaran yang kian berat, biasanya individu akan merasakan kesulitan, hambatan, gangguan baik dari luar diri sendiri, juga dari dalam. Namun, tantangan ini sekaligus menjadi momentum yang baik bagi kita untuk melatih diri dan menjadi sekelas lebih pandai&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Juga, menempa mental agar lebih baik menghadapi berbagai ujian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hal yang sama juga terjadi di perusahaan. Pimpinan perusahaan dan unit kerja perlu mengeksplorasi semua kemungkinan baru, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;sehingga timnya selalu melihat tantangan baru di depan mata. Keluhan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;bahwa target selalu naik tidak ada habisnya menunjukkan bahwa target tersebut tidak diperjelas sehingga belum 'dimiliki' bawahan. Perusahaan, departemen atau bahkan negara dengan anggota atau rakyat yang paham sasaran akan bergerak otomatis ke satu arah. Gerakan dan derapnya inilah yang akan membangkitkan motivasi di dalam diri individunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sasaran Sebagai Sarana Menghargai Diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semua orang pernah merasakan kegagalan. Namun, kegagalan terhadap pencapaian sasaran yang sudah dihitung biasanya bisa dihadapi dengan lebih tegar ketimbang kegagalan dimana kita sendiri belum mempunyai gambaran mengenai target kita. Inilah sebabnya banyak buku yang menekankan bahwa sasaran harus SMART (Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely). Ini juga yang membedakan sasaran dengan mimpi yang lebih mengambang di awan. Sasaran yang baik menimbulkan dedikasi, arah, dan disiplin anggotanya. Sasaran menyebabkan setiap orang dalam kelompok terlatih untuk memecah sasaran ke dalam bentuk tindakan, mengoptimalkan agenda, merencanakan skedul, memantau deadline, dan target pribadi serta lancar mengemukakan 3W (Will, What, dan When)-nya sehari-hari&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Motivasi individu perlu ditolong baik dari dalam maupun dari luar. Dengan memberikan sasaran yang bermutu, tiap orang bisa menjadikan kegiatannya seolah perlombaan yang &lt;i&gt;fun&lt;/i&gt; dan bermakna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4508187169636423610?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4508187169636423610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4508187169636423610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4508187169636423610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4508187169636423610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/goal.html' title='Goal....!'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1793376868166219456</id><published>2009-12-14T07:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T07:27:27.675-08:00</updated><title type='text'>The 8 Keys of Excellence</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SyZZT9ICx0I/AAAAAAAAAGE/bdmoP_ox1XU/s1600-h/mika-3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SyZZT9ICx0I/AAAAAAAAAGE/bdmoP_ox1XU/s320/mika-3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;When it comes to gaining new life skills at our learning and life skills camps, it all begins here. The 8 Keys of Excellence provide a framework for success in life. Success in all aspects of life depends on you. Whether you are a parent or a student, you are the master of your world. You create the direction and outcome of your life, and that's the good news! &lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_1.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           Integrity                    &lt;br /&gt;The state of authenticity when our values and actions are aligned. Integrity happens when what we value is evident in our actions. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_2.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           Failure Leads to Success                     &lt;br /&gt;Feedback from failures provides the information we need to learn so we can succeed.         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_3.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           Speak with Good Purpose                     &lt;br /&gt;Speaking in a positive manner. Being responsible for honest and direct communication and focusing on truth-telling, and maintaining integrity. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_4.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           This is It!                     &lt;br /&gt;The commitment to focus our attention on the present moment and the willingness to make whatever we are doing most important. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_5.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           Commitment                     &lt;br /&gt;The ability to follow our vision without wavering; staying true to the course.          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_6.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;            Ownership                    &lt;br /&gt;The quality of accountability and responsibility. The ability to be counted upon and the willingness to take responsibility for the choices we make. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_7.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;            Flexibility                     &lt;br /&gt;The willingness to change what we are doing to achieve the outcome we desire. Flexibility allows us to choose the best option to accomplish the outcome. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;img alt="Success_Key" src="http://www.supercamp.com/images/success_key_8.gif" /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;           Balance                    &lt;br /&gt;Balance is our personal 'bank account' of meaning and fulfillment within our life. To stay in balance we must make the choices that give the greatest meaning to us. &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Exposure to the 8 Keys and to the broader life skills portion of the curriculum is one of the many aspects of our learning and life skills camps that make us unique among academic summer camps. Students are able to gain important new learning skills and with their newly-acquired life skills, they gain the confidence, motivation and interpersonal skills to apply them effectively in their lives.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1793376868166219456?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1793376868166219456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1793376868166219456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1793376868166219456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1793376868166219456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/8-keys-of-excellence.html' title='The 8 Keys of Excellence'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SyZZT9ICx0I/AAAAAAAAAGE/bdmoP_ox1XU/s72-c/mika-3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4424775257779828988</id><published>2009-12-07T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T02:40:56.578-08:00</updated><title type='text'>Kompleksitas Perubahan Dunia dan Revolusi Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzZHwqaXjI/AAAAAAAAABY/ycsMfOqd1Zs/s1600-h/mika+tabe.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzZHwqaXjI/AAAAAAAAABY/ycsMfOqd1Zs/s320/mika+tabe.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412439579537595954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dunia terus berubah dengan laju yang tidak bisa dihempang. Dunia yang pernah bangga dengan revolusi industri, kini semakin menakjubkan lagi dengan era informasi dan inovasi, atau katakan saja revolusi komunikasi. Temuan-temuan ilmiah dan teknologi pun hampir terjadi setiap hari.&lt;br /&gt; Bayangkanlah, bahwa hanya dengan menekan tombol dalam hitungan detik, e-mail akan berpindah dari satu komputer ke komputer lain di bagian dunia manapun. Sebuah chip komputer sanggup menjalankan 4 miliar operasi elektronik perdetik. Satu lembar serat optik setipis rambut mampu mentrans-misikan seluruh isi dari 29 jilid Encyclopedia Britannica dalam waktu kurang dari 1 detik. Belum lagi meng-hitung teknologi satelit, Sky TV, TV Kabel, dan lain-lain. “Seolah-olah waktu itu sendiri telah menjadi lebih cepat dari dahulu, tidak ada kesempatan untuk berhenti dan menarik napas sebentar,” demikian dikatakan Faith Popcorn, futurolog penulis buku terlaris The Popcorn Report.&lt;br /&gt; Kekuatan perubahan telah menimbulkan ketidakamanan dan ketidak-pastian. Maka, Anda jangan mengharap dapat menuai sukses esok hari dengan cuma mengandalkan pengetahuan yang Anda miliki hari ini. Meningkatnya kompleksitas akibat perubahan dunia memperlihatkan kepada kita bahwa pekerjaan yang paling berharga di masa depan adalah pekerjaan otak atau pekerjaan yang memerlukan bakat yang besar dan terlatih. Para pakar berpendapat, bahwa masa depan adalah milik para pekerja otak, yang menguasai komputer pribadi, tahu banyak tentang serat optik dan e-mail, dan apapun yang menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Dunia dan Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sungguh disayangkan apabila perubahan dunia yang kompleks itu akhirnya menggilas kita. Bill Gates dalam bukunya, The Road Ahead mengatakan bahwa modal utama untuk menyikapi perubahan tersebut adalah dengan pendidikan formal yang baik, itupun dengan catatan, harus terus belajar, dan belajar. Anda harus mendapatkan keterampilan dan kecakapan baru, sepanjang hayat. Begitu nasihat Bill Gates.&lt;br /&gt; Gelombang dahsyat perubahan dunia memaksa para pakar memikirkan kembali segala sesuatu yang selama ini dipahami tentang pembelajaran. Perubahan dunia, dengan sendirinya memperbaharui pendekatan kita terhadap pendidikan. Kecepatan perubahan tersebut menuntut dan mensyaratkan kemampuan belajar kita yang lebih cepat, menuntut kemampuan untuk menganalisis setiap situasi secara logis dan memecahkan masalah secara kreatif. Perubahan yang dilakukan adalah perubahan yang bukan bersifat kosmetis dan mekanistis, melainkan bersifat sistemis dan organis.&lt;br /&gt; Perubahan dunia, menggugah ide merevisi cara belajar tradisional. Metode belajar konvensional yang dilahirkan pada awal era ekonomi industri, memang cenderung menyerupai bentuk dan gaya pabrik mekanisasi, standarisasi, maupun fragmentasi yang menempatkan pembelajaran secara pasif. Sistem sekolah yang ada sekarang pun masih terfokus pada “bagaimana memutuskan apa yang harus dipelajari pelajar” dan “bagaimana pelajar harus berpikir”&lt;br /&gt; Demikianlah, maka di seluruh dunia pendidikan telah mengalami krisis besar. Para guru, sering memperoleh kritik membabibuta, padahal sistem-nyalah yang sebenarnya salah besar. Bukan gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Revolusi dalam Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Era baru --dunia baru dengan perubahannya itu-- menyuguhkan alternatif kontras. Bagi yang me-nguasai pengetahuan baru kepadanya akan terbuka kesempatan yang tidak menguasainya, akan berhadapan dengan ‘peluang’ pengangguran, kemiskinan dan keputusasaan ketika pekerjaan lama lenyap dan sistem lama telah runtuh.&lt;br /&gt; Maka, sangatlah dibutuhkan meto-de belajar baru jika masyarakat luas ingin memetik manfaat di era baru ini. Paradigma lama “bagaimana memutuskan apa yang harus dipelajari” dan “bagaimana pembelajar harus berpikir”, yang disebut “keterampilan super”.&lt;br /&gt; Hanya dengan “keterampilan super”-lah pembelajar dapat me-ngatasi perubahan dan kompleksitas serta menjadi manusia yang secara ekonomi tidak tergantung dan tidak akan menganggur pada abad ke-21 ini. Hanya dengan cara itulah pembelajar dapat memiliki keterampilan inti untuk mewujudkan kebahagiaan, hubungan kemanusiaan yang mantap dan pertumbuhan yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana untuk memperoleh “keterampilan super” itu?&lt;br /&gt;Yang menjadi prioritas adalah :&lt;br /&gt;- Belajar cara belajar&lt;br /&gt;- Belajar cara berpikir&lt;br /&gt; “Belajar Cara Belajar” akan me-nemukan kemampuan menyerap dan memahami informasi baru dengan cepat sekaligus menguasai informasi itu (Belajar Cepat). Teknik ini mempelajari cara otak bekerja, cara kita menyimpan informasi, mengambil-nya, menghubungkannya dengan konsep lain, dan mencari pengetahuan baru kapan pun diperlukan --dengan cepat.&lt;br /&gt; “Belajar Cara Berpikir” juga dapat dipelajari dengan mudah, sangat sederhana, dan menyenangkan. Meto-de yang telah teruji, di antaranya Lateral Thinking (Edward de Bono), Brainstorming (Alex Oxborn), Creative Problem Solving (Donald Treffinger), dan lain-lain.&lt;br /&gt; “Belajar Cara Belajar” mendapat perhatian yang besar. Asumsinya ada-lah bagaimana seseorang bisa belajar dengan baik atau efektif sementara ia sendiri tidak mengetahui bagaimana cara yang baik untuk belajar?&lt;br /&gt; Adapun alasan mengapa “Belajar Cara Belajar” begitu vital dikaitkan dengan perubahan dunia yang mencengangkan adalah bahwa “Belajar Cara Belajar” memberi hasil :&lt;br /&gt;- Kepercayaan dan keyakinan diri akan meningkat.&lt;br /&gt;- Tidak hanya bisa mampu meng-hadap teknologi baru dan perubahan, melainkan juga sanggup me-nyambut teknologi dan perubahan tersebut.&lt;br /&gt;- Memperoleh kemampuan dasar untuk menjadi pembelajar yang meningkatkan kemampuan pribadi.&lt;br /&gt;- Memiliki kekuatan untuk berubah dari konsumen pendidikan yang pasif menjadi pengelola pembe-lajaran dan kehidupan aktif bagi diri sendiri.&lt;br /&gt; Teknik Belajar Cara Belajar men-dapat sebutan nama yang beragam, yaitu :&lt;br /&gt;- Belajar Cepat (Accelerated Learning) &lt;br /&gt;- Belajar Super (Super Learning)&lt;br /&gt;- Belajar dengan Seluruh Otak (Suggestopedia) &lt;br /&gt;- Belajar Sejati (True Learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk suatu alasan yang akan dike-mukakan di depan, teknik ini kami sebut Quantum Method (Metode Quantum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anda harus mendapatkan keterampilan dan kecakapan baru, sepanjang hayat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu nasihat Bill Gates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seolah-olah waktu itu sendiri telah menjadi lebih cepat dari dahulu, tidak ada kesempatan untuk berhenti dan menarik napas sebentar,”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4424775257779828988?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4424775257779828988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4424775257779828988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4424775257779828988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4424775257779828988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/tugas-kita-sebenarnya-sangat-luar-biasa.html' title='Kompleksitas Perubahan Dunia dan Revolusi Belajar'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzZHwqaXjI/AAAAAAAAABY/ycsMfOqd1Zs/s72-c/mika+tabe.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4079637779672420842</id><published>2009-12-07T02:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T05:53:20.765-08:00</updated><title type='text'>Kompleksitas Perubahan Dunia dan Revolusi Belajar</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4079637779672420842?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4079637779672420842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4079637779672420842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4079637779672420842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4079637779672420842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/kompleksitas-perubahan-dunia-dan.html' title='Kompleksitas Perubahan Dunia dan Revolusi Belajar'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-863723728951935543</id><published>2009-12-07T01:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T02:20:07.849-08:00</updated><title type='text'>Tugas kita sebenarnya sangat luar biasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzVgskgPXI/AAAAAAAAABQ/PiBN_ktUOrE/s1600-h/tugas+kita.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzVgskgPXI/AAAAAAAAABQ/PiBN_ktUOrE/s320/tugas+kita.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412435609889291634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;QUIN&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt; sebagai Bimbingan Belajar (bimbel) adalah benar, sebab dilihat dari tujuan produk penjualannya, ia bergerak dalam bidang jasa privat untuk meningkatkan prestasi akademik siswa SMA dalam Semester, UAN, lulus PMDK, terlebih-lebih dalam SPMB. Programnya juga begitu. Layaknya bimbel konvensional, QUIN tetap melakukan pengayaan dan pelatihan menjawab soal-soal pelajaran. Apa yang lebih dari QUIN? bukan sekadar bimbel. Boleh disebut sebagai “Bimbel Plus”. Ada alasannya. Pertama, QUIN memiliki konsep belajar yang dapat meningkatkan kemampuan akademik siswanya secara signifikan melalui Quantum Method. Kedua, dengan Quantum Method, siswa bukan saja meningkatkan kemampuan akademiknya. Mereka juga akan memiliki kebiasaan hidup yang positif, pribadi yang luwes, menggunakan waktu secara efektif, yang akan meningkatkan kemampuan mereka sebagai generasi muda bangsa yang berkarakter, berwawasan dan berbudi luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru, Partner Siswa dan Sang Ujung Tombak&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa Quantum Method bukan “cap pembeda”. Dengan tetap mengakar pada bimbel konvensional, maka QUIN beruntung memiliki guru-guru berpengalaman yang berasal dari sejumlah bimbel terbaik di Indonesia. Mereka, para guru terbaik itu, dengan mempertahankan kecekatan personalnya, telah meninggalkan paradigma lama dalam mengajar, menikmati bagaimana mereka dapat membawa suasana menyenangkan ke dalam ruang kelas. Ada kesan, bahwa dalam ruang kelas konvensional guru sering tampil otoriter, tidak memihak pada faktor psikologis yang memungkinkan antara guru dengan siswa terjalin ikatan emosi yang erat. Seorang guru bertugas untuk meningkatkan kemampuan akademik, memberi ilmu pengetahuan, dan tugas itu akan sangat lebih mudah jika guru disenangi oleh siswanya. Itulah yang terjadi di QUIN. Mereka, para guru terbaik itu tampil sebagai partner belajar, model pembimbing, dan fasilitator. Para guru, yang selama ini berada dalam zona nyaman, menikmati tugas dan tanggung jawabnya sebagai Quantum Teachers. Keteladanan dalam sikap, visi dan komitmen sangat membantu siswa menemukan cara belajar yang sangat efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantum Learning, Aplikasinya dalam Pendidikan&lt;br /&gt;Harus diakui, Quantum Learning (Quantum Method) merupakan tren baru di Indonesia, dan sudah diterapkan Bobby DePorter di SuperCamp, San Diego, USA, sejak 1982. Metode ini memiliki kiat untuk mendudukkan siswa sebagai pelajar yang aktif, secara psikologis nyaman dalam belajar, lingkungan mana akan merangsang kegairahan siswa untuk belajar efektif, dengan hasil yang menakjubkan. Quantum Method, kenapa kurang mendapat perhatian, semata-mata karena sistem pendidikan yang tidak memungkinkan masing-masing sekolah mengatur kurikulum. Itulah yang menyebabkan, metode ini tidak mungkin diterapkan di ruangan kelas di sekolah yang konvensional. Metode ini hanya mungkin dilakukan di lembaga yang eksklusif, seperti QUIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, QUIN dengan begitu telaten, melalui penelitian dan persiapan lama, telah mengaplikasikan Quantum Method untuk membantu sekolah meningkatkan prestasi akademik siswa; membantu orangtua menciptakan kebiasaan hidup yang positif; dan membantu pemerintah menciptakan generasi muda yang handal, manusia pembangun dimasa depan. Kami yakin, dengan metode yang dimiliki QUIN sekarang, QUIN akan semakin tumbuh besar dalam waktu dekat, memberikan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, QUIN akan semakin memperbaiki kinerja manajemennya. Namun, di atas semuanya itu, andalan lembaga ini adalah kerja keras, visi, dan komitmen yang meletakkan guru sebagai ujung tombaknya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-863723728951935543?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/863723728951935543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=863723728951935543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/863723728951935543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/863723728951935543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/blog-post.html' title='Tugas kita sebenarnya sangat luar biasa'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzVgskgPXI/AAAAAAAAABQ/PiBN_ktUOrE/s72-c/tugas+kita.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-1034325743517933417</id><published>2009-12-07T01:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T05:53:20.773-08:00</updated><title type='text'>Tugas Kita Sebenarnya sangat Luar biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzH8NLZYtI/AAAAAAAAABA/aton4ZrBp3I/s1600-h/tugas+kita.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzH8NLZYtI/AAAAAAAAABA/aton4ZrBp3I/s320/tugas+kita.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412420689336034002" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMIKAPA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;To succeed, you need to find something to hold on to, something to motivate you, something to inspire you!" - Tony Dorsett&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Salah satu&lt;/span&gt; atlet dunia pujaan saya adalah &lt;span class="yshortcuts"&gt;Eldrick 'Tiger' Woods&lt;/span&gt;. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukan saja secara skills, dia luar biasa di lapangan, tetapi dalam dirinya pun terdapat prinsip-prinsip yang membuatnya patut diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bahkan mengenai &lt;span class="yshortcuts"&gt;Tiger Woods&lt;/span&gt;, pemain basket terkenal Michael Jordan pernah berujar, &lt;em&gt;"I really do believe Tiger Woods was put here for a bigger reason than just to play golf. I don't think that he is a god, but I do believe that he was sent by One." &lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan inilah saya ingin membagikan apa yang saya pelajari secara luar biasa dari pribadi Tiger Woods dalam suatu wawancaranya. Untuk sekadar info saja, Tiger Woods adalah pemain golf dunia yang legendaris. Pada usia 11 bulan, dia sudah belajar mengayunkan tongkat golf di garasi rumahnya. Pada saat umurnya baru mencapai 22 tahun, Tiger Woods sudah meraup pendapatan bersih lebih dari US$2.000.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang luar biasa telah dicapai oleh Tiger Woods bahkan sejak pada usianya yang belia. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Nah, pada kesempatan ini, mari kita belajar ada tiga kunci sukses dari Tiger Woods yang menjadikannya juara dunia sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I smile at obstacles&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, kalimat inspiratif menarik yang diucapkan oleh Tiger Woods adalah &lt;em&gt;"I smile at obstacles".&lt;/em&gt; Justru kalimat ini rasanya begitu cocok untuk kita semua di mana saat ini dunia sedang mengalami krisis global. Rasanya kita bisa belajar banyak dari Tiger Woods yang justru tersenyum saat menghadapi masalah, tantangan ataupun hambatan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sering saya ungkapkan dalam tulisan-tulisan saya, setiap masalah yang kita hadapi, semuanya bertujuan baik supaya kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Saya pun teringat dengan buku Adversity Quotient karya Paul G. Stoltz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, Paul G. Stoltz mengatakan seorang yang akan sukses adalah yang dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk berhasil. Selalu ada peluang bagi kita untuk dapat sukses jika kita jeli melihat yang terjadi. &lt;/span&gt;Seperti sebuah kata bijaksana "&lt;em&gt;You learn something every day if you pay attention."&lt;/em&gt; Jadi, selalu pakailah kacamata yang positif saat melihat segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sama seperti Tiger Woods, saat mengalami tantangan dalam memenangi pertandingan golfnya, dia selalu belajar dari apa yang dialaminya. Filosofi ini dipelajari dari ibunya Kultida Woods yang sejak awal karirnya sering mengantarkan Tiger Woods ke berbagai turnamen dan memberikan motivasi kepadanya, tanpa mengeluh sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ayahnya, seorang veteran perang yang selalu membisikkan kata-kata motivasi untuk membesarkan Tiger Woods sebelum dia tertidur. Inilah kunci yang membuat Tiger Woods menjadi juara dunia. Yang jelas, dari orang tuanya Tiger Woods belajar dan menasihati kita bahwa jika kita menghadapi hambatan hidup dengan tersenyum, sesuatu yang luar biasa akan pasti terjadi. Kita akan bisa lebih berpikir jernih, sehingga lebih berfokus pada solusi dan jalan keluar pun mungkin muncul di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;My will moves mountains&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pun kita dapat banyak belajar kepada Tiger Woods. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Seluruh keinginannya diarahkan untuk menjadikan dirinya menjadi seorang pegolf dunia. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Tiger Woods, "Dibutuhkan keputusan yang luar biasa untuk menjadi yang terbaik. Tetapi saya telah membuat keputusan itu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiger Woods mengetahui apa yang mau dicapai dalam hidupnya sehingga dirinya terus berusaha sampai impiannya tercapai. Bahkan Tiger Woods mengatakan "My will moves mountains". Dalam hal ini, Tiger Woods mengajarkan kepada kita perlunya fokus, dedikasi, komitmen, keteguhan, dan kegigihan dalam mencapai tujuan, termasuk pula membayar ongkos berlatih siang dan malam sebelum dirinya menjadi begitu terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam kehidupan ini, jika kita punya kualitas yang sama seperti karakter yang dimiliki Tiger Woods, kesuksesan dapat kita raih selama kita memiliki keinginan yang kuat untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiger Woods jelas-jelas mengetahui apa yang dia inginkan, dia memiliki target dan goal yang jelas, membuat rencana untuk mencapainya dan kemudian merealisasikannya. Tiger Woods percaya bahwa bagi dirinya tidak ada gunung 'kesulitan' yang terlalu tinggi untuk ditaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi impian, cita - cita dan hasrat Anda? Apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup ini? Apakah Anda sudah meraihnya? Mari belajar dari Tiger Woods, miliki fokus dan komitmen untuk meraih hal - hal yang diinginkan dalam hidup ini. Ingatlah, keinginan Anda yang begitu kuat bahkan bisa memindahkan gunung kesulitan Anda, setinggi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;I will do it with all my heart&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tiger Woods melakukan sesuatu, dia melakukannya dengan totalitas dan komitmen. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, itulah kunci kemenangan Tiger Woods. Baginya, bahkan hanya dalam berlatih di lapangan saja, semuanya diperlakukan seperti pertandingan sungguhan. Tiger Woods melakoni semuanya dengan keinginan bukan menjadi baik (good), bukan juga menjadi lebih baik (better), melainkan dengan keinginannya menjadi yang terbaik (best).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan jika diusianya yang ke-24, pada 2000 Tiger Woods sudah berhasil menjadi juara dunia hampir semua kejuaraan golf bergengsi di dunia, a.l. US Open, US Amateur, &lt;span class="yshortcuts"&gt;British Open&lt;/span&gt; serta British Amateur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Tiger Woods memberikan pelajaran penting kepada kita yakni jika kita mau meraih kesuksesan dan keberhasilan yang luar biasa, lakukanlah segala sesuatu dengan kerja keras, fokus, penuh dedikasi dan lakukan semuanya itu dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya pelajaran yang diperoleh Tiger dari ayahnya, yang sekaligus menjadi pelatihnya. Untuk melatih Tiger Woods bermain dengan sepenuh hati, ayahnya sering kali membunyikan koin-koin dan berusaha mengacaukan konsentrasinya. Namun, latihan seperti inilah yang membuatnya semakin mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pernah sekali ketika dia memukul bola dan pada saat itu ada suara walkie talkie yang mengganggu. Namun, Tiger Woods mengatakan dirinya tidak mendengarkan suara apa pun karena pelajaran hidupnya membuatnya betul-betul menaruh sepenuh hati pada bola yang akan dipukulnya. Dengan mantap, Tiger Woods mengajarkan bahwa kita berpelaung besar meraih hal - hal yang kita inginkan jika ada totalitas penuh di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, mari belajar dari tiga pelajaran inspiratif Tiger Woods ini: smile at obstacles, my will moves mountains, serta I will do it with all my heart - untuk menjadikan 2009 ini sebagai tahun yang spektakuler, di mana Anda akan mencapai hal - hal yang Anda impikan dan meraih kesuksesan serta keberhasilan yang luar biasa! Sukses serta antusiasme yang luar biasa akan selalu menyertai Anda pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;oleh : Anthony Dio Martin&lt;br style="" clear="all"&gt; &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-1034325743517933417?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/1034325743517933417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=1034325743517933417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1034325743517933417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/1034325743517933417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/tugas-kita-sebenarnya-sangat-luar-biasa_07.html' title='Tugas Kita Sebenarnya sangat Luar biasa'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/SxzH8NLZYtI/AAAAAAAAABA/aton4ZrBp3I/s72-c/tugas+kita.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491999057113538052.post-4169577095152562259</id><published>2009-12-06T23:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T07:19:23.676-08:00</updated><title type='text'>Upah Ketekunan seorang Tentor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sxy2P0NDqWI/AAAAAAAAAAs/zDq3IejFCDA/s1600-h/tentor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sxy2P0NDqWI/AAAAAAAAAAs/zDq3IejFCDA/s320/tentor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412401235020196194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup, baginya seperti sudah digariskan menjadi pengajar bimbingan belajar (bimbel). &lt;br /&gt;Ia tak kecil hati, bahkan membanggakan diri bisa mengabdi mencerdaskan bangsa, meski itu ia lakukan secara nonformal dan diluar sistem. Ia sangat komit mensejahterakan para pengajar dan tiap potensi di bimbel yang bangun dari nol. Dari satu ruangan kecil, QUIN kini tumbuh di 20 lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada pekerjaan yang dideretkan sebagai pilihan menjadi pengajar bimbel belum tentun masuk hitungan.&lt;br /&gt;Orang lebih suka bekerja di perusahaan multinasional, departemen, ataua lapangan bisnis lain. Alasannya, menjadi pengajar bimbel dianggap kurang membanggakan. Pengajar semacam les atau privat tetap dianggap tak menjajikan. Tetapi, selalu saja pengajar bimbel banyak ditemukan dari waktu ke waktu, khususnya di kota-kota besar. Apabila dicermati, mengajar bagi mereka kalau tidak semacam hobbynomics adalah ketidakmampuan mencari pekerjaan lain.&lt;br /&gt;      Ir. Mika Panjaitan adalah salah satu diantara banyak pengajar memang seperti sudah digariskan terus berkiprah didunia bimbel.&lt;br /&gt;      Ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Jepang ternama, tetapi pekerjaannya itu ia tinggalkan atas nama cinta pada bimbel.&lt;br /&gt;Jadi, bagi pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 2 Januari 1967 ini, mengajar adalah perpaduan hoby dan panggilan, bukan pilihan terakhir apalagi pelarian. &lt;br /&gt;Tengok, sejak kuliah semester pertama di Fakultas Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (angkatan 1985) ia sudah aktif mengajar, diteruskan setamat dari USU saat merantau ke Jakarta, terkecuali beberapa tahun terakhir saatnya sudah tersedot habis mengelola Quantum Institute (QUIN) yang ia bangun tahun 2000.&lt;br /&gt;       Bagi Mika, mengajar bimbel adalah pekerjaan mulia, tidak kalah dari guru sekolah. Bedanya, guru mengabdi secara formal di dalam sistem, sedangkan pengajar bimbel secara nonformal di luar sistem. “Pengajar bimbel dan lembaganya bukan sekedar pelengkap tetapi malah menjadi kebutuhan utama siswa dalam kondisi pendidikan kita yang masih terus-menerus ditimpa masalah, “begitu Mika berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, tidak semua pengajar bimbel bisa mengecap sukses seperti dialami Mika. Banyak yang berkutat jadi pengajar semata, dengan jabatan tertentu sebagai penghargaan atas masa pengabdian dan senoritas. Tetapi sebaliknya tidaklah mudah bagi seorang Mika membangun bisnis pendidikan yang ia kelola menjadi seperti sekarang. Ada saat dimana ia bergulat dan berjuang ketika QUIN nyaris kolaps ditahun-tahun awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia sering mendapat ujian. Tanpa ketahanan, apa yang kita perjuangkan hasilnya sering sia-sia, “ujar pengajar mata pelajaran Kimia ini, berbagi pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan pada tahun 2000 dengan hanya satu lokasi, QUIN kini berkembang dengan 20 lokasi. Rencananya, pada tahun ini akan ada lagi penambahan 4 lokasi baru di Jakarta dan Depok, serta menunggu perkembangan terbaik membuka cabang di luar Jabodetabek setelah cabang Surabaya dan Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ROMANTISME TENTOR MEDAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          Mika, anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan B Panjaitan SH (alamarhum) dan E br Siagian menamatkan SD dan SMP di SD HKBP dan SMP Negeri 5 PematangSiantar dan SMA dari SMA Negeri 5 Medan. Waktu Di SMA, ia dikenal pintar dan rangking pertama. Ia tidak pernah pelit membagi ilmu kepada teman-temannya. “Ada rasa puas dan bangga bisa berbagi dengan sesame teman. Barangkali, itulah salah satu hal yang membuat saya betah mengajar, “ujar Mika.&lt;br /&gt;           Pengajar bimbel di Medan (disebut tentor) adalah mahasiswa USU sedangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia minimal sudah S1. Biasanya tentor Medan direkrut dari mahasiswa semester tiga ke atas, hanya sedikit seperti Mika yang menjadi tentor di semester pertama. Menjadi tentro banyak pembantu mahasiswa kurang mampu. Mereka harus pinta mengatur waktu agar perkuliahannya tidak tertinggal. Banyak yang sukses tamat sesuai waktu, meski ada saja yang gagal karena terlena mencari uang.&lt;br /&gt;            Mika pertama kali mengajar di Nukleus kemudia pindah ke Mitra. Pada tahun 1992, Mika dan dua sahabatnya, Ronal Siagian (sekarang di Ganesha Operation) dan Suryanto (bekerja di salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Malaysia) mendirikan Bioteknik. Bimbel ini (di Medan disebut Bimbingan Tes) berkembang pesat meski masih dibawah dominasi Medica dan Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada tahun 1992 Mika mengejutkan banyak orang ketika menyelenggarakan Olimpiade UMPTN di Stadion Teladan Medan, bekerja sama dengan Golkar dan diikuti kurang lebih 8.000 siswa kelas 3 SMA. Kegiatan ini yang dibuka langsung Menpora Akbar Tanjung, ini dianggap kampanye terselebung kepada pemilih pemula karena berdekatan waktunya dengan pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;BERLANJUT KE JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Mika menamatkan kuliah tepat waktu. Pada tahun 1992 ia berangkat mencari pekerjaan di Jakarta. Sambil menunggu ia mengajar dulu di Teknos, eh malah keterusan ke tahun 1994. Ia pindah ke SSC (Sony Sugema College) dari 1994 sampai 1999. Ada suatu waktu, yaitu tahun 1995 – 1997 dimana ia bekerja di Mitsubishi Motor Corporation. Itupun, ia lakoni sambil tetap mengajar di SSC dengan jabatan puncak Direktur Kesiswaaan. Mika, dan sahabatnya Ir Bangun pardede juga sempat mengajar di Lab School Rawamangun, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada tahun 1999 Mika menikah dengan Christine br Siagian. Perkenalan mereka sebenarnya tergolong singkat, tapi sudah cukup bagi mereka menjalin cinta ke jenjang perkawinan. “Saya bangga dan berterima kasih kepada Tuhan mendapatkan istri yang baik hati, “puji Mika. Christine tidak pernah mencampuri urusan QUIN, tetapi ia adalah orang yang berperan membangkitkan semangat Mika ketika QUIN terseok dan nyaris kolaps di tahun-tahun awal. Keluarga ini dianugerahi Tuhan sepasang putra dan putri, Hana Cecilia Panjaitan dan Nicolas Panjaitan. Dua-duanya manis dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kantor pusat QUIN berdampingan dengan rumah pribadi Mika dijalan Cenderawasih, Komplek Deplu, Jakarta Selatan. Dari awal, kantor pusat QUIN memang sudah mepet disitu. Bukan tak ada alasan memindahkan kantor pusat ke kawasan lain. Tetapi, terpenting bagi Mika adalah setiap waktu bisa dekat dengan keluarga, terutama dengan kedua anaknya. Sesibuk apapun, Mika tidak mau kehilangan komunikasi dengan keluarga tercinta. Ia juga tidak pernah berlama-lama diluar kecuali urusan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TANTANGAN PERUBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Mika sesungguhnya adalah sosok yang amat sulit diduga. Penampilanya tenang, sederhana, dan bersahaja. Dalam berbicara, tersenyum dan tertawa yang paling menonjol adalah antusiasme dan tak suka berpura-pura. Tetapi, dibalik itu selalu ada dugaan bahwa ia adalah seorang yang cerdik, penuh spekulasi, punya taktik dan strategi yang sulit terbaca. “Begitu-begitu, ia adalah pemikir yang strategis dan ahli perencana. Ia sudah merencanakan segala hal dalam hidupnya jauh hari sebelumnya, kapan pacaran, kapan beli mobil, kapan beli rumah, kapan menikah, dan kapan memiliki bimbel, “begitu komentar sahabat lama Mika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyadari bahwa bisnis bimbel Penuh persaingan. Hanya kualitas dan Pelayanan terbaiklah yang mampu membuat QUIN jadi kompetitor unggul. &lt;br /&gt;Mika mengaku tidak punya masalah apapun atas pernilain orang terhadap dirinya. “Saya yakin pada proses dan pertolongan Tuhan. Ibu saya mengatakan, apabila kita rendah hati dan mau bersyukur, segala kemelut hidup gampang teratasi seperti menyisir rambut lurus dan indah, “tukas Mika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mika hanya mengaku bahwa ia sangat suka mengamati perubahan. “Tidak ada yang abadi didunia ini kecuali perubahan. Dalam era teknologi informasi dan jaringan, dalam sentuhan jari, perubahan besar terjadi setiap detik setiap menit, “ujar pria yang tak suka minuman beralkohol ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan QUIN, bagi Mika adlah bagian dari pengamatannya terhadap perubahan. Perubahan yang ia maksud adalah tuntutan untuk menemukan cara efektif meningkatkan prestasi akademik siswa. Ide ini terinspirasi dari Quantum Learning dan Quantum Teaching yang diperkenalkan Bobby DePorter dan kawan-kawan di SuperCamp, AS. Metode ini mengajarkan keterampilan belajar, mengandalkan aspek kognitif modern mengenai otak dan kecerdasan. Keunikan lain dari program ini (kemudian diperkenalkan menjadi metoda QUIN) adalah kelas-kelas kecil untuk 10 sampai 12 siswa, pewarnaan dinding kelas, dan penempatan ikon dan poster-poster pemberi sugesti yang disebut orkestrasi lingkungan. Yang tak kalah unik adalah proses belajar-mengajar menggunakan mind mapping (peta pikiran) yang diperkenalkan oleh Tony Buzan serta iringan musik Barok sepanjang pelajaran. Inti program ini adalah memicu sinergi antara otak kiri dan otak kanan sehingga belajar akan lebih mudah dan lebih cepat dengan cara dan suasana yang amat menyenangkan.&lt;br /&gt;            Sejak diperkenalkan program ini langsung mendapat simpati para siswa di sekolah-sekolah unggulan Jakarta Selatan. Lokasi pertama dan masih satu-satunya di Jalan Haji Nawi Raya, Jakarta Selatan mulai sesak oleh siswa. Sayang, hanya dalan hitungan bulan sejumlah pengajar keluar dari QUIN akibat selisih persepsi. Kejadian serupa berulang lagi dalam satu dua tahun berjalan. Para pengajar itu ada yang kembali ke bimbel awal dan sebagian lainnya membuka bimbel baru.&lt;br /&gt;            Disinilah ketahanan Mika diuji. Siswa belum mencapai jumlah signifikan. Karena QUIN menerapkan sistem garansi, Mika harus memikirkan pengembalian uang siswa yang tidak lulus SPMB. Belum lagi pembayaran gaji guru dan karyawan serta biaya-biaya operasional. Mendapatkan SDM juga tidak gampang. Pelan-pelan ia minta tolong kepada beberapa teman mendatangkan pengajar dari Medan dan kota-kota terdekat, atau dipinjam sementara sebelum mendapatkan guru tetap. Di QUIN, guru-guru baru itu diberi pelatihan agar memenuhi standar menjalankan program baru yang tidak ditemukan di bimbel konvensional.&lt;br /&gt;            Metod yang diperkenalkan QUIN tiba-tiba menjadi fenomena di Ibukota. Mantan pengajar QUIN secara sporadis membuka kelas-kelas kecil dengan model pengajaran yang dilakukan QUIN, tak terkecuali bimbel konvensional dengan nama besar seperti GO dan SSC.&lt;br /&gt;            Mika, yang dikenal sahabat-sahabatnya sebagai figure yang juga rendah hati tak muluk-muluk mengelola QUIN ke depan. Ia menyadari bahwa bisnis bimbel penuh persaingan. Hanya kualitas dan pelayanan terbaiklah yang mampu membuat QUIN jadi kompetitor unggul.&lt;br /&gt;            “Saya bukan pemilik tunggal QUIN, pemilik lain adalah seluruh pemilik potensi yang ikut membesarkan QUIN. Saya jua bukan bukan pemimpin mutlak QUIN, kecuali sistem yang membuat QUIN tumbuh sebagai industri. Semua ini di QUIN harus bergerak saling isi didasarkan pada manajemen terbaik dan profesionalisme. Siapa pun di QUIN harus hidup lebih sejahtera. Itulah cita-cita sejati saya dalam mengelola QUIN ke masa-masa mendatang, “ujar Mika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491999057113538052-4169577095152562259?l=mikapanjaitan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/feeds/4169577095152562259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491999057113538052&amp;postID=4169577095152562259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4169577095152562259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491999057113538052/posts/default/4169577095152562259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/upah-ketekunan-seorang-tentor.html' title='Upah Ketekunan seorang Tentor'/><author><name>Mika Panjaitan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sx0Z0MQEYuI/AAAAAAAAABg/goJwqk9PfKY/S220/pasfoto-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YyghOiWMwkM/Sxy2P0NDqWI/AAAAAAAAAAs/zDq3IejFCDA/s72-c/tentor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
